kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Kamis Paing, 3 Oktober 2002

 Bali


Era Baru Bantuan Uni Eropa

Sebelum Jadi Proyek harus Ada Sosialisasi

Denpasar (Bali Post) -
Warna baru dalam pemberian bantuan dan jalinan kerja sama antarnegara ditawarkan Head of the Ambasador Delegation Uni Eropa di Indonesia, Sabato Della Monica kepada Gubernur Bali Dewa Made Beratha. Bantuan dan kerja sama yang ditawarkan tidak lagi berupa charity -- dari si kaya kepada yang miskin --, melainkan solidarity, sebagai sesama bangsa yang sedang membangun.

Artinya, kata Della Monica yang diterima Gubernur di ruang kerjanya, Rabu (2/10) kemarin, tim kedua negara bertemu untuk membahas proyek yang dibutuhkan masyarakat, bukan proyek didrop tanpa terlebih dulu melewati sosialisasi. Selama ini banyak proyek yang tidak sesuai dengan kebutuhan real masyarakat Bali khususnya, sehingga menyebabkan banyak proyek yang mangkrak karena ditentang dan mendapat perlawanan masyarakat. Tidak sedikit proyek berskala besar di Bali yang berdalih untuk kesejahteraan rakyat, kini mangkrak. Era baru reformasi telah mengubah kesadaran dan keberanian masyarakat untuk menyuarakan kebenaran.

Atas dasar itu pula Della Monica menawarkan proyek dengan model baru. Sebelum bantuan diturunkan dalam bentuk proyek tertentu, harus melewati pembahasan tim kedua belah pihak, untuk kemudian disosialisasikan dulu kepada masyarakat penerima proyek.

Ke depan, kata koordinator dubes 13 negara Uni Eropa yang ada di Indonesia (dari 15 negara Uni Eropa) itu, Uni Eropa ingin membantu Indonesia tidak hanya masalah teknis dan proyek. ''Kami ingin membantu aktivitas sosial kemasyarakatan utamanya bagi kaum wanita di Bali,'' katanya.

Gubernur Bali Dewa Beratha menyambut baik kedatangan dan ide Della Monica, karena model yang ditawarkan nyambung dengan apa yang kini sudah diterapkan di Bali. Model pembangunan yang kini digulirkan di Bali, kata Dewa Beratha melibatkan partisipasi masyarakat yang dikenal dengan istilah buttom up, tak lagi top down.

Menurut Della Monica, kedatangannya ke Bali di era baru Indonesia ini, dalam rangka ingin menyampaikan model dan konsep baru dari bentuk kerja sama yang tengah disusun Uni Eropa. Dikatakan, dalam kurun waktu 1993-1999, bantuan Uni Eropa kepada pemerintah propinsi Bali telah disalurkan berupa pembuatan sumur bor untuk irigasi di kawasan Bali Utara (Buleleng).

Della Monica mengungkapkan, dalam kurun waktu lima tahun ke depan, Uni Eropa akan memberi hibah 600 juta Euro kepada Pemerintah Indonesia termasuk Bali. Hibah tersebut untuk beberapa hal seperti good governance meliputi penanganan masalah sosial, pengentasan kemiskinan, peningkatan pendidikan, kesehatan dan juga penguatan desentralisasi. (011)

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)