kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Sabtu Pon, 8 Maret 2003

 Nusantara


Amrozy Siap Dihukum Mati

Tersangka utama bom Bali Amrozy, tampaknya siap betul dengan hukuman yang bakal diterimanya. Ketika diserahkan ke Kejaksaan Tinggi Bali, Jumat (7/3) kemarin, tak sedikit pun tampak ada penyesalan di wajahnya. Laki-laki asal Lamongan, Jawa Timur itu tetap menebarkan senyum kepada setiap orang yang memperhatikannya. Bagaimana kesiapannya menghadapi sidang yang akan digelar April nanti?

-------------------

TERSANGKA bom Bali yang satu ini memang punya ciri khas. Senyum. Sepertinya tiada hari yang dia lewatkan tanpa senyum.

Saat penyerahan dirinya ke kejaksaan Jumat kemarin, senyum itu muncul lagi. Memakai baju tahanan warna biru tua, celana pendek biru muda dan sandal jepit biru, dia tetap tersenyum walaupun dikawal petugas Brimob bersenjata lengkap.

''Sehat-sehat saja dan siap sidang,'' katanya ketika ditanya wartawan tentang kondisinya. Tak hanya itu, dia juga mengaku tidak dendam kepada sang adik, Ali Imron, yang telah membeberkan semua kronologi perakitan dan peledakan bom. ''Itu keahliannya dia, aku cuma tukang belanja,'' kata Amrozy.

Bali Post sempat mewawancarai Amrozy saat digiring menuju kendaraan taktis milik Polda Bali seusai menandatangani serah terima itu. Berikut petikan tanya jawab singkat itu.

Bagaimana perasaan Anda setelah berkasnya dinyatakan lengkap?
Oo... biasa-biasa saja (sambil tersenyum).

Apakah ada keluhan selama pemeriksaan di kepolisian?
Tidak ada, tidak ada. Tak ada keluhan apa pun dari saya.
Apakah Anda siap mengikuti jalannya persidangan?
Ya... saya siap.
Siap dihukum mati?
Apa pun hukumannya, saya siap menerima semua itu.

Apakah Anda tidak kangen dengan anak dan istri?
Itu sih naluri biologis manusia. Siapa saja akan mengalami perasaan seperti itu.
Begitu turun dari tangga di gedung Kejati Bali, Amrozy digiring ke kendaraan rantis laja yang ada di depan kantor kejaksaan tersebut. (yad/wah)

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)