kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Sabtu Pon, 8 Maret 2003

 Bali


Pansus Tatib Konsultasi ke Jakarta
Terkesan hanya Jalan-jalan ----

Denpasar (Bali Post) -
Kepergian 14 orang Pansus Tatib dari 25 anggota ke Jakarta ternyata membuahkan kesan kurang enak. Kesan berlebihan tidak hanya datang dari masyarakat awam, juga dari anggota DPRD Bali sendiri. ''Ini berlebihan dan hanya untuk jalan-jalan,'' kata salah seorang anggota DPRD Bali, Jumat (7/3) kemarin.

Dikatakan, kepergian 14 orang itu terlalu berlebihan. ''Syukur pemilihan kepala daerah tak serempak di Indonesia. Bila bersamaan, kan Mendagri kewalahan menerima anggota Pansus yang sekadar konsultasi,'' katanya.

Sejumlah anggota Pansus yang tak ikut ke Jakarta, Jumat (7/3) kemarin masih menghadiri kegiatan rutin di Dewan. Mereka itu di antaranya Nuastha, Hardika, Poniti dan Dangin. Poniti mengaku tak ikut ke Jakarta, karena pada saat bersamaan terlibat dalam kepanitiaan sejumlah pura yang upacaranya minggu ini. Nuastha juga tak ke Jakarta karena ada kesibukan di Bali. Demikian halnya dengan Hardika. ''Buat apa ke Jakarta, toh bukan untuk membuat keputusan,'' katanya.

Lebih lanjut sumber tak mau disebutkan jatidirinya mengaku heran melihat kepergian teman sejawatnya itu. Menurutnya, pasal 15 PP 151/2000 ayat 4 sudah cukup mengakomodir kepentingan tiap fraksi untuk menyampaikan pasangan calonnya. Tegasnya, tiap fraksi akan berusaha menyampaikan aspirasi pasangan calonnya. ''Kekhawatiran anggota Pansus dari Fraksi PDI-P terlalu berlebihan,'' ujarnya mengomentari alasan penambahan satu ayat tersebut.

Ayat yang hendak ditambah dan dikonsultasikan ke Jakarta pada pasal 15 PP 151/2000 yakni jika sampai batas waktu ditentukan fraksi di luar PDI-P tak mengajukan pasangan calon, Fraksi PDI-P berhak mengajukan satu tambahan paket lagi.

Menurutnya, fraksi lain tak akan sampai tak mengajukan pasangan calon karena itu menyangkut kredibilitas fraksinya.

Informasi dari Humas Dewan, keberangkatan ke Jakarta per orang dibiayai sekitar Rp 3 juta. Dari biaya Rp 3 juta, untuk pesawat Rp 1.074.000 tiap keberangkatan dan kembalinya dengan dana yang sama. Sedangkan fasilitas hotel tak perlu karena mereka tinggal di Mes Perwakilan Pemprop Bali di Jakarta. ''Ditambah uang saku selama tiga hari sekitar Rp 500.000. Ancer-ancer per orang menghabiskan sekitar Rp 3 juta,'' ujarnya. (029)

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)