kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Kamis Paing, 3 Oktober 2002

 Bali


PSK Asing Rambah Bali

Mereka juga Punya ''Mami''

Bali diserbu pedagang kaki lima (PKL)? Itu sih berita lama. Begitu juga dengan Bali diserbu tenaga kerja asing (TKA), bukan berita baru, karena di Bali TKA yang mencari penghidupan jumlahnya seabrek. Bahkan, banyak di antaranya yang ilegal. Tetapi berita yang satu ini, barangkali mengagetkan, ''Bali diserbu pekerja seks komersial (PSK) asing''. Ada yang dari Taiwan, Rusia, maupun yang berkulit hitam. Nah, mau tahu bagaimana pengorganisasiannya dan siapa pula yang menjadi pasarnya?

-------------------------------------------------------

UNGKAPAN ''Bali bak gula yang dikerubungi semut'' barangkali ada benarnya. Buktinya di pulau turis ini, banyak ''semut'' yang ingin mendulang keuntungan. Sebutlah PKL. Keberadaannya bagai jamur di musim hujan. Hampir di seluruh ruas jalan di Kota Denpasar dan Badung ditumbuhi ''jamur'' yang namanya PKL. Begitu juga TKA. ''Semut'' yang satu ini sebagian besar mencari ''gula'' di sektor pariwisata, mulai dari pekerja hotel, manajer perusahaan, tukang masak di restoran, CO (cewek order) karaoke, hingga tukang pijat di spa. Banyak di antara TKA ini yang ilegal.

Manisnya ''gula'' Bali, ternyata mengundang ''semut'' yang namanya PSK (pekerja seks komersial) dari mancanegara. Informasi yang dikumpulkan Bali Post, PSK asing itu ada yang berasal dari Rusia, Taiwan maupun PSK berkulit hitam (Negro). Awalnya, jumlahnya hanya satu-dua orang, belakangan sudah meningkat. Bahkan, sudah ada mami -- sebutan bagi mucikarinya, yang mengorganisasi keberadaannya. Bisa jadi, seorang mami memiliki lima sampai tujuh orang PSK asing. ''Kalau mau yang Rusia, coba hubungi nomor handphone ini (ia memberikannya kepada Bali Post-red), nanti anda tinggal pilih mau yang mana. Orang Rusia itu cakep-cakep lho,'' kata seorang pengusaha. Ia menambahkan, mami yang satu ini memiliki simpanan lima sampai tujuh wanita Rusia yang dipekerjakan sebagai PSK.

Harganya? Namanya saja PSK asing, bayarannya juga menggunakan uang asing yaitu dolar. ''Short time (sekitar satu jam) 100 dolar AS, sedangkan long time (sehari penuh) bayarannya tentu lebih banyak,'' katanya.

PSK asing yang berasal dari Rusia, banyak berdatangan di Bali berkisar November hingga Januari. Tak berbeda dengan TKA, PSK asing yang berasal dari Rusia awalnya datang untuk berlibur ke Bali. Namun, lama-kelamaan menetap dan mencari mangsa di Bali dengan menggunakan visa turis. ''Sekarang jumlahnya sudah banyak, coba saja lacak.''

Tak berbeda dengan yang berasal dari Rusia, PSK asing yang berasal dari Taiwan juga jumlahnya tidak sedikit. Umumnya mereka ''masuk'' melalui bisnis hiburan seperti karaoke dan hiburan malam lainnya. Di samping itu, banyak juga yang berpura-pura sebagai tukang pijat shiatzu, atau karyawan spa. Padahal, praktik utamanya sebagai PSK. Mengenai harga tak jauh berbeda, berkisar 100 dolar AS.

Lalu siapa pangsa pasarnya? Di samping wisatawan asing, juga banyak wisatawan domestik dan pengusaha lokal -- tentunya yang berduit. ''Saya pernah ditawari yang dari Rusia, tetapi itu dulu. Katanya sih cakep-cakep, tetapi saya tak mau yang begituan,'' kata seorang pengusaha asli Bali yang kini tengah sukses merintis bisnisnya.

Banyak pula wisatawan asing yang berlibur di Bali -- selain menikmati alam Bali yang dianggap begitu romantis -- juga mencari kenikmatan seks dengan PSK yang berasal dari negerinya sendiri -- yang kebetulan ada di Bali. Tak hanya PSK Rusia dan Taiwan yang banyak datang ke Bali, yang berkulit hitam pun tidak sedikit. ''Mau yang Negro bisa. Kalau anda teliti gampang lho mencarai PSK Negro, karena biasanya mereka berpakaian norak,'' katanya. Tak berbeda dengan PSK Rusia dan Taiwan, PSK Negro juga harganya berkisar 100 dolar AS. (yad)

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)