kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Sabtu Kliwon, 20 Desember 2003

 Nusantara


DPDK Disunat, Belasan Kades Protes

Banyuwangi (Bali Post) -
Tercatat 16 kepala desa (kades) di Kecamatan Kabat, Kabupaten Banyuwangi memprotes pemotongan dana pembangunan desa/kelurahan (DPDK) tahun anggaran 2003 oleh Kasi Pemerintahan Desa, M. Lutfi, S.Sos. Besar potongan mencapai Rp 6,3 juta/desa. Oleh Lutfi, dana tersebut digunakan untuk biaya pelatihan perangkat dan PKK desa, pembelian hand phone (HP) kepala desa dan pinjaman camat.

"Tanpa musyawarah, Lutfi langsung menyodorkan rincian biaya yang harus dikeluarkan desa. Jelas kami keberatan. Apalagi tertulis pinjaman camat Rp 500 ribu/desa dan pembelian HP Rp 1,5 juta," ungkap Koordinator Forum Komunikasi Kepala Desa (Fokus) Kecamatan Kabat, Machfud Ali, Jumat (19/12) kemarin.

Menurutnya, DPDK yang diterima desa/kelurahan di Kabupaten Banyuwangi tahun ini Rp 15 juta/desa. Dana tersebut diproyeksikan untuk membiayai kegiatan pembangunan fisik, pembelian alat tulis kantor (ATK), pelatihan perangkat desa, kegiatan Badan Perwakilan Desa (BPD), kegiatan karang taruna/kepemudaan, olah raga dan PKK. Sedangkan pembelian HP tidak tertuang dalam daftar alokasi DPDK tahun anggaran 2003. ''Kades dan pengurus BPD nggak berani pinjam, camat justru mau pinjam. Ini gimana. Lutfi saya tanya, katanya ini kesepakatan. Kesepakatan siapa," lanjutnya.

Pemotongan itu, membuat 16 kades di Kecamatan Kabat kesulitan menggelar kegiatan desa, karena sisa DPDK hanya Rp 8,7 juta. Untuk sementara dana tersebut disimpan Sekretaris Desa selaku penanggung jawab operasional kegiatan, sambil menunggu tanggapan BPD atas kasus tersebut. Machfud bersama 15 Kades lainnya akhirnya melaporkan kasus itu ke Badan Pengawas Daerah (Banwasda). "Rincian yang ditandatangani Lutfi sudah saya serahkan ke Banwasda," akunya. Ketua Banwasda Banyuwangi, Drs. H. Soewarno mengaku sudah memanggil M. Lutfi, S.Sos. untuk dimintai keterangan. Kata Soewarno, Lutfi membantah pemotongan DPDK Kecamatan Kabat. Dia mengaku hanya menerima titipan biaya pelatihan dari 16 kades. Untuk membuktikan pengakuan Lutfi, Soewarno akan memanggil 16 kades untuk dipertemukan dengan Lutfi. "Pemeriksaan terus dikembangkan sampai ada titik terang, bagaimana sesungguhnya kasus itu. Sementara ini, mereka kami panggil satu per satu. Nanti, mereka saya panggil bareng (bersamaan-red)," katanya. Termasuk Camat Kabat, Drs. Sugeng Siswanto? Soewarno mengatakan bahwa pemeriksaan belum mengarah pada camat. Sementara masih dikonsentrasikan pada lembar rincian biaya kegiatan yang dikoordinasi M. Lutfi dari DPDK. Namun tidak menutup kemungkinan, Camat Kabat juga akan diperiksa dalam kasus tersebut. "Sementara Lutfi dan Kades dulu karena mereka yang bersitegang. Ini pemeriksaan tahap pertama. Setelah mereka, baru Pak Camat," jelasnya sembari menambahkan bahwa hasil pemeriksaan akan dilaporkan kepada Bupati Banyuwangi, Ir. H. Samsul Hadi, melalui Sekkab. (gik)

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)