kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Sabtu Kliwon, 24 Januari 2004

 Mancanegara


UE Hentikan Impor Ayam dari Thailand

Bangkok -
Uni Eropa Jumat (23/1) kemarin menghentikan impor ayam dari Thailand menyusul wabah flu burung di Asia Timur dan Tenggara. Organisasi Pertanian dan Pangan (FAO) kemarin juga mengumumkan wabah flu burung telah sampai Kamboja. Sementara di Thailand seorang pasien yang diduga terkena penyakit flu burung, meninggal dunia.

Komisi Eropa dalam pernyataan yang dikeluarkan kemarin, mengatakan melarang impor ternak dan produk ternak dari Thailand. Meskipun resiko virus di daging atau produk daging kemungkinan rendah, Komisi ingin meyakinkan bahwa kemungkinan transmisi harus dihindarkan.

Kementrian Pertanian Thailand kemarin mengakui penyakit flu burung mulai menjangkiti industri ternaknya. Bangkok juga telah mengambil sikap dini dengan memerintah penundaan keseluruhan eskpor ternak yang nilainya multi milyar dolar AS.

Thailand merupakan satu-satunya negara Asia yang mendapat ijin memasok daging dan produk daging ayam ke Eropa. Jepang merupakan importir terbesar dan Eropa menempati peringkat kedua, dari Thailand.

PM Thaksin Shinawatra meminta warga untuk tenang dan kepanikkan yang terjadi tidak akan mempengaruhi pasar bursa. "Ini hanya efek jangka pendek dan bursa sangat sensitif dengan faktor psikologis. Sektor yang paling terkena pukulan adalah industri peternakan," ungkap Thaksin yang Selasa lalu memelopori kampanye makan ayam.

Menanggapi tentang keputusan pemerintah untuk melarang ekspor ayam, deputi Menteri Pertanian Newin Chidchob memperjelas bahwa tidak ada larangan resmi. Namun pemerintah mengharap konsumen ayam Thailand menghentikan impornya."Ini tergantung negara pengimpor. Apapun kebijakan yang mereka ambil, tergantung mereka sendiri. Kita tidak bisa memaksa mereka," katanya.

Kemarin seorang jagal ayam meninggal akibat sakit pneumonia. Semula pria itu diduga terjangkit virus H5N1 yang menyebabkan sakit flu burung. Karena terkait dengan profesinya, ia selalu berhubungan langsung dengan ayam-ayam yang dipotong.

Sebelumnya Menteri Kesehatan Thailand Sudarat Keyuraphan menjelaskan penyakit flu burung dideteksi menjangkiti dua anak dari propinsi Thailand barat. Namun di daerah itu dideteksi terjadi wabah kolera dan bronkitis ayam, bukan flu burung.

Sudarat menambahkan pasien ketiga tengah diuji terjangkit flu burung atau tidak. Hasil penelitian itu akan terungkap dalam beberapa hari kemudian. Namun warga yang pernah kontak badan dengan anak-anak itu dikarantina 10 hari dan menjalani penelitian.

Laporan Kementrian Pertanian menyebutkan penelitian kini dilakukan terhadap peternakan ayam di 16 propinsi. Tim akan memisahkan-misahkan 7 juta ayam yang kemungkinan terjangkit terkena virus H5N1 itu. Propinsi Suphan Buri merupakan wilayah yang paling parah terjangkit wabah itu.

Kamboja

Sementara itu FAO dalam laporannya kemarin menyatakan sejumlah peternakan ayam di luar ibukota Kamboja, Phnom Penh, terjangkit virus H5N1 yang menyebabkan penyakit flu burung. "Wabah flu burung telah terjadi di Kamboja. Kini tinggal menunggu pernyataan pemerintah tentang adanya wabah ini," kata juru bicara FAO.

Tim peneliti Kamboja telah mengirim sampel yang diduga terkena penyakit itu, ke Prancis. Dalam sampel yang diambil dari peternakan ayam di luar Phnom Penh, ditemukan virus H5N1, isi laporan FAO itu.(yud/afp)

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)