PSK Asing Rambah Bali
Mereka
juga Punya ''Mami''
Bali diserbu
pedagang kaki lima (PKL)? Itu sih berita lama. Begitu juga
dengan Bali diserbu tenaga kerja asing (TKA), bukan berita
baru, karena di Bali TKA yang mencari penghidupan
jumlahnya seabrek. Bahkan, banyak di antaranya yang ilegal.
Tetapi berita yang satu ini, barangkali mengagetkan,
''Bali diserbu pekerja seks komersial (PSK) asing''. Ada
yang dari Taiwan, Rusia, maupun yang berkulit hitam. Nah,
mau tahu bagaimana pengorganisasiannya dan siapa pula yang
menjadi pasarnya?
-------------------------------------------------------
UNGKAPAN
''Bali bak gula yang dikerubungi semut'' barangkali ada
benarnya. Buktinya di pulau turis ini, banyak ''semut''
yang ingin mendulang keuntungan. Sebutlah PKL.
Keberadaannya bagai jamur di musim hujan. Hampir di
seluruh ruas jalan di Kota Denpasar dan Badung ditumbuhi
''jamur'' yang namanya PKL. Begitu juga TKA. ''Semut''
yang satu ini sebagian besar mencari ''gula'' di sektor
pariwisata, mulai dari pekerja hotel, manajer perusahaan,
tukang masak di restoran, CO (cewek order) karaoke, hingga
tukang pijat di spa. Banyak di antara TKA ini yang ilegal.
Manisnya ''gula''
Bali, ternyata mengundang ''semut'' yang namanya PSK (pekerja
seks komersial) dari mancanegara. Informasi yang
dikumpulkan Bali Post, PSK asing itu ada yang berasal dari
Rusia, Taiwan maupun PSK berkulit hitam (Negro). Awalnya,
jumlahnya hanya satu-dua orang, belakangan sudah meningkat.
Bahkan, sudah ada mami -- sebutan bagi mucikarinya, yang
mengorganisasi keberadaannya. Bisa jadi, seorang mami
memiliki lima sampai tujuh orang PSK asing. ''Kalau mau
yang Rusia, coba hubungi nomor handphone ini (ia
memberikannya kepada Bali Post-red), nanti anda tinggal
pilih mau yang mana. Orang Rusia itu cakep-cakep lho,''
kata seorang pengusaha. Ia menambahkan, mami yang satu ini
memiliki simpanan lima sampai tujuh wanita Rusia yang
dipekerjakan sebagai PSK.
Harganya? Namanya
saja PSK asing, bayarannya juga menggunakan uang asing
yaitu dolar. ''Short time (sekitar satu jam) 100 dolar AS,
sedangkan long time (sehari penuh) bayarannya tentu lebih
banyak,'' katanya.
PSK asing yang
berasal dari Rusia, banyak berdatangan di Bali berkisar
November hingga Januari. Tak berbeda dengan TKA, PSK asing
yang berasal dari Rusia awalnya datang untuk berlibur ke
Bali. Namun, lama-kelamaan menetap dan mencari mangsa di
Bali dengan menggunakan visa turis. ''Sekarang jumlahnya
sudah banyak, coba saja lacak.''
Tak berbeda dengan
yang berasal dari Rusia, PSK asing yang berasal dari
Taiwan juga jumlahnya tidak sedikit. Umumnya mereka ''masuk''
melalui bisnis hiburan seperti karaoke dan hiburan malam
lainnya. Di samping itu, banyak juga yang berpura-pura
sebagai tukang pijat shiatzu, atau karyawan spa. Padahal,
praktik utamanya sebagai PSK. Mengenai harga tak jauh
berbeda, berkisar 100 dolar AS.
Lalu siapa pangsa
pasarnya? Di samping wisatawan asing, juga banyak
wisatawan domestik dan pengusaha lokal -- tentunya yang
berduit. ''Saya pernah ditawari yang dari Rusia, tetapi
itu dulu. Katanya sih cakep-cakep, tetapi saya tak mau
yang begituan,'' kata seorang pengusaha asli Bali yang
kini tengah sukses merintis bisnisnya.
Banyak pula
wisatawan asing yang berlibur di Bali -- selain menikmati
alam Bali yang dianggap begitu romantis -- juga mencari
kenikmatan seks dengan PSK yang berasal dari negerinya
sendiri -- yang kebetulan ada di Bali. Tak hanya PSK Rusia
dan Taiwan yang banyak datang ke Bali, yang berkulit hitam
pun tidak sedikit. ''Mau yang Negro bisa. Kalau anda
teliti gampang lho mencarai PSK Negro, karena biasanya
mereka berpakaian norak,'' katanya. Tak berbeda dengan PSK
Rusia dan Taiwan, PSK Negro juga harganya berkisar 100
dolar AS. (yad)
|