kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Sabtu Kliwon, 24 Januari 2004

 Nusatenggara


Isu Santet Merebak di Bima

Mataram (Bali Post) -
Polda NTB telah menurunkan satu peleton personelnya ke lapangan untuk mengantisipasi merebaknya isu santet di Bima belakangan ini. Hal ini mendapat perhatian serius aparat keamanan, karena dikhawatirkan dapat berdampak luas terhadap situasi kamtibmas di wilayah NTB, khususnya Bima menjelang pesta demokrasi yang tinggal beberapa saat lagi. Kapolda NTB, Brigjen Pol. Drs. Sutomo Tjokro Atmojo mengatakan hal itu dalam acara silaturahmi seluruh parpol peserta pemilu dengan Gubernur NTB, Kapolda, Ketua KPU dan Ketua Panwaslu, di Mapolda setempat, Jumat (23/1) kemarin. Silaturahmi ini juga dirangkaikan dengan penandatanganan kesepakatan bersama antara Gubernur NTB, Kapolda, Ketua KPU, Ketua Panwaslu dengan seluruh parpol dalam pengamanan Pemilu 2004.

Namun kesepakatan bersama itu batal ditandatangani, menyusul adanya beberapa redaksi dalam kesepakatan yang dikritisi sejumlah pimpinan parpol. Dalam dialog yang berlangsung alot, beberapa redaksi dalam kesepakatan itu kemudian diputuskan untuk diperbaiki. Atas kesepakatan seluruh parpol, penandatanganan kesepakatan kemudian akan dilakukan Senin (26/1) mendatang.

Perkelahian

Isu santet ini perlu diwaspadai, karena dikhawatirkan pada kondisi seperti ini bisa diarahkan menjadi isu politis. Selain isu santet, kata Kapolda, ada beberapa gangguan kamtibmas lainnya yang juga perlu diwaspadai dampaknya. Di antaranya, perkelahian antarkampung. Gangguan kamtibmas seperti ini, menurut Sutomo, ternyata tidak hanya terjadi di NTB. Namun juga terjadi di beberapa daerah di Indonesia, seperti Donggala dan daerah lainnya. "Ini perlu kita waspadai bersama untuk menjamin kondusifnya daerah ini," ujarnya.

Kapolda juga menyinggung soal kehadiran tamu dari luar (wisatawan) ke daerah ini. Kehadirannya juga perlu diwaspadai, untuk mencegah kemungkinan dimanfaatkannya kesempatan ini untuk kegiatan-kegiatan yang tidak benar. Gubernur NTB, Drs. HL Serinata sependapat dengan Kapolda NTB, dalam upaya menciptakan situasi kondusif di daerah ini. Gubernur mengajak seluruh elemen khususnya pimpinan parpol yang ada di NTB untuk bersama-sama menjaga keamanan daerah ini. Melalui pertemuan ini, diharapkan adanya kesepakatan sehingga nantinya kekhawatiran akan munculnya gangguan saat pemilu, bisa dieleminir.

Sementara itu, Ketua KPU NTB, TGH Mahaly Fikri mengatakan bahwa dalam tahapan-tahapan pemilu diakuinya ada beberapa kerawanan yang perlu diwaspadai, khususnya menyangkut internal partai yang imbasnya juga berpengaruh ke KPU. "Beberapa kader partai datang ke KPU belakangan ini ngomel-ngomel soal nomor urut. Padahal yang menetapkan nomor urut bukan kami, tetapi parpol," jelasnya, seraya berharap agar hal ini juga diwaspadai aparat keamanan. (049)

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)