Kenaikan
Harga BBM
Tak
Bertahap
Jakarta(Bali Post)-
Menteri
Energi
dan Sumber
Daya Mineral (ESDM)
Purnomo
Yusgiantoro menegaskan,
pemerintah
akan
menaikkan harga
bahan
bakar minyak (BBM)
sekaligus
atau
tidak bertahap.
Kendati
terkait opsi
besaran
peningkatan harga,
apakah 10
persen
atau maksimal 30
persen,
masih dalam
proses
pengkajian. ''Sekaligus,
langsung,''
ujar
Purnomo kepada
wartawan
di
gedung DESDM, Kamis
(8/5) kemarin.
Untuk
memastikan
besaran
kenaikan harga BBM
ini,
sambungnya, pemerintah
akan
menggelar sidang
kabinet
sebagai finalisasi
pada
minggu depan.
Sebagai
persiapan, rapat
sektoral
juga
akan digelar
Jumat (9/5)
siang
ini, di
kantor DESDM.
Keputusan
pemerintah
menaikkan BBM
ini,
diakui Purnomo,
berbeda
dengan pernyataan
sebelumnya.
Kenaikan
harga BBM
bertahap
menjadi
salah satu
opsi,
dengan pertimbangan
dampak
ekonomi yang diterima
masyarakat
dan
pelaku usaha
dari
kebijakan tersebut
tidak
akan begitu
besar.
Namun,
pemerintah
akhirnya
memutuskan
kenaikan
harga BBM
tersebut
cukup
satu kali saja
dalam
tahun ini
untuk
merespon perubahan
harga
minyak yang tidak
terduga. ''Harga
minyak
sempat naik
jadi 115
dolar AS/barel,
dan
sempat turun
tapi
sekarang naik
lagi. Mau
bagaimana
lagi,
perubahannya
kan
nggak
konsultasi dulu
sama
kita. Jadi
dinamikanya
memang
tidak terduga,''
ujarnya.
Data Bloomberg menyebutkan,
harga
minyak mentah
dunia
mencapai rekor
baru,
yakni sempat
menyentuh
posisi 123,87
dolar AS/barel,
melalui
kontrak berjangka
minyak
utama New York jenis
light sweet untuk
pengiriman
Juni.
Harga minyak
terus
mengalami lonjakan
setiap
hari pada
pekan
ini dan
naik
setidaknya 7 dolar
AS/barel.
Sementara
Dirjen
Migas DESDM Luluk
Sumiarso
menyatakan,
harga
patokan
minyak mentah
Indonesia atau Indonesia
Crude Price (ICP) rata-rata April
melonjak menjadi
109,3 dolar AS/
barel.
Angka ICP itu,
melonjak
signifikan
dibanding rata-rata ICP
Maret, yang
ada di
level 103,11 dolar AS/
barel.
''Tingginya
harga
minyak mentah
dunia
saat ini,
membuat
kisaran rata-rata harga
ICP juga
mengalami
lonjakan,''
ujar
Luluk dalam
rilisnya.
ICP dalam
empat
bulan terakhir,
menurut data
Dirjen
Migas, terus
mengalami
kenaikan.
Januari rata-rata ICP
mencapai 92,09
dolar AS/
barel.
Februari ICP rata-rata 94,64
dolar AS/barel,
dan ICP rata-rata
Maret 2008 103,11
dolar AS/barel.
Tim harga
minyak
mentah Indonesia
memperkirakan harga
rata-rata minyak
mentah Indonesia
untuk
Mei 2008, akan
berada
di kisaran 106-111
dolar AS/
barel.
Dengan lonjakan ICP
tersebut,
menurut
Luluk, anggaran APBN
untuk
subsidi dipastikan
terus
meningkat. Padahal
dalam APBN-P 2008,
pemerintah
menetapkan ICP 95
dolar AS/
barel. ICP
bulanan
ini mengambil
rata-rata dari
harga 47
sumur
minyak.
Lonjakan
ICP itu
diprediksi akan
membuat
subsidi BBM dalam
APBN-P 2008 ikut
membengkak.
Dengan 95
dolar AS/barel,
lifting minyak 927
ribu
barel per hari
dan volume
subsidi BBM
sebesar 35,5
juta kilo liter,
maka
subsidi BBM akan
mencapai
Rp 126,9
trilyun.
Apabila
diasumsikan
harga
minyak ICP sebesar
100 dolar per
barel,
dengan kondisi
lifting dan volume BBM
subsidi
tetap, maka
subsidi BBM
menjadi
Rp 138,8 trilyun.
Apabila
diasumsikan volume penjualan
premium dan solar
masing-masing
naik
menjadi 18,47 juta KL
dan 11,80
juta KL
maka dengan
asumsi
harga ICP 100 dolar /barel,
subsidi
akan meningkat
menjadi
Rp 145 trilyun.
(kmb1)