Pemimpin
harus Bermoral
Jakarta
(Bali Post) -
Kepemimpinan (leadership) yang baik -- termasuk di
lingkungan TNI/Polri -- haruslah berlandaskan keteguhan
dan kebesaran moral. Tanpa itu, kepemimpinan tidak akan
memberi hasil sesuai yang diharapkan. ''Hanya dengan moral
yang baik, insya Allah kalian akan menampilkan
kepemimpinan dan hasil-hasil yang baik. Hanya dengan
kepemimpinan yang baik pula, kalian akan menjadi perwira
yang tangguh, profesional, dan mampu melanjutkan tradisi
kejuangan TNI dan Polri,'' kata Presiden Megawati
Soekarnoputri di depan 816 perwira remaja TNI/Polri yang
dilantik di Istana Merdeka Jakarta, Jumat (19/12) kemarin.
Kata Mega, perlunya
moral yang baik itu makin terasa penting di saat bangsa
Indonesia mengalami masa peralihan seperti saat ini. ''Diperlukan
kepekaan sikap untuk menghadapi itu semua. Sebagai perwira,
kalian dituntut untuk selalu peka dan terus meningkatkan
kepekaan terhadap setiap gerak dan kecenderungan perubahan
itu,'' pinta Presiden. Moral yang baik itu pun, menurut
Presiden, akan membantu seluruh jajaran TNI/Polri dalam
menjalankan tugasnya. Apalagi di masa depan, tanggung
jawab dan tugas TNI/Polri terhadap negara akan makin berat.
''Kita akan memerlukan TNI yang tangguh dan profesional
dalam menjalankan serta memepertahankan kedaulatan dan
keutuhan NKRI. Kita juga memerlukan Polri yang tangguh dan
profesional dalam menjalankan peran menjaga ketenteraman
dan keamanan masyarakat serta penegakan hukum,'' kata
Megawati.
Adhi
Makayasa Seperti tahun-tahun sebelumnya, dalam
acara yang dikenal juga dengan nama Prasetya Perwira (Praspa)
TNI/Polri itu, Presiden menyematkan penghargaan kepada
para lulusan terbaik yang disebut dengan Bintang Adhi
Makayasa. Empat orang itu adalah Letnan Dua (Infanteri)
Constantinus Rusmanto, Letnan Dua (Laut) Anugerah
Anurullah, Letnan Dua (Penerbang) Henry Prasetyo dan
Inspektur Polisi Dua (Ipda) Wirdhana Hadicaksono.
Sementara itu, dari
816 perwira muda yang dilantik, rinciannya; 295 orang
berasal dari Akademi Militer (Akmil, Magelang), 131
perwira berasal dari Akademi Angkatan Udara (AAU,
Yogyakarta), 147 orang dari Akademi Angkatan Laut (AAL,
Surabaya) dan 243 orang dari Akademi Kepolisian (Akpol,
Semarang). (kmb5)
|