kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Jumat Pon, 2 Maret 2007

 Pariwisata

Flu Burung Ganggu Sektor Pariwisata

Jakarta (Bali Post)-
            Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menginstruksikan agar lebih meningkatkan intensitas serta melakukan langkah konkret dan efisien untuk pengendalian virus flu burung. Membahayakan bukan hanya jumlah korbannya cukup tinggi di dunia, namun sudah jutaan unggas dimusnahkan. Juga, Flu burung berimbas di sektor ekonomi, sosial dan budaya.

Yang memprihatinkan lagi sudah mengganggu dari sektor pariwisata, baik dari segi kurangnya kunjungan wisatawan mancanegara juga pemasukan Negara, ungkap MenteriKoordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat (Menkokesra) Aburizal Bakrie saat membuka Rapat Kerja Nasional Penanganan dan Pengendalian Flu Burung, di Jakarta, Kamis (1/3) kemarin.

            Dijelaskan, menjadi masalah serius di Indonesia karena dari 33 provinsi, kasus flu burung sudah ditemukan di 30 provinsi, kecuali provinsi Maluku, Maluku Utara dan Gorontalo. Hingga saat ini sudah 11 juta unggas mati karena dimusnahkan, 84 orang positif flu burung dan 64 di antaranya meninggal dunia. Dan angka kematian akibat flu burung di Indonesia merupakan yang tertinggi di dunia.

            Flu burung juga berdampak cukup meresahkan di sektor ekonomi, sosial dan budaya. Bahkan mengganggu pemasukan dari sektor pariwisata dan para turis asing berpikir dua kali untuk berwisata ke Indonesia, terutama Bali. Untuk kasus flu burung di Tanah Karo, Sumatera Utara, pernah ada larangan perjalanan dari beberapa negara ke daerah itu. Di Bali, juga sempat turun tingkat hunian hotel mencapai 40 persen.

''Ini membuat kita harus meningkatkan kewaspadaan lagi serta membentuk satuan tugas dalam rangka penanganan dan pengendalian flu burung hingga ke daerah sesuai amanat Inpres No. 1 tahun 2007," kata Aburizal.

            Menurutnya, Inpres yang ditandatangani Presiden SBY pada 12 Februari itu, tidak hanya ditujukan kepada empat menteri yakni Menteri Keuangan (Menkeu), Menteri Pertanian (Mentan), Menteri Kesehatan (Menkes) dan Panglima TNI harus melakukan sosialisi bahaya flu burung, namun juga memerintahkan seluruh kepala daerah harus secara aktif penanganan flu burung di wilayah masing-masing dengan melibatkan seluruh komponen masyarakat.

(034)

 

 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)