Perseden
Rombak Ofisial Tim
Denpasar
(Bali Post) -
Kepastian dana yang hanya Rp 2 milyar dari Pemkot Denpasar
berimbas kepada ofisial tim divisi I Perseden. Pengurus
tim Laskar Catur Muka akan merombak komposisi manajer,
pelatih, asisten pelatih, dan para pemain yang kini
menjalani seleksi.
Manajer merangkap
pelatih kepala Solekan, asisten pelatih Edward Tjong dan
Tukijan Teguh, serta skuad tim khususnya pemain luar Bali
dan asing, digusur. Penggantinya disesuaikan dengan
kemampuan kantong Perseden. ''Dana Rp 2 milyar tak cukup
untuk mengontrak pelatih dan pemain yang ada saat ini,''
ujar Sekretaris Tim Wayan Sudiarta, S.H., Jumat (19/12)
kemarin.
Ia berharap
pemulangan pemain dan pemberhentian catering secepatnya
dilakukan. Kalau tidak, dikhawatirkan utang Perseden kian
membubung. ''Kami sedang menghitung berapa pengeluaran
Perseden per hari. Sementara tim akan secepatnya dibentuk
karena kompetisi sudah makin dekat. Tentu materinya lokal
ditambah beberapa pemain bagus yang dipantau dari
kompetisi internal Perseden,'' sebutnya.
Menurut Sudiarta,
penasihat teknik Tri Dwi Hantoro sebenarnya siap mengelola
Perseden dengan anggaran Rp 2 milyar. Cuma, ia ingin
kepastian kapan uang tersebut dicairkan Pemkot Denpasar.
Tri juga bersedia sebatas menyumbang kostum. Namun, jika
menalangi transportasi away naik pesawat, dia angkat
tangan. ''Kondisi pariwisata yang lesu berimbas pada usaha
garmen yang dikelola Pak Tri,'' ungkapnya seraya bersyukur
ada pengurus yang bersedia membenahi tim.
Kemarin, Sudiarta
bersama Wakil Bendahara Perseden Made Dwi Awantara, Wakil
Sekretaris Dede Ahmadi dan Ketua Umum Ketut Sukita,
mestinya menghadap Wali Kota Denpasar. Namun, karena
Sukita melakukan check-up, rencana tersebut terpaksa
dibatalkan.
Pada bagian lain,
beberapa fans Perseden (LCM) menanyakan kapan dana Rp 2
milyar akan dikeluarkan Pemkot Denpasar. Jika aspirasinya
tak ditanggapi, mereka bakal mengambil sikap dengan
mengerahkan massa pada Senin (22/12) nanti. (022)
|