|
Anjing juga
Lakukan Yoga
New
York - Ada-ada saja perilaku para penggemar anjing di
Amerika Serikat. Saking sayangnya, anjing mereka dibawa
serta saat mereka melakukan yoga. Sepi dan khusyuk, itulah
gambaran suasana saat aktivitas para penganut yoga sedang
berlangsung Jumat (23/1) kemarin.
Sepertinya
orang Amerika tidak dapat melakukan apa-apa tanpa ditemani
oleh hewan piaraannya, bahkan di saat mereka sedang
mencari situasi yang damai dan sepi (yoga). Beberapa orang
tampaknya sedang menggandrungi meditasi hewan (yoga bug):
kegiatan meditasi yang khusus memperbolehkan pesertanya
untuk membawa anjing-anjing kesayangannya. Kegiatan ini
dibuka di New York, dan mulai menyebar sampai ke Miami dan
Hollywood.
''Mereka
menyebutnya dengan Doga atau Ruff Yoga. Di samping itu,
terdapat sebuah pasar besar di kota New York, di mana
pengunjungnya banyak melakukan aktivitas dengan anjing
mereka,'' kata Donna Cyrus, direktur Crunch, sebuah pusat
fitness yang memperkenalkan kelas yoga yang disebut ''yoga
disco''. Doga ini berlangsung dengan tertib, karena sama
sekali tidak ada gangguan dari hewan berkaki empat ini,
yang ditempatkan di bantalan dekat pemiliknya. ''Hewan-hewan
tersebut mengikuti apa yang dilakukan tuan mereka. Di
akhir acara, anjing-anjing itu akan diberlakukan perawatan
khusus untuk melakukan peregangan,'' tambah Cyrus.
Heather
Stevens, seorang guru doga di Hollywood Barat, menerangkan
sisi positif kegiatan ini. ''Setiap 30 menit meliputi
kegiatan berpasangan dan gerakan individual bagi peserta
dan anjing,'' kata Stevens. ''Dengan jalan melakukan
gerakan bersama hewan piaraan mereka itu, para siswa dapat
merundukkan badan mereka lebih rendah,'' terangnya lagi.
Beberapa
bulan lalu, jumlah perkumpulan doga ini sudah muncul. Pada
dasarnya doga ini -- yoga untuk anjing -- memfokuskan pada
keterampilan yang dapat dipelajari hewan ini. ''Anjing
melakukan yoga ini secara alami,'' demikian tertulis dalam
buku doga.
Bruce
Van Horn, seorang lulusan dari jurusan keuangan yang
mengikuti kegiatan ini, menulis sebuah buku berdasarkan
ajaran doga. Disebutkan bahwa yoga dan peralatan lainnya
dapat menghindarkan stres pada hewan peliharaan. ''Yoga
dapat membantu menurunkan stres pada anjing,'' kata Van
Horn yang menyebut dirinya sebagai ''pet guru'' kepada AFP.
''Mereka itu stres akibat kerasnya tekanan daerah
perkotaan,'' tambahnya lagi. ''Saya memulai aktivitas ini
bersama dengan Dalmatian (jenis anjing) kesayaangan saya,
sehingga saat ini dia menjadi ceria dan lebih aktif. Namun,
kucing saya menjadi sedikit cemburu karena saya selalu
membawanya setiap kali saya melakukan yoga,'' seloroh Horn
sambil menunjukkan dengan bangga anjingnya itu.
Untuk
meyakinkan pembaca akan tulisannya, Van Horn mengadakan
penelitian terhadap detak jangtung anjing, sebagai hasil
dari yoga yang dilakukan. Menurutnya, anjing tidak seperti
tuannya yang secara psikologi memerlukan yoga. Hanya,
anjing-anjing tersebut menderita berada di rumah sendirian
berlama-lama.
Sementara
para penggemar anjing percaya doga dapat menghilangkan
kecemasan piaraannya itu, beberapa dokter hewan cenderung
menentangnya. Jack Stephens, kepala dari Veterinary Pet
Insurance (semacam perusahaan asuransi hewan) berkata, ''Dampak
terapi semacam ini tidak pernah terbukti pada anjing. Ada
kecenderungan mereka menjadi begitu tergantung pada
peliharaannya, dan yang lebih fatal lagi, mereka bisa
menjauhkan diri dari lingkungannya.''
(sun/afp)
|