kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Kamis Paing, 3 Oktober 2002

 Ekonomi


Meningkat, Transfer Dana TKI ke Jatim

Surabaya (Bali Post) -
Transfer dana Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang bekerja di luar negeri yang masuk ke Jawa Timur (Jatim) meningkat. Sampai Agustus 2002 yang ditransfer mencapai Rp 1,34 trilyun atau rata-rata Rp 167,05 milyar per bulan. Jumlah itu, meningkat 21,65 persen dibandingkan rata-rata tahun 2001 Rp 137,32 milyar per bulan.

Penegasan itu dikemukakan Kepala Bidang Ekonomi Moneter Bank Indonesia (BI) Surabaya, Wijoyo Santoso, ketika berbicara dalam Forum Diskusi Dunia Usaha dengan tema 'Peluang dan Hambatan Dunia Usaha di Jatim Sebagai Penggerak Perekonomian' yang diselenggarakan BI Surabaya di Hotel JW Marriott Surabaya, Rabu (2/10) kemarin. Menurut dia, jumlah pengiriman TKI sampai Agustus 2002 mencapai 27.326 orang atau naik 4,6 persen dari periode sama tahun sebelumnya 37.888 orang. Adapun kabupaten/kota di Jatim yang paling besar memberi kontribusi devisa berasal dari Kediri (15%), Tulungagung (19%), Blitar (13%), Ponorogo (13%), Madiun (7%).

''BI Surabaya sedang mengumpulkan jumlah transfer dana TKI yang masuk ke Jatim yang lewat BRI, BNI serta bank lainnya di wilayah Selatan mencapi Rp 2 trilyun. Ini menunjukkan transfer dana TKI yang masuk ke Jatim cukup besar,'' katanya.

Ia menyatakan, TKI asal Jatim yang tersebar dibeberapa negara seperti, Hongkong, Brunei Darussalam, Taiwan, Malaysia dimaksudkan untuk mengatasi pengangguran dan bila investasi tidak ada sehingga produksi industri menurun. Data di Disnaker Jatim, pada triwulan II 2002 jumlah tenaga kerja asal Jatim yang berangkat bekerja ke luar negeri 10.676 orang dengan persentase pekerja wanita 86,20 persen.

Jika dibandingkan dengan periode yang sama 2001, kata dia, jumlah TKI Jatim turun 4,56 persen. Tetapi jika dibandingkan dengan triwulan sebelumnya (triwulan I-2002-red) terdapat peningkatan 14,86 persen. Sedangkan jumlah TKI semester I 2002 berjumlah 19.971 orang atau meningkat 6,13 persen dibandingkan dengan semester I 2001 yang berjumlah 18.817 orang.

Hal ini terjadi karena adanya peningkatan pengiriman TKI ke Brunei Darussalam. Adapun profesi terbanyak yang diisi oleh TKI adalah, penatalaksana rumahtangga dan buruh pada perkebunan maupun sektor konstruksi. (059)

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)