kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Sabtu Kliwon, 24 Januari 2004

 Mancanegara


Anjing juga Lakukan Yoga

New York - Ada-ada saja perilaku para penggemar anjing di Amerika Serikat. Saking sayangnya, anjing mereka dibawa serta saat mereka melakukan yoga. Sepi dan khusyuk, itulah gambaran suasana saat aktivitas para penganut yoga sedang berlangsung Jumat (23/1) kemarin.

Sepertinya orang Amerika tidak dapat melakukan apa-apa tanpa ditemani oleh hewan piaraannya, bahkan di saat mereka sedang mencari situasi yang damai dan sepi (yoga). Beberapa orang tampaknya sedang menggandrungi meditasi hewan (yoga bug): kegiatan meditasi yang khusus memperbolehkan pesertanya untuk membawa anjing-anjing kesayangannya. Kegiatan ini dibuka di New York, dan mulai menyebar sampai ke Miami dan Hollywood.

''Mereka menyebutnya dengan Doga atau Ruff Yoga. Di samping itu, terdapat sebuah pasar besar di kota New York, di mana pengunjungnya banyak melakukan aktivitas dengan anjing mereka,'' kata Donna Cyrus, direktur Crunch, sebuah pusat fitness yang memperkenalkan kelas yoga yang disebut ''yoga disco''. Doga ini berlangsung dengan tertib, karena sama sekali tidak ada gangguan dari hewan berkaki empat ini, yang ditempatkan di bantalan dekat pemiliknya. ''Hewan-hewan tersebut mengikuti apa yang dilakukan tuan mereka. Di akhir acara, anjing-anjing itu akan diberlakukan perawatan khusus untuk melakukan peregangan,'' tambah Cyrus.

Heather Stevens, seorang guru doga di Hollywood Barat, menerangkan sisi positif kegiatan ini. ''Setiap 30 menit meliputi kegiatan berpasangan dan gerakan individual bagi peserta dan anjing,'' kata Stevens. ''Dengan jalan melakukan gerakan bersama hewan piaraan mereka itu, para siswa dapat merundukkan badan mereka lebih rendah,'' terangnya lagi.

Beberapa bulan lalu, jumlah perkumpulan doga ini sudah muncul. Pada dasarnya doga ini -- yoga untuk anjing -- memfokuskan pada keterampilan yang dapat dipelajari hewan ini. ''Anjing melakukan yoga ini secara alami,'' demikian tertulis dalam buku doga.

Bruce Van Horn, seorang lulusan dari jurusan keuangan yang mengikuti kegiatan ini, menulis sebuah buku berdasarkan ajaran doga. Disebutkan bahwa yoga dan peralatan lainnya dapat menghindarkan stres pada hewan peliharaan. ''Yoga dapat membantu menurunkan stres pada anjing,'' kata Van Horn yang menyebut dirinya sebagai ''pet guru'' kepada AFP. ''Mereka itu stres akibat kerasnya tekanan daerah perkotaan,'' tambahnya lagi. ''Saya memulai aktivitas ini bersama dengan Dalmatian (jenis anjing) kesayaangan saya, sehingga saat ini dia menjadi ceria dan lebih aktif. Namun, kucing saya menjadi sedikit cemburu karena saya selalu membawanya setiap kali saya melakukan yoga,'' seloroh Horn sambil menunjukkan dengan bangga anjingnya itu.

Untuk meyakinkan pembaca akan tulisannya, Van Horn mengadakan penelitian terhadap detak jangtung anjing, sebagai hasil dari yoga yang dilakukan. Menurutnya, anjing tidak seperti tuannya yang secara psikologi memerlukan yoga. Hanya, anjing-anjing tersebut menderita berada di rumah sendirian berlama-lama.

Sementara para penggemar anjing percaya doga dapat menghilangkan kecemasan piaraannya itu, beberapa dokter hewan cenderung menentangnya. Jack Stephens, kepala dari Veterinary Pet Insurance (semacam perusahaan asuransi hewan) berkata, ''Dampak terapi semacam ini tidak pernah terbukti pada anjing. Ada kecenderungan mereka menjadi begitu tergantung pada peliharaannya, dan yang lebih fatal lagi, mereka bisa menjauhkan diri dari lingkungannya.'' (sun/afp)

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)