kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Kamis Paing, 3 Oktober 2002

 Politik


Saddam Surati Mega

Jakarta (Bali Post) -
Pemerintah Irak meminta Indonesia menjadi anggota pendamping Tim Inspeksi Senjata Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang akan dikirim ke negeri itu dalam waktu dekat. Permintaan itu disampaikan Presiden Saddam Hussien dalam suratnya kepada Presiden Megawati Soekarnoputri yang disampaikan Utusan Khusus Pemerintah Irak Human Abdul Khaliq Abdul Ghafur yang menemuinya di Istana Negara Jakarta, Rabu (2/10) kemarin.

Menanggapi permintaan itu, kata Menteri Luar Negeri Hassan Wirajuda yang turut mendampingi utusan khusus yang juga Menteri Pendidikan Irak ini, Presiden menyambut dengan gembira. ''Presiden menyampaikan bahwa kita terbuka untuk ikut berpartisipasi.''

Walaupun menyatakan terbuka untuk berpartisipasi, Wirajuda mengaku belum dapat menyebut bentuk partisipasi apa yang dapat diberikan terhadap tim itu. ''Kita ingin tahu lebih persis, dan mereka menjanjikan, akan memberikan informasi lebih lanjut atas gagasan ini. Jadi, pada saat ini baru gagasan awal. Kita ingin tahu lebih jauh,'' jelasnya.

Bagi pemerintah RI, kesediaan Irak untuk menerima tim inspeksi senjata PBB tanpa syarat itu merupakan sikap yang baik. ''Dari sini akan kelihatan apakah betul atau tidak Irak mengembangkan senjata pemusnah masal.''

Di tempat yang sama, Mega juga menerima Mantan Presiden Afrika Selatan Nelson Mandela. Usai pertemuan dilanjutkan dengan makan siang bersama. Mandela tiba di Istana Negara Jakarta pukul 12.00 WIB dengan tetap mendapat pengawalan seperti seorang presiden. ''Assalamualaikum,'' kata Mandela dengan ramah kepada puluhan wartawan yang menunggunya di tangga Istana Negara.

Mantan Presiden Afsel ini pada awal September 2002 lalu pernah menemui Presiden Megawati saat menghadiri KTT Pembangunan Berkelanjutan di Johannesburg, Afsel. Pada saat itu, Mandela mengatakan kepada Megawati, bahwa ia ingin ke Indonesia untuk memperkenalkan program-program kemanusiaan yang sedang dilaksanakannya, seperti pemberantasan penyakit HIV/AIDS.

Sekalipun sudah tidak menjadi presiden, tetapi pada mobil yang ditumpangi Mandela tetap dipasang bendera nasional Afsel dan dikawal beberapa anggota Paspampres. Mandela yang menggunakan kemeja batik warna coklat itu datang bersama putrinya, Zenani Mandela Dlamini. (kmb5)

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)