Ketua
DPRD belum Dilapori
Usulan Dana Tali Kasih
Mataram
(Bali Post) -
Ketua DPRD NTB, H. Sunardi Ayub, S.H., mengaku dirinya
belum mendapat laporan adanya dana tali kasih untuk Dewan.
Jika itu direncanakan, Sunardi secara pribadi berpendapat
sebaiknya diarahkan untuk kepentingan kesejahteraan rakyat.
Menjawab wartawan di
kantor DPRD NTB, Jumat (23/1) kemarin, Sunardi mengatakan,
ada yang bisik-bisik kepadanya bahwa ada ada tali kasih.
"Tetapi tidak saya respons, karena tak ada
formalitasnya," ucapnya.
Dia sama sekali
belum dilapori adanya rencana dana tali kasih untuk Dewan
pada tahun anggaran 2004. Hal ini mengundang kecurigaan
wartawan, kalau dana tali kasih tinggal diketok Dewan.
Padahal usulan itu dimunculkan dari internal Panitia
Anggaran (Panggar) DPRD NTB sendiri.
Dana tali kasih
untuk Dewan bukan rahasia lagi. Alokasinya sudah tertuang
dalam RAPBD 2004. Dana talih kasih Rp 2,7 milyar lebih
tersebut masuk dalam 20 item daftar alokasi penggunaan
dana tambahan (pendapatan) APBD tahun anggaran 2004, yang
mana daftar tersebut ditandatangani Kepala Bappeda NTB,
Drs. H. Abdul Hakim, 6 Januari 2004. Menurutnya, kalau pun
ada usulan, itu sesuatu yang belum jelas. Dia menyatakan
panggar belum membahasnya. Sementara dana tali kasih itu
telah dimunculkan panggar bersama eksekutif sebelum RAPBD
secara resmi dibahas.
"Sesuatu yang
belum jelas janganlah dibesar-besarkan. Silakan memberi
saran. Tetapi jangan dikecam Dewan tak bemoral. Masukan
itu pasti saya dengar, karena saya sendiri belum dilapori,
saya anggap tidak ada," katanya. Menanggapi adanya
isu kepentingan politik di balik usulan dana tali kasih,
dia tampak enggan mengomentari isu tersebut. "Kalau
pun ada keinginan mendompleng kepentingan politik, saya
kira nggak perlulah," tutur mantan Ketua Fraksi
Partai Golkar DPRD NTB ini.
Dia menyadari,
sebaiknya DPRD memberikan pelayanan terbaik untuk
kepentingan masyarakat, termasuk soal anggaran daerah.
Tetapi karena sampai saat ini belum ada laporan formal,
dia tak bisa menanggapi panjang lebar. "Kalau saya
secara pribadi, sebaiknya dana tali kasih diarahkan untuk
kepentingan kesejahteraan rakyat," ujarnya.
Mengenai pembahasan
RAPBD 2004 yang sedang berjalan dikaitkan dengan isu
penolakan beberapa fraksi karena masalah internal panggar,
Menurut Sunardi, pergantian anggota panggar sudah
diselesaikan. Perubahan panggar sudah disampaikan dalam
paripurna, bukan dibahas. "Tinggal Ketua Panggar yang
belum diputuskan," katanya. Perkara adanya fraksi
yang menolak APBD 2004, Sunardi menyatakan, itu menjadi
urusan masing-masing fraksi. Dirinya tidak bisa memaksakan
kehendak kepada fraksi untuk menyetujui atau menolak APBD
dan itu semua mempunyai aturan main maupun ketentuan
perundang-undangan. (046)
|