kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Sabtu Kliwon, 24 Januari 2004

 Ekonomi


Ahli Desain, Kelemahan Industri TPT Bali

Denpasar (Bali Post) -
Kelemahan mendasar yang ada pada pengusaha TPT (tekstil dan produk tekstil) Bali adalah tidak dimilikinya tenaga ahli untuk melakukan design dan product development management. Padahal selama ini sebagian besar produknya diekspor ke mancanegara.

Hal tersebut disampaikan Dewan Penasehat DPD Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Bali Putu Antara dan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Bali I K.G. Mendra, S.E., di kantornya, Jumat (23/1) kemarin. Putu Antara menyatakan permasalahan pertekstilan di Bali sangat kompleks. Namun demikian, dia menilai industri TPT di Bali masih bisa bertahan menghadapi pembebasan kuota 2005. Dikatakannya, meski memiliki berbagai kekurangan, industri TPT Bali sebenarnya memiliki kekuatan yang bisa dijadikan modal utama untuk bersaing di pasar TPT global. Salah satunya dengan mengandalkan image Bali yang memang sudah terkenal di dunia.

Disamping memanfaatkan image Bali, produk-produk TPT Bali yang diekspor umumnya memiliki kekhasan atau daya tarik tersendiri. Kreativitas maupun pengembangan teknologi dan riset produk, menurut Antara, merupakan bagian-bagian produksi yang harus dimiliki pengusaha TPT Bali bila mau bersaing dalam era bebas kuota. ''Pengusaha TPT harus memiliki tenaga ahli untuk melakukan design dan product development management. Paling tidak pengusaha harus paham perkembangan mode yang ada di dunia dengan cara mengikuti pameran-pameran produk,'' katanya.

Selama ini Antara melihat jumlah pengusaha TPT di Bali yang mau aktif dan mengikuti perkembangan serta berinvestasi dalam bidang research and development masih sangat sedikit. Dia mengamati kebanyakan dari perusahaan-perusahaan garmen yang berkembang di Bali hanya menunggu dan melakukan order. Selain itu berdasarkan pengamatannya, pengusaha garmen di Bali juga belum banyak yang menjalankan usaha di bidang retail. Padahal dengan melakukan penjualan secara ritel pengusaha dapat melihat secara langsung reaksi pasar dan dengan mudah akan mengetahui keinginan pasar.

Kuota Satu Persen

Mendra menambahkan, tidak sama seperti tahun-tahun sebelumnya, tahun ini Bali memperoleh kuota TPT tambahan sebesar satu persen. Jatah tambahan yang diberikan pusat ini nantinya akan dibagi secara merata kepada seluruh pengusaha TPT yang ada di Bali. Jadi pada 2004 ini setiap pengusaha akan memperoleh tambahan dari pembagian kuota satu persen, disamping jatah pengusaha tersebut karena kinerja perusahaannya.

Menurutnya, pemberian jatah tambahan pada tahun terkahir diberlakukannya kuota TPT ini merupakan prestasi tersendiri bagi Bali. Itu artinya, Bali dianggap telah berhasil memenuhi kuota-kuota yang selama ini diberikan oleh negara-negara tertentu. ''Tambahan satu persen tersebut merupakan perhatian pemerintah pusat dan keberhasilan pengusaha TPT di Bali dalam memenuhi kuota yang selama ini diberikan,'' katanya.

Dijelaskan Mendra, selama ini yang memberikan kuota untuk pengusaha TPT di Bali adalah Amerika Serikat (AS), Kanada, Uni Eropa, dan Turki. Persentase terbesar dari keseluruhan kuota tersebut berasal dari AS. Jumlah kuota yang diberikan ke masing-masing pengusaha ditentukan atas dasar keberhasilan pengusaha tersebut memenuhi kuota tahun sebelumnya. Sampai saat ini, ungkap Mendra, dilihat dari sedikitnya pengusaha yang mengembalikan kuota mereka, pengusaha-pengusaha Bali masih bisa dikategorikan berhasil memenuhi kuota. (iah)

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)