Era Baru Bantuan Uni Eropa
Sebelum Jadi
Proyek harus Ada Sosialisasi
Denpasar
(Bali Post) -
Warna baru dalam pemberian bantuan dan jalinan kerja sama
antarnegara ditawarkan Head of the Ambasador Delegation
Uni Eropa di Indonesia, Sabato Della Monica kepada
Gubernur Bali Dewa Made Beratha. Bantuan dan kerja sama
yang ditawarkan tidak lagi berupa charity -- dari si kaya
kepada yang miskin --, melainkan solidarity, sebagai
sesama bangsa yang sedang membangun.
Artinya, kata Della
Monica yang diterima Gubernur di ruang kerjanya, Rabu
(2/10) kemarin, tim kedua negara bertemu untuk membahas
proyek yang dibutuhkan masyarakat, bukan proyek didrop
tanpa terlebih dulu melewati sosialisasi. Selama ini
banyak proyek yang tidak sesuai dengan kebutuhan real
masyarakat Bali khususnya, sehingga menyebabkan banyak
proyek yang mangkrak karena ditentang dan mendapat
perlawanan masyarakat. Tidak sedikit proyek berskala besar
di Bali yang berdalih untuk kesejahteraan rakyat, kini
mangkrak. Era baru reformasi telah mengubah kesadaran dan
keberanian masyarakat untuk menyuarakan kebenaran.
Atas dasar itu pula
Della Monica menawarkan proyek dengan model baru. Sebelum
bantuan diturunkan dalam bentuk proyek tertentu, harus
melewati pembahasan tim kedua belah pihak, untuk kemudian
disosialisasikan dulu kepada masyarakat penerima proyek.
Ke depan, kata
koordinator dubes 13 negara Uni Eropa yang ada di
Indonesia (dari 15 negara Uni Eropa) itu, Uni Eropa ingin
membantu Indonesia tidak hanya masalah teknis dan proyek.
''Kami ingin membantu aktivitas sosial kemasyarakatan
utamanya bagi kaum wanita di Bali,'' katanya.
Gubernur Bali Dewa
Beratha menyambut baik kedatangan dan ide Della Monica,
karena model yang ditawarkan nyambung dengan apa yang kini
sudah diterapkan di Bali. Model pembangunan yang kini
digulirkan di Bali, kata Dewa Beratha melibatkan
partisipasi masyarakat yang dikenal dengan istilah buttom
up, tak lagi top down.
Menurut Della
Monica, kedatangannya ke Bali di era baru Indonesia ini,
dalam rangka ingin menyampaikan model dan konsep baru dari
bentuk kerja sama yang tengah disusun Uni Eropa. Dikatakan,
dalam kurun waktu 1993-1999, bantuan Uni Eropa kepada
pemerintah propinsi Bali telah disalurkan berupa pembuatan
sumur bor untuk irigasi di kawasan Bali Utara (Buleleng).
Della Monica
mengungkapkan, dalam kurun waktu lima tahun ke depan, Uni
Eropa akan memberi hibah 600 juta Euro kepada Pemerintah
Indonesia termasuk Bali. Hibah tersebut untuk beberapa hal
seperti good governance meliputi penanganan masalah sosial,
pengentasan kemiskinan, peningkatan pendidikan, kesehatan
dan juga penguatan desentralisasi. (011)
|