Meningkat,
Transfer Dana TKI ke Jatim
Surabaya
(Bali Post) -
Transfer dana Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang bekerja di
luar negeri yang masuk ke Jawa Timur (Jatim) meningkat.
Sampai Agustus 2002 yang ditransfer mencapai Rp 1,34
trilyun atau rata-rata Rp 167,05 milyar per bulan. Jumlah
itu, meningkat 21,65 persen dibandingkan rata-rata tahun
2001 Rp 137,32 milyar per bulan.
Penegasan itu
dikemukakan Kepala Bidang Ekonomi Moneter Bank Indonesia
(BI) Surabaya, Wijoyo Santoso, ketika berbicara dalam
Forum Diskusi Dunia Usaha dengan tema 'Peluang dan
Hambatan Dunia Usaha di Jatim Sebagai Penggerak
Perekonomian' yang diselenggarakan BI Surabaya di Hotel JW
Marriott Surabaya, Rabu (2/10) kemarin. Menurut dia,
jumlah pengiriman TKI sampai Agustus 2002 mencapai 27.326
orang atau naik 4,6 persen dari periode sama tahun
sebelumnya 37.888 orang. Adapun kabupaten/kota di Jatim
yang paling besar memberi kontribusi devisa berasal dari
Kediri (15%), Tulungagung (19%), Blitar (13%), Ponorogo
(13%), Madiun (7%).
''BI Surabaya sedang
mengumpulkan jumlah transfer dana TKI yang masuk ke Jatim
yang lewat BRI, BNI serta bank lainnya di wilayah Selatan
mencapi Rp 2 trilyun. Ini menunjukkan transfer dana TKI
yang masuk ke Jatim cukup besar,'' katanya.
Ia menyatakan, TKI
asal Jatim yang tersebar dibeberapa negara seperti,
Hongkong, Brunei Darussalam, Taiwan, Malaysia dimaksudkan
untuk mengatasi pengangguran dan bila investasi tidak ada
sehingga produksi industri menurun. Data di Disnaker Jatim,
pada triwulan II 2002 jumlah tenaga kerja asal Jatim yang
berangkat bekerja ke luar negeri 10.676 orang dengan
persentase pekerja wanita 86,20 persen.
Jika dibandingkan
dengan periode yang sama 2001, kata dia, jumlah TKI Jatim
turun 4,56 persen. Tetapi jika dibandingkan dengan
triwulan sebelumnya (triwulan I-2002-red) terdapat
peningkatan 14,86 persen. Sedangkan jumlah TKI semester I
2002 berjumlah 19.971 orang atau meningkat 6,13 persen
dibandingkan dengan semester I 2001 yang berjumlah 18.817
orang.
Hal ini terjadi
karena adanya peningkatan pengiriman TKI ke Brunei
Darussalam. Adapun profesi terbanyak yang diisi oleh TKI
adalah, penatalaksana rumahtangga dan buruh pada
perkebunan maupun sektor konstruksi. (059)
|