|
Konfirmasi Ijazah Izzul Islam ....
Panlih Terbang
ke Jakarta
Mataram
(Bali Post) -
Kemelut keabsahan ijazah Wabup terpilih, H. Izzul Islam,
tampaknya terus berlanjut. Setelah memanggil Ketua MTs NW
Pancor, Mahyuddin, A.Md., kini giliran Ketua Panlih,
Sumekar, S.H. didampingi Sekretaris Panlih, Ki Agus
Ayahrul, serta ketua-ketua fraksi, Minggu (21/12) besok,
terbang ke Jakarta guna meminta konfirmasi keabsahan
ijazah SMU Persamaan Izzul Islam.
Sementara
itu, Jumat (19/12) kemarin Bali Post memperoleh fotokopi
penjelasan mengenai ijazah persamaan SMU milik Izzul Islam
dari Kasi Kurikulum dan Sesjian, Sub Dinas Pendidikan SMU
Dinas Dikmenti DKI Jakarta, yang ditandatangani Drs.
Darsana Setiawan, M.Si. Surat bernomor 2082/1.851.3 itu
ditujukan kepada Ketua DPRD Lombok Barat di Gerung. Dalam
surat keluar berdasarkan permohonan dari DPRD Lombok Barat
No. 170/967/DPRD/2003, tanggal 16 Desember 2003 tentang
penjelasan status ujian persamaan SMU No. MUP 0001847
tanggal 17 Juni 2000 atas nama Muhammad Izzul Islam.
Surat
tersebut menegaskan bahwa surat keterangan yang
berpenghargaan sama dengan STTB SMU Program IPS (Uper SMU)
tahun 2000 Nomor Seri: 01 Mup 0000485 dengan nomor ujian
7700489 adalah milik Lilis Setiawati, sedangkan blangko
nomor seri: 01 MUP 0001847 tidak dikeluarkan Panitia Ujian
Persamaan SMU tahun 2000 DKI Jakarta. Surat tersebut
ditujukan kepada Ketua DPRD Lombok Barat, ditembuskan
kepada Gubernur DKI Jakarta, Gubernur NTB, Forum Peduli
Masyarakat Madani (FPMM) Lombok Barat, Kepala Dinas
Dikmenti DKI Jakarta dan Kepala Sub Dinas Pendidikan SMU.
Inisiatif
Panlih
Sumekar
mengatakan keberangkatannya ke Jakarta adalah inisiatif
panlih. Hal ini dilakukan agar permasalahan mengenai
ijazah tokoh muda PPP itu menjadi jelas dan tak meragukan
lagi. ''Kami berangkat Minggu dan Senin pertemuan
dijadwalkan. Ini kami lakukan agar permasalahannya menjadi
jelas,'' kata Sumekar.
Dia
menambahkan, kendati berinisiatif menelusuri keabsahan
ijazah Izzul Islam ke Jakarta, rapat paripurna khusus
tahap kedua yang dijadwalkan Sabtu (20/12) ini tetap
dilangsungkan. ''Rapat paripurna khusus tahap kedua yang
kami jadwalkan besok (Sabtu-red) tetap berjalan
sebagaimana dijadwalkan. Apakah dalam rapat itu akan
diterima kemudian ditetapkan pasangan terpilihnya --
Iskandar/Izzul Islam, atau sebaliknya ditolak, kita lihat
saja nanti,'' katanya.
Menyinggung
beredarnya surat penjelasan keabsahan ijazah SMU persamaan
Izzul Islam yang dikeluarkan Dinas Pendidikan Menengah dan
Tinggi DKI Jakarta, Sumekar mengatakan, jika masih
fotocopi, pihaknya masih meragukannya kendati ada stempel
termasuk nomor dan kop suratnya. ''Yang namanya fotokopi,
terus terang kami masih meragukan kebenarannya. Karena
itulah, kami sebagai Ketua Panlih bersama sekretaris
panlih dan ketua-ketua fraksi yang ada di lembaga
legislatif ini akan segera berangkat ke Jakarta. Kami
ingin ngecek langsung kebenarannya,'' kata Sumekar.
Sebagaimana
diberitakan, riwayat pendidikan Izzul Islam, SD di SDN I
Sandik Gunung Sari 1983. Madrasah Tsanawiyah (MTs)
Nahdlatul Wathan, Pancor, Lombok Timur tahun 1986 dan SMU
persamaan di Jakarta tahun 2000. Khusus di MTs, tak
dilengkapi ijazah atau surat tanda tamat belajar (STTB)
sebagaimana layaknya siswa lulus. Izzul tamat MTs,
berbekalkan surat keterangan dari kepala MTs NW Pancor,
Mahyuddin, A.Md. tertanggal 20 September 2003 bernomor
340/E.II/Mts/45/41/2003. Keraguan atas surat keterangan
ini, akhirnya terjawab setelah Kepala MTs NW Pancor,
Mahyuddin, datang ke DPRD Lombok Barat, Kamis (18/12)
mengklarifikasi masalah itu. Mahyuddin menyatakan benar
bahwa Izzul Islam menamatkan studinya di tempat itu. (047)
|