kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Sabtu Kliwon, 24 Januari 2004

 Bali


Keracunan Ikan Tuna akibat Zat Istamin

Denpasar (Bali Post) -
Keracunan yang dialami sejumlah karyawan PT DIF Nusantara, Selasa (20/1) lalu, diduga akibat ikan tuna yang mengandung zat istamin. Zat tersebut diduga paling potensial mengakibatkan keracunan. Demikian dikatakan Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM) Denpasar, Drs. H. Djoko Sunarjo, Apt., S.Psi., M.M. saat ditemui di kantornya, Jumat (23/1) kemarin.

Dikatakan, pada dasarnya ada dua jenis ikan yang perlu diwaspadai oleh masyarakat. Yakni ikan tuna dan ikan butek. Bahkan untuk ikan jenis butek, tingkat kandungan racunnya cukup tinggi. Artinya, bila seseorang terkena racun dari jenis ikan tersebut bisa berakibat kematian.

Namun untuk jenis ikan tuna, tidak demikian. Ikan tuna memang di dalamnya mengandung zat istidin. Bila ikan tuna ini disimpan terlalu lama, sangat potensial zat istidin itu berubah menjadi zat istamin. Di mana zat tersebut sangat membahayakan manusia. "Dari beberapa kasus keracunan ikan tuna, penyebabnya kebanyakan akibat zat istamin itu. Zat itu dapat menyebabkan muntah-muntah atau mual. Sedangkan yang disebabkan oleh cara memasaknya, sangat kecil," ujar Djoko.

Untuk memastikan penyebab keracunan karyawan PT DIF Nusantara, pihaknya harus melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Untuk itu, yang diperlukan untuk mendeteksi penyebab keracunan itu adalah sisa ikan tuna yang dimakan oleh para karyawan itu. Namun sampai kemarin, pihak Badan POM mengaku belum dapat kiriman sampel dari rumah sakit. Sebab, kalau yang diperiksa ikan lain, hasilnya tidak akan tepat. Karena antara satu ikan dan ikan lainnya, kandungan zat istaminnya tidak mungkin sama.

Sementara itu, Kepala Sub. Divisi Informasi dan Pemasaran RS Sanglah, Putu Putra Wisada, yang ditemui mengakui belum mengirimkan sampel sisa makanan ke Badan POM Denpasar. Masalahnya, pihak rumah sakit bertugas untuk merawat pasien yang mengalami keracunan. Soal pemeriksaan sampel makanan, sebenarnya bukan menjadi tanggung jawabnya. (kmb12)

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)