Amrozy Siap
Dihukum Mati
Tersangka utama bom
Bali Amrozy, tampaknya siap betul dengan hukuman yang
bakal diterimanya. Ketika diserahkan ke Kejaksaan Tinggi
Bali, Jumat (7/3) kemarin, tak sedikit pun tampak ada
penyesalan di wajahnya. Laki-laki asal Lamongan, Jawa
Timur itu tetap menebarkan senyum kepada setiap orang yang
memperhatikannya. Bagaimana kesiapannya menghadapi sidang
yang akan digelar April nanti?
-------------------
TERSANGKA
bom Bali yang satu ini memang punya ciri khas. Senyum.
Sepertinya tiada hari yang dia lewatkan tanpa senyum.
Saat penyerahan
dirinya ke kejaksaan Jumat kemarin, senyum itu muncul
lagi. Memakai baju tahanan warna biru tua, celana pendek
biru muda dan sandal jepit biru, dia tetap tersenyum
walaupun dikawal petugas Brimob bersenjata lengkap.
''Sehat-sehat saja
dan siap sidang,'' katanya ketika ditanya wartawan tentang
kondisinya. Tak hanya itu, dia juga mengaku tidak dendam
kepada sang adik, Ali Imron, yang telah membeberkan semua
kronologi perakitan dan peledakan bom. ''Itu keahliannya
dia, aku cuma tukang belanja,'' kata Amrozy.
Bali Post sempat
mewawancarai Amrozy saat digiring menuju kendaraan taktis
milik Polda Bali seusai menandatangani serah terima itu.
Berikut petikan tanya jawab singkat itu.
Bagaimana perasaan
Anda setelah berkasnya dinyatakan lengkap?
Oo... biasa-biasa saja (sambil tersenyum).
Apakah ada keluhan
selama pemeriksaan di kepolisian?
Tidak ada, tidak ada. Tak ada keluhan apa pun dari saya.
Apakah Anda siap mengikuti jalannya persidangan?
Ya... saya siap.
Siap dihukum mati?
Apa pun hukumannya, saya siap menerima semua itu.
Apakah Anda tidak
kangen dengan anak dan istri?
Itu sih naluri biologis manusia. Siapa saja akan mengalami
perasaan seperti itu.
Begitu turun dari tangga di gedung Kejati Bali, Amrozy
digiring ke kendaraan rantis laja yang ada di depan kantor
kejaksaan tersebut. (yad/wah)
|