Saddam Surati
Mega
Jakarta
(Bali Post) -
Pemerintah Irak meminta Indonesia menjadi anggota
pendamping Tim Inspeksi Senjata Perserikatan Bangsa-Bangsa
(PBB) yang akan dikirim ke negeri itu dalam waktu dekat.
Permintaan itu disampaikan Presiden Saddam Hussien dalam
suratnya kepada Presiden Megawati Soekarnoputri yang
disampaikan Utusan Khusus Pemerintah Irak Human Abdul
Khaliq Abdul Ghafur yang menemuinya di Istana Negara
Jakarta, Rabu (2/10) kemarin.
Menanggapi
permintaan itu, kata Menteri Luar Negeri Hassan Wirajuda
yang turut mendampingi utusan khusus yang juga Menteri
Pendidikan Irak ini, Presiden menyambut dengan gembira. ''Presiden
menyampaikan bahwa kita terbuka untuk ikut berpartisipasi.''
Walaupun menyatakan
terbuka untuk berpartisipasi, Wirajuda mengaku belum dapat
menyebut bentuk partisipasi apa yang dapat diberikan
terhadap tim itu. ''Kita ingin tahu lebih persis, dan
mereka menjanjikan, akan memberikan informasi lebih lanjut
atas gagasan ini. Jadi, pada saat ini baru gagasan awal.
Kita ingin tahu lebih jauh,'' jelasnya.
Bagi pemerintah RI,
kesediaan Irak untuk menerima tim inspeksi senjata PBB
tanpa syarat itu merupakan sikap yang baik. ''Dari sini
akan kelihatan apakah betul atau tidak Irak mengembangkan
senjata pemusnah masal.''
Di tempat yang sama,
Mega juga menerima Mantan Presiden Afrika Selatan Nelson
Mandela. Usai pertemuan dilanjutkan dengan makan siang
bersama. Mandela tiba di Istana Negara Jakarta pukul 12.00
WIB dengan tetap mendapat pengawalan seperti seorang
presiden. ''Assalamualaikum,'' kata Mandela dengan ramah
kepada puluhan wartawan yang menunggunya di tangga Istana
Negara.
Mantan Presiden
Afsel ini pada awal September 2002 lalu pernah menemui
Presiden Megawati saat menghadiri KTT Pembangunan
Berkelanjutan di Johannesburg, Afsel. Pada saat itu,
Mandela mengatakan kepada Megawati, bahwa ia ingin ke
Indonesia untuk memperkenalkan program-program kemanusiaan
yang sedang dilaksanakannya, seperti pemberantasan
penyakit HIV/AIDS.
Sekalipun sudah
tidak menjadi presiden, tetapi pada mobil yang ditumpangi
Mandela tetap dipasang bendera nasional Afsel dan dikawal
beberapa anggota Paspampres. Mandela yang menggunakan
kemeja batik warna coklat itu datang bersama putrinya,
Zenani Mandela Dlamini. (kmb5)
|