Sebelum Jatuh,
Air Algerie Alami Kerusakan Mesin
Aljier -
Kecelakaan yang dialami pesawat Boeing 737 Air Algerie
Kamis lalu bukan karena serangan teroris melainkan murni
kerusakan mesin. "Tidak ada bukti-bukti yang
menyakinkan kita bahwa kecelakaan itu akibat serangan
teroris," kata Hamid Hamidi, juru bicara maskapai
penerbangan Air Algerie, Jumat (7/3) kemarin.
Pesawat dengan nomor
penerbangan 6289 itu, jatuh sesaat setelah lepas landas
dari bandara Tamanrasset di Aljasair selatan. Pesawat yang
mengangkut 97 penumpang dan 6 awak itu, menukik ke tanah
setelah mesinnya terbakar. Akibat kecelakaan itu 102 orang
tewas dan seorang pemuda selamat meskipun mengalami luka
yang cukup parah.
Saksi mata yang
berada di bandara Tamanrasset menjelaskan salah satu dari
2 mesin pesawat, terbakar saat akan lepas landas dan jatuh
600 meter dari bandara. Pernyataan serupa juga dilontarkan
pejabat dari bandara Tamanrasset yang menyebutkan pesawat
tiba-tiba berubah arah setelah mulai terbang dari ujung
landasan.
Di antara korban
jiwa terdapat 7 warga Prancis. Presiden Prancis Jacques
Chirac mengirim ucapan bela sungkawa kepada mitranya
presiden Aljasair Abdelaziz Bouteflika atas kecelakaan
itu. Pemimpin Aljasair itu juga mengirim pesan yang sama
kepada keluarga korban asal Prancis. Kantor Kementrian
Luar Negeri Prancis menyatakan sejumlah warga Prancis
tewas dalam penerbangan itu, tanpa memberikan perincian.
Hamidi menyatakan hanya 6 warga Prancis yang tewas akibat
kecelakaan itu. Ia menambahkan 39 penumpang hendak menuju
ke Aljier sementara 58 sisanya akan turun di Ghardia.
Pesawat naas itu dijadwalkan akan menuju Aljier melewati
kota di padang pasir Ghardia.
PM Ali Benflis
membentuk unit khusus untuk menyelidiki kasus kecelakaan
itu. Unit darurat kedua dibentuk oleh pejabat bandara
Tamanrasset untuk memberikan informasi kepada keluarga
korban. Menteri Dalam Negeri Yazid Zerhouni menjelaskan
setelah tim terbentuk langsung diperintahkan untuk
menyelidiki penyebab jatuhnya pesawat Air Algerie itu.
Teknisi Air Algerie menyebutkan pesawat yang jatuh
tersebut merupakan salah satu dari 3 pesawat baru yang
dimiliki maskapai itu. Meskipun jauh-jauh hari muncul
seruan untuk memperbaharui armada Air Algerie yang
sebagian besar merupakan pesawat tua.(yud/afp)
|