kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Jumat Paing, 9 Mei 2008

 Ekuin


Kenaikan
Harga BBM Tak Bertahap 

Jakarta(Bali Post)-
Menteri
Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Purnomo Yusgiantoro menegaskan, pemerintah akan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) sekaligus atau tidak bertahap. Kendati terkait opsi besaran peningkatan harga, apakah 10 persen atau maksimal 30 persen, masih dalam proses pengkajian. ''Sekaligus, langsung,'' ujar Purnomo kepada wartawan di gedung DESDM, Kamis (8/5) kemarin.

Untuk memastikan besaran kenaikan harga BBM ini, sambungnya, pemerintah akan menggelar sidang kabinet sebagai finalisasi pada minggu depan. Sebagai persiapan, rapat sektoral juga akan digelar Jumat (9/5) siang ini, di kantor DESDM.

Keputusan pemerintah menaikkan BBM ini, diakui Purnomo, berbeda dengan pernyataan sebelumnya. Kenaikan harga BBM bertahap menjadi salah satu opsi, dengan pertimbangan dampak ekonomi yang diterima masyarakat dan pelaku usaha dari kebijakan tersebut tidak akan begitu besar.

Namun, pemerintah akhirnya memutuskan kenaikan harga BBM tersebut cukup satu kali saja dalam tahun ini untuk merespon perubahan harga minyak yang tidak terduga. ''Harga minyak sempat naik jadi 115 dolar AS/barel, dan sempat turun tapi sekarang naik lagi. Mau bagaimana lagi, perubahannya kan nggak konsultasi dulu sama kita. Jadi dinamikanya memang tidak terduga,'' ujarnya.

Data Bloomberg menyebutkan, harga minyak mentah dunia mencapai rekor baru, yakni sempat menyentuh posisi 123,87 dolar AS/barel, melalui kontrak berjangka minyak utama New York jenis light sweet untuk pengiriman Juni. Harga minyak terus mengalami lonjakan setiap hari pada pekan ini dan naik setidaknya 7 dolar AS/barel.

Sementara Dirjen Migas DESDM Luluk Sumiarso menyatakan, harga  patokan minyak mentah Indonesia atau Indonesia Crude Price (ICP) rata-rata April melonjak menjadi 109,3 dolar AS/ barel. Angka ICP itu, melonjak signifikan dibanding rata-rata ICP Maret, yang ada di level 103,11 dolar AS/ barel.

''Tingginya harga minyak mentah dunia saat ini, membuat kisaran rata-rata harga ICP juga mengalami lonjakan,'' ujar Luluk dalam rilisnya.

ICP dalam empat bulan terakhir, menurut data Dirjen Migas, terus mengalami kenaikan. Januari rata-rata ICP mencapai 92,09 dolar AS/ barel. Februari ICP rata-rata 94,64 dolar AS/barel, dan ICP rata-rata Maret 2008 103,11 dolar AS/barel.

Tim harga minyak mentah Indonesia memperkirakan harga rata-rata minyak mentah Indonesia untuk Mei 2008, akan berada di kisaran 106-111 dolar AS/ barel. Dengan lonjakan ICP tersebut, menurut Luluk, anggaran APBN untuk subsidi dipastikan terus meningkat. Padahal dalam  APBN-P 2008, pemerintah menetapkan ICP 95 dolar AS/ barel. ICP bulanan ini mengambil rata-rata dari harga 47 sumur minyak.

Lonjakan ICP itu diprediksi akan membuat subsidi BBM dalam APBN-P 2008 ikut membengkak. Dengan 95 dolar AS/barel, lifting minyak 927 ribu barel per hari dan volume subsidi BBM sebesar 35,5 juta kilo liter, maka subsidi BBM akan mencapai Rp 126,9 trilyun.

Apabila diasumsikan harga minyak ICP sebesar 100 dolar  per barel, dengan kondisi lifting dan volume BBM subsidi tetap, maka subsidi BBM menjadi Rp 138,8 trilyun. Apabila diasumsikan volume penjualan premium dan solar masing-masing naik menjadi 18,47 juta KL dan 11,80 juta KL maka dengan asumsi harga ICP 100 dolar /barel, subsidi akan meningkat menjadi Rp 145 trilyun. (kmb1)

 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)