kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Rabu Kliwon, 7 Mei 2008

 Bali


Gelombang Besar Hantam Perahu Motor

Satu Jam Terombang-ambing di Tengah Laut-----
 

Gianyar (Bali Post) -
Gelombang besar di sebelah selatan Bali, Selasa (6/5) kemarin nyaris menelan puluhan korban. Puluhan orang penumpang dan barang seperti sapi, ayam dan lainnya yang berangkat dari Pelabuhan Mentigi Nusa Penida terombang-ambing sekitar satu jam oleh gelombang laut yang naik 1,5 sampai 2 meter. Pasalnya, perahu motor yang mereka tumpangi tidak bisa langsung merapat (berlabuh) di pinggir pantai, tetapi terombang-ambing karena ganasnya terjangan ombak. 

Perahu motor berkapasitas 30 ton milik Dewa Raka asal Banjar Pesatria, Kusamba tiba di pesisir pantai Tri Bhuana pukul 11.30 wita. Kesulitan berlabuh sudah tampak begitu perahu motor mendekati bibir pantai. Gulungan ombak yang datang silih berganti, membuat perahu motor maju-mundur. Dengan bersusah payah, dibantu sekitar 40 buruh angkut, perahu motor bernama lambung Putra Romo itu berhasil ditarik ke pinggir pantai menggunakan tambang.

Para penumpang pun bisa dievakuasi dengan selamat secara bertahap. Kesulitan kembali muncul ketika menurunkan sembilan ekor sapi. Apalagi, perahu motor yang terbuat dari kayu makin licin akibat masuknya air laut ke bak perahu. Belum lagi tingginya ombak yang mencapai 1,5 meter, membuat sapi-sapi yang hendak dipasarkan ke Pasar Beringkit itu tenggelam dan nyaris hanyut tergerus ombak. ''Ini tumben pak (ombak ganas-red). Kemarin, kondisinya sangat landai. Bisa dibilang tidak ada ombak,'' ungkap Dewa Raka.

Akibat ombak ganas, bukan hanya perahu sulit berlabuh. Para penumpang yang hendak menuju Nusa Penida pun harus rela menunggu dalam waktu lama. Karena pemilik sampan baru berani berangkat menuju Pelabuhan Mentigi ketika ombak mulai surut. ''Mau bagaimana lagi, pak. Terpaksa harus sabar menunggu ombak reda,'' ujar Men Sri, pedagang asal Nusa Penida, yang hendak menyeberang dengan sejumlah paket barang dagangannya.  

Terdampar 

Tidak hanya itu, sebuah perahu angkutan Kusamba - Nusa Penida saat jangkar juga terseret arus hingga terdampar di pantai Lebih, Gianyar. Kesaksian Nyoman Wante, seorang anggota Balawista pantai Lebih, menyebutkan sebelum terdampar perahu motor tersebut terombang-ambing di tengah laut sekitar pukul 06.00 wita.

''Beberapa orang petugas dan nelayan sempat mendekati perahu motor tersebut. Tak ada penumpang maupun nakhoda dalam perahu tersebut,'' ujarnya.

Dikatakannya, perahu yang kemudian diketahui pemiliknya Gede Rata berasal dari Kusamba, Klungkung, dilengkapi dengan tiga mesin yang kekuatannya 50 PK, 40 PK, dan 40 PK. Perahu motor dengan panjang mencapai 20 meter tersebut mampu mengangkut beban 70 ton.

Wante mengatakan, dari keterangan pemilik perahu motor dan tiga anak buahnya yang datang ke tengah laut, perahu motor yang berjangkar di Kusamba tersebut terseret arus ketika terjadi gelombang besar. ''Jangkar bagian kanan dan kiri pada bagian depan dan belakangnya rusak, patah. Hal ini yang menyebabkan perahu motor tersebut terseret arus hingga ke perairan pantai Lebih,'' jelasnya.   

Pesta Ikan

Sementara itu, tingginya gelombang air laut juga membawa berkah bagi nelayan pantai Lebih. Di saat sedang besarnya ombak hingga ke areal parkir para nelayan berpesta dengan tangkapan ikan jenis languan. Ikan terlihat melompat di atas perairan langsung dilepaskan jaring oleh nelayan. Tak pelak, belasan ikan yang sangat besar berhasil ditangkap. Warya, salah seorang nelayan, dalam jaring yang dilemparkannya berhasil mendapatkan 11 ikan languan dengan berat 3 kg hingga 5 kg. Namun, pemilik warung lesehan malah mukanya cemberut karena air laut yang membesar membanjiri tempat usahanya. (kmb20/dar)

 

 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)