Bendera
PNI-M Dibakar
Sumbawa
Besar (Bali Post) -
Bendera PNI Marhaenisme (PNI-M) dibakar orang tak dikenal
di Batu Praga, Desa Lape, Kecamatan Lape/Lopok, Kabupaten
Sumabwa. Pembakaran bendera itu diduga kuat akibat konflik
internal yang terjadi dalam tubuh DPC PNI-M Kabupaten
Sumbawa.
Sebuah sumber, Jumat
(23/1) kemarin menerangkan belum bisa diketahui siapa
pelaku pembakaran bendera dan perusakan papan nama PNI-M
di Batu Praga. Yang jelas, kejadian itu diduga kuat karena
konflik internal yang terjadi dalam tubuh DPC PNI-M
Sumbawa. Masalahnya, DPP PNI-M yang menetapkan Makasau
sebagai Ketua DPC PNI-M Sumbawa, secara sepihak dicopot
dari jabatannya atas persetujuan DPD PNI-M NTB.
Seperti diketahui,
pembakaran bendera PNI-M kali ini merupakan yang kedua
kalinya, pertama terjadi di Dusun Kerato, Desa Lape
beberapa waktu lalu. Motif pembakaran diduga sama seperti
yang kedua kalinya, yakni karena konflik internal partai.
Apalagi, ujar sumber itu, di Lape pendukung Sekretaris PNI-M,
Musyafir Gunawan, cukup banyak. Sebaliknya massa pendukung
Makasau juga tidak sedikit.
Sekretaris DPC PNI-M
Kabupaten Sumbawa, Musyafir Gunawan, membantah kasus
pembakaran bendera akibat konflik internal. Ia justru
menilai, dengan kasus ini sebagai pertanda PNI-M akan
besar, karena ada yang merasa khawatir dengan keberadaan
partai tersebut. Atas pembakaran bendera itu, Musyafir
minta kepada Panwaslu Kecamatan Lape/Lopok dan Polsek
setempat mampu meneliti pelakunya. "Ketua PAC PNI-M
Lape sudah melaporkan kejadian itu ke polisi dan Panwaslu
setempat. Selain polisi, pengurus parpol juga harus
menyelidiki siapa pelaku pembakaran itu," kata
Musyafir.
Dalam menyikapi
kasus pembakaran bendera PNI-M, Musyafir mengimbau kepada
kadernya jangan bertindak sendiri, apalagi sampai
melakukan tindakan anarkis. Ia menyarankan, jika pelaku
pembakaran bendera itu ditemukan, sebaiknya diserahkan ke
polisi guna diproses secara hukum.
Sumber di Polsek
Lape menjelaskan kasus pembakaran bendera PNI-M terjadi
Rabu (21/1) sekitar pukul 02.30. Bendera yang terbakar
sebagian itu ditemukan di depan rumah Safruddin oleh
seorang warga pada pagi hari. "Ketika seorang warga,
Ida, akan mandi ke kali, ia menemukan bendera PNI-M
terbakar. Barang Bukti (BB) itu sudah diamankan polisi,"
jelas sumber itu. (051)
|