kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Sabtu Kliwon, 20 Desember 2003

 Nusatenggara


Konfirmasi Ijazah Izzul Islam ....

Panlih Terbang ke Jakarta

Mataram (Bali Post) -
Kemelut keabsahan ijazah Wabup terpilih, H. Izzul Islam, tampaknya terus berlanjut. Setelah memanggil Ketua MTs NW Pancor, Mahyuddin, A.Md., kini giliran Ketua Panlih, Sumekar, S.H. didampingi Sekretaris Panlih, Ki Agus Ayahrul, serta ketua-ketua fraksi, Minggu (21/12) besok, terbang ke Jakarta guna meminta konfirmasi keabsahan ijazah SMU Persamaan Izzul Islam.

Sementara itu, Jumat (19/12) kemarin Bali Post memperoleh fotokopi penjelasan mengenai ijazah persamaan SMU milik Izzul Islam dari Kasi Kurikulum dan Sesjian, Sub Dinas Pendidikan SMU Dinas Dikmenti DKI Jakarta, yang ditandatangani Drs. Darsana Setiawan, M.Si. Surat bernomor 2082/1.851.3 itu ditujukan kepada Ketua DPRD Lombok Barat di Gerung. Dalam surat keluar berdasarkan permohonan dari DPRD Lombok Barat No. 170/967/DPRD/2003, tanggal 16 Desember 2003 tentang penjelasan status ujian persamaan SMU No. MUP 0001847 tanggal 17 Juni 2000 atas nama Muhammad Izzul Islam.

Surat tersebut menegaskan bahwa surat keterangan yang berpenghargaan sama dengan STTB SMU Program IPS (Uper SMU) tahun 2000 Nomor Seri: 01 Mup 0000485 dengan nomor ujian 7700489 adalah milik Lilis Setiawati, sedangkan blangko nomor seri: 01 MUP 0001847 tidak dikeluarkan Panitia Ujian Persamaan SMU tahun 2000 DKI Jakarta. Surat tersebut ditujukan kepada Ketua DPRD Lombok Barat, ditembuskan kepada Gubernur DKI Jakarta, Gubernur NTB, Forum Peduli Masyarakat Madani (FPMM) Lombok Barat, Kepala Dinas Dikmenti DKI Jakarta dan Kepala Sub Dinas Pendidikan SMU.

Inisiatif Panlih

Sumekar mengatakan keberangkatannya ke Jakarta adalah inisiatif panlih. Hal ini dilakukan agar permasalahan mengenai ijazah tokoh muda PPP itu menjadi jelas dan tak meragukan lagi. ''Kami berangkat Minggu dan Senin pertemuan dijadwalkan. Ini kami lakukan agar permasalahannya menjadi jelas,'' kata Sumekar.

Dia menambahkan, kendati berinisiatif menelusuri keabsahan ijazah Izzul Islam ke Jakarta, rapat paripurna khusus tahap kedua yang dijadwalkan Sabtu (20/12) ini tetap dilangsungkan. ''Rapat paripurna khusus tahap kedua yang kami jadwalkan besok (Sabtu-red) tetap berjalan sebagaimana dijadwalkan. Apakah dalam rapat itu akan diterima kemudian ditetapkan pasangan terpilihnya -- Iskandar/Izzul Islam, atau sebaliknya ditolak, kita lihat saja nanti,'' katanya.

Menyinggung beredarnya surat penjelasan keabsahan ijazah SMU persamaan Izzul Islam yang dikeluarkan Dinas Pendidikan Menengah dan Tinggi DKI Jakarta, Sumekar mengatakan, jika masih fotocopi, pihaknya masih meragukannya kendati ada stempel termasuk nomor dan kop suratnya. ''Yang namanya fotokopi, terus terang kami masih meragukan kebenarannya. Karena itulah, kami sebagai Ketua Panlih bersama sekretaris panlih dan ketua-ketua fraksi yang ada di lembaga legislatif ini akan segera berangkat ke Jakarta. Kami ingin ngecek langsung kebenarannya,'' kata Sumekar.

Sebagaimana diberitakan, riwayat pendidikan Izzul Islam, SD di SDN I Sandik Gunung Sari 1983. Madrasah Tsanawiyah (MTs) Nahdlatul Wathan, Pancor, Lombok Timur tahun 1986 dan SMU persamaan di Jakarta tahun 2000. Khusus di MTs, tak dilengkapi ijazah atau surat tanda tamat belajar (STTB) sebagaimana layaknya siswa lulus. Izzul tamat MTs, berbekalkan surat keterangan dari kepala MTs NW Pancor, Mahyuddin, A.Md. tertanggal 20 September 2003 bernomor 340/E.II/Mts/45/41/2003. Keraguan atas surat keterangan ini, akhirnya terjawab setelah Kepala MTs NW Pancor, Mahyuddin, datang ke DPRD Lombok Barat, Kamis (18/12) mengklarifikasi masalah itu. Mahyuddin menyatakan benar bahwa Izzul Islam menamatkan studinya di tempat itu. (047)

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)