Pansus
Tatib Konsultasi ke Jakarta
Terkesan
hanya Jalan-jalan ----
Denpasar
(Bali Post) -
Kepergian 14 orang Pansus Tatib dari 25 anggota ke Jakarta
ternyata membuahkan kesan kurang enak. Kesan berlebihan
tidak hanya datang dari masyarakat awam, juga dari anggota
DPRD Bali sendiri. ''Ini berlebihan dan hanya untuk
jalan-jalan,'' kata salah seorang anggota DPRD Bali, Jumat
(7/3) kemarin.
Dikatakan, kepergian
14 orang itu terlalu berlebihan. ''Syukur pemilihan kepala
daerah tak serempak di Indonesia. Bila bersamaan, kan
Mendagri kewalahan menerima anggota Pansus yang sekadar
konsultasi,'' katanya.
Sejumlah anggota
Pansus yang tak ikut ke Jakarta, Jumat (7/3) kemarin masih
menghadiri kegiatan rutin di Dewan. Mereka itu di
antaranya Nuastha, Hardika, Poniti dan Dangin. Poniti
mengaku tak ikut ke Jakarta, karena pada saat bersamaan
terlibat dalam kepanitiaan sejumlah pura yang upacaranya
minggu ini. Nuastha juga tak ke Jakarta karena ada
kesibukan di Bali. Demikian halnya dengan Hardika. ''Buat
apa ke Jakarta, toh bukan untuk membuat keputusan,''
katanya.
Lebih lanjut sumber
tak mau disebutkan jatidirinya mengaku heran melihat
kepergian teman sejawatnya itu. Menurutnya, pasal 15 PP
151/2000 ayat 4 sudah cukup mengakomodir kepentingan tiap
fraksi untuk menyampaikan pasangan calonnya. Tegasnya,
tiap fraksi akan berusaha menyampaikan aspirasi pasangan
calonnya. ''Kekhawatiran anggota Pansus dari Fraksi PDI-P
terlalu berlebihan,'' ujarnya mengomentari alasan
penambahan satu ayat tersebut.
Ayat yang hendak
ditambah dan dikonsultasikan ke Jakarta pada pasal 15 PP
151/2000 yakni jika sampai batas waktu ditentukan fraksi
di luar PDI-P tak mengajukan pasangan calon, Fraksi PDI-P
berhak mengajukan satu tambahan paket lagi.
Menurutnya, fraksi
lain tak akan sampai tak mengajukan pasangan calon karena
itu menyangkut kredibilitas fraksinya.
Informasi dari Humas
Dewan, keberangkatan ke Jakarta per orang dibiayai sekitar
Rp 3 juta. Dari biaya Rp 3 juta, untuk pesawat Rp
1.074.000 tiap keberangkatan dan kembalinya dengan dana
yang sama. Sedangkan fasilitas hotel tak perlu karena
mereka tinggal di Mes Perwakilan Pemprop Bali di Jakarta.
''Ditambah uang saku selama tiga hari sekitar Rp 500.000.
Ancer-ancer per orang menghabiskan sekitar Rp 3 juta,''
ujarnya. (029)
|