kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Senin Umanis, 5 Maret 2007

 Pariwisata


Depbudpar
Ajukan Dana Promosi Wisata Rp 135 Milyar
Persetujuan
Pemerintah belum jelas...  

Jakarta (Bali Post) 
Departemen
Kebudayaan dan Pariwisata (Depbudpar) yang mengajukan dana tambahan promosi pariwisata sebesar Rp 135 milyar, ternyata sampai kini belum ada sinyal persetujuan dari pemerintah. Padahal, dana promosi itu sangat dibutuhkan mengingat permintaan dan tuntutan Wakil Presiden agar target kunjungan wisata selama tahun 2007 harus mencapai angka 6 juta wisatawan mancanegara, dari target optimis yang ditetapkan Depbudpar sebanyak 5,3 juta turis asing.

Logikanya jika ingin wisman yang datang ke Indonesia grafiknya naik, harus ada tambahan dana promosi. Dana promosi pariwisata, tahun 2006 hanya 6 juta dolar AS atau Rp 60 miliar, sekarang naik sekitar Rp 70 miliar. Jumlah sebanyak itu jelas tidak cukup kalau ingin mencapai 6 juta wisman karena itu kita mengajukan tambahan, ungkap Sekretaris Jenderal Departemen Kebudayaan dan Pariwisata (Depbudpar), Sapta Nirwandar di Jakarta, Minggu (4/3) kemarin.

Dijelaskan, pengajuan dana tambahan itu merupakan hal yang wajar. Mengingat mendatangkan wisman tanpa ada gebrakan promosi adalah nonsense atau tidak mungkin. Bahkan ada satu rumus dari badan pariwisata dunia (UN WTO) bila akan menjaring satu orang wisatawan maka dibutuhkan dana promisi sebesar 10 dolar AS.

"Negara tetangga Malaysia yang menargetkan enam juta wisatawan, maka sudah memiliki dana promosi 60 juta dolar AS. Bagaimana dengan Indonesia, ya jelas tidak mencukupi target maupun idealnya. Namun, kami sudah menyadari bahwa anggaran Negara sangat terbatas, padahal jika promosi benar-benar dijalankan dengan baik maka sektor pariwisata akan menghasilkan devisa Negara yang sangat besar, tandasnya.

Menurutnya target perubahan kunjungan wisman oleh Wapres itu dirasakan sangat berat sekaligus tantangan, mengingat dengan jumlah sebanyak itu maka setiap hari harus ada sekitar 100.000 orang asing yang masuk ke Indonesia. Dicontohkan, Saat ini kunjungan turis asing ke Bali memang sudah mulai mendekati angka normal sekitar 5.000 orang per hari namun jumlah saat masih sekitar 3000 sampai 4000 orang per hari.

Selain itu, ada beberapa destinasi yang pengunjungnya dari turis internasional masih sangat rendah seperti destinasi di Tanah Toraja, Yogyakarta, NTB, NTT, Batam juga Jakarta mengalami penurunan.

Sapta menambahkan, dana anggaran operasional Depbudpar dari APBN tahun 2007 untuk pariwisata dan kebudayaan sebanyak Rp 900 miliar, jumlah ini mengalami kenaikan dibandingkan tahun 2006 yang hanya Rp 751 milyar. Jumlah ini memang belum sesuai harapkan, apalagi kini ada tuntutan untuk membuka kantor perwakilan pariwisata di luar negeri, promosi besar-besaran melalui media televisi asing dan trade show serta mengikuti travel mart internasional yang tentunya butuh dana lebih besar lagi, katanya. (034)

 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)