kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Sabtu Pon, 8 Nopember 2003

 Nusantara


Kesowo Buka-bukaan soal Tender Putra Presiden --

Perusahaan Rizki Bergerak di Bidang Agrobisnis

Masih ingat pidato pertama Presiden Megawati Soekarnoputri ketika menjabat sebagai presiden? Saat itu, ia menegaskan bahwa anak, suami, keponakan dan seluruh keluarganya diharamkan melakukan praktik KKN dan terlibat bisnis yang terkait dengan jabatannya sebagai presiden. Beberapa hari ini, putra sulungnya ''dihakimi'' DPR telah terlibat dalam bisnis tanah milik negara yang diadakan Sekretariat Negara. Sekneg/Sekab Bambang Kesowo mulai buka kartu atas masalah ini. Apa katanya?

DI Istana Negara kemarin ada bisik-bisik. Sekneg/Sekab Bambang Kesowo ingin menggelar jumpa pers. Keinginan itu disambut gembira. Sebab, beberapa hari ini, Kesowo memang sedang diincar wartawan untuk menjelaskan masalah keterlibatan putra sulung pasangan Dyah Permata Megawati Setyawati Soekarnoputri-Surindro, yaitu Muhammad Rizki Pratama.

Tatam, demikian panggilan Rizki, dibidik Panja DPR karena diduga terlibat tender di bawah tangan atas 30 hektar tanah negara bekas Bandar Udara Kemayoran. Sayangnya, jumpa pers terbatas untuk satu-dua televisi dan beberapa media cetak, termasuk Bali Post.

Apa isinya? Kesowo ingin memberikan penjelasan mengenai keterlibatan Tatam. Sebelumnya, dia menyangkal Tatam terlibat. Namun, karena desakan DPR begitu kuat disertai dengan bukti-bukti, Kesowo akhirnya buka suara. Kesowo mengakui Rizki Pratama, putra Presiden Megawati Soekarnoputri, memang terkait dengan rencana investasi di lahan seluas 17 hektar milik Sekretariat Negara di kawasan Kemayoran, Jakarta. Namun, menurut Kesowo, PT Theda Persada Nusantara (PT TPN) memiliki tanah itu melalui prosedur yang berlaku. Di perusahaan itu, Tatam menjabat wakil komisaris utama.

Saat Setneg akan menjual tanah yang sebelumnya dikelola PT Angkasa Pura itu sebenarnya ada perusahaan lain yang mengikuti lelang, yaitu PT Pusaka Ancol. PT TPN kemudian dipilih karena mengajukan penawaran pembelian dengan harga tertinggi. ''Saya jamin itu, karena saya yang memilih,'' katanya.

Untuk diketahui, yang pertama mengangkat isu keterlibatan Rizki dalam kepemilikan tanah tanpa melalui prosedur yang benar itu adalah Panitia Kerja (Panja) Kemayoran Komisi I DPR-RI. Menurut temuan Panja yang diungkap ketuanya, Effendy Choirie, Rizki yang menggandeng beberapa pengusaha keturunan Cina dan pengusaha asal negeri Tirai Bambu Li Zaoling itu, memiliki tanah tersebut tanpa melalui prosedur yang benar.

Megawati sendiri, menurut Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPR Tjahyo Kumolo, telah meminta agar Rizki segera mengundurkan diri dari PT TPN. Permintaan itu, menurut Tjahyo, ditanggapi Rizki dengan mempersiapkan surat pengunduran dirinya (BP, 7/11).

Kesowo yang mengaku tidak mendapatkan tekanan dari siapa pun, termasuk Megawati sebelum memberikan keterangannya itu, berharap masyarakat akan memperoleh gambaran yang jelas atas kasus itu. Menurutnya, hak setiap orang untuk menjalankan usaha, termasuk putra Presiden sekalipun. Asalkan cara yang ditempuhnya sesuai dengan aturan yang berlaku. ''Ini saya hadapi normal saja. Apa anak Presiden tidak boleh dagang? Saya pikir ini hak asasi beliau,'' katanya.

Menurut Kesowo, kasus itu bukan merupakan bukti bahwa Presiden telah melanggar janjinya untuk melarang anggota keluarganya menjalankan bisnis. Menurut pria alumnus Harvard University ini, Presiden hanya melarang anggota keluarganya untuk membuka peluang terjadinya KKN (korupsi, kolusi dan nepotisme), namun tidak pernah melarang mereka berbisnis.

''Yang pernah Presiden ikrarkan di depan Sidang Paripurna DPR, 16 Agustus 2001 lalu adalah secara pribadi saya telah mengumpulkan keluarga dekat untuk berjanji agar tidak membuka peluang KKN di dalam keluarga saya,'' ujar Kesowo mengutip pernyataan Megawati.

Negara Diuntungkan

Di tempat yang sama, Kepala Direktorat Pelaksana Pengendalian Kompleks Kemayoran Abdul Muis menjelaskan, tanah tersebut sebenarnya tidak dijual kepada PT TPN. PT TPN hanya diberikan hak pengelolaan lahan (HPL), namun mereka tetap harus membayar dengan jumlah sesuai nilai jual objek pajak (NJOP) yang berlaku di sana.

''Harga tanah berkisar antara Rp 2,4 juta hingga Rp 2,5 juta per meter persegi, yang sekaligus dijadikan harga pasaran dalam penentuan harga lahan di Kemayoran. Sementara TPN membayarkan kepada negara lebih besar daripada nilai tersebut. Artinya, negara diuntungkan,'' tegasnya.

TPN hingga sekarang masih berkantor di Gedung Dana Pensiunan Perkebunan, lantai dua, di Jalan Hayam Wuruk 4 Blok AX-BX, Jakarta Pusat. Kantor TPN tak besar. Berdiri pada 27 Januari 2003 dan disahkan kantor Meneg dan HAM pada 11 Maret 2003. Tatam menggandeng sejumlah pengusaha, yakni The Hok Bing sebagai Dirut PT TPN -- pengusaha asal Surabaya, Jawa Timur -- Direktur Utama Dana Pensiun Perkebunan Samingoen sebagai Komisaris Utama. Sedangkan Li Zhaoling selaku Direktur Organization and Beijing Returned Overseas Chinese Federation Partners dianggap sebagai pihak kedua. Tatam sendiri menduduki jabatan wakil komisaris utama PT TPN.

Tatam sulit diketahui. Termasuk, rumah tempat tinggalnya. Di Kebagusan, tempat tinggal Megawati, juga tak terdapat nama Tatam sebagai penghuni sehari-hari. Rumah itu lebih banyak kosong dan dihuni Puan Maharani bersama suaminya, Hapsoro --menantu Megawati yang pernah diusik kasus pembelian Sukhoi.

Menurut informasi, PT TPN itu sebuah perusahaan agrobisnis dan trading. Perusahaan ini baru saja, 31 Oktober lalu, menjalin kerja sama dengan Universitas Brawijaya Malang.

Rektor Universitas Brawijaya Prof. Dr. Ir. Bambang Guritno menandatangani naskah kerja sama dengan Direktur Utama PT Theda Persada Nusantara The Hok Bing. Kerja sama dilakukan bertujuan untuk meningkatkan mutu pendidikan, penelitian maupun jasa konsultasi untuk bidang pertanian dan kesehatan.

Ruang lingkup kerja sama kali ini mencakup pengembangan kualitas sumber daya manusia, penelitian dan konsultasi jasa agrobisnis, bioteknologi, jasa kesehatan, konsultasi menajemen serta kerja sama penelitian dengan universitas di Cina dan luar negeri lainnya. Naskah kerja sama yang berlaku selama lima tahun ini ditandatangani pula oleh Wakil Komisaris Utama PT Theda Persada Nusantara Moh. Rizki Pratama.

Sebuah kerja sama bisnis yang jauh berbeda dengan rencana pembangunan sebuah Cina Center di tanah Kemayoran itu. Kendati demikian, Tatam sudah diingatkan sang ibu agar mengundurkan diri secepatnya. Sayang, Tatam sendiri tak bisa dikonfirmasi mengenai kemauannya mundur dari bisnis di lingkaran kursi kekuasaan ini. (kmb5/kmb7)

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)