Gelombang Besar Hantam Perahu Motor
Satu Jam Terombang-ambing di Tengah Laut-----
Gianyar (Bali Post) -
Gelombang besar di sebelah selatan Bali, Selasa (6/5)
kemarin nyaris menelan puluhan korban. Puluhan orang
penumpang dan barang seperti sapi, ayam dan lainnya yang
berangkat dari Pelabuhan Mentigi Nusa Penida
terombang-ambing sekitar satu jam oleh gelombang laut
yang naik 1,5 sampai 2 meter. Pasalnya, perahu motor
yang mereka tumpangi tidak bisa langsung merapat (berlabuh)
di pinggir pantai, tetapi terombang-ambing karena
ganasnya terjangan ombak.
Perahu motor berkapasitas 30 ton milik Dewa Raka asal
Banjar Pesatria, Kusamba tiba di pesisir pantai Tri
Bhuana pukul 11.30 wita. Kesulitan berlabuh sudah tampak
begitu perahu motor mendekati bibir pantai. Gulungan
ombak yang datang silih berganti, membuat perahu motor
maju-mundur. Dengan bersusah payah, dibantu sekitar 40
buruh angkut, perahu motor bernama lambung Putra Romo
itu berhasil ditarik ke pinggir pantai menggunakan
tambang.
Para penumpang pun bisa dievakuasi dengan selamat secara
bertahap. Kesulitan kembali muncul ketika menurunkan
sembilan ekor sapi. Apalagi, perahu motor yang terbuat
dari kayu makin licin akibat masuknya air laut ke bak
perahu. Belum lagi tingginya ombak yang mencapai 1,5
meter, membuat sapi-sapi yang hendak dipasarkan ke Pasar
Beringkit itu tenggelam dan nyaris hanyut tergerus ombak.
''Ini tumben pak (ombak ganas-red). Kemarin, kondisinya
sangat landai. Bisa dibilang tidak ada ombak,'' ungkap
Dewa Raka.
Akibat ombak ganas, bukan hanya perahu sulit berlabuh.
Para penumpang yang hendak menuju Nusa Penida pun harus
rela menunggu dalam waktu lama. Karena pemilik sampan
baru berani berangkat menuju Pelabuhan Mentigi ketika
ombak mulai surut. ''Mau bagaimana lagi, pak. Terpaksa
harus sabar menunggu ombak reda,'' ujar Men Sri,
pedagang asal Nusa Penida, yang hendak menyeberang
dengan sejumlah paket barang dagangannya.
Terdampar
Tidak hanya itu, sebuah perahu angkutan Kusamba - Nusa
Penida saat jangkar juga terseret arus hingga terdampar
di pantai Lebih, Gianyar. Kesaksian Nyoman Wante,
seorang anggota Balawista pantai Lebih, menyebutkan
sebelum terdampar perahu motor tersebut terombang-ambing
di tengah laut sekitar pukul 06.00 wita.
''Beberapa orang petugas dan nelayan sempat mendekati
perahu motor tersebut. Tak ada penumpang maupun nakhoda
dalam perahu tersebut,'' ujarnya.
Dikatakannya, perahu yang kemudian diketahui pemiliknya
Gede Rata berasal dari Kusamba, Klungkung, dilengkapi
dengan tiga mesin yang kekuatannya 50 PK, 40 PK, dan 40
PK. Perahu motor dengan panjang mencapai 20 meter
tersebut mampu mengangkut beban 70 ton.
Wante mengatakan, dari keterangan pemilik perahu motor
dan tiga anak buahnya yang datang ke tengah laut, perahu
motor yang berjangkar di Kusamba tersebut terseret arus
ketika terjadi gelombang besar. ''Jangkar bagian kanan
dan kiri pada bagian depan dan belakangnya rusak, patah.
Hal ini yang menyebabkan perahu motor tersebut terseret
arus hingga ke perairan pantai Lebih,'' jelasnya.
Pesta Ikan
Sementara itu, tingginya gelombang air laut juga membawa
berkah bagi nelayan pantai Lebih. Di saat sedang
besarnya ombak hingga ke areal parkir para nelayan
berpesta dengan tangkapan ikan jenis languan. Ikan
terlihat melompat di atas perairan langsung dilepaskan
jaring oleh nelayan. Tak pelak, belasan ikan yang sangat
besar berhasil ditangkap. Warya, salah seorang nelayan,
dalam jaring yang dilemparkannya berhasil mendapatkan 11
ikan languan dengan berat 3 kg hingga 5 kg. Namun,
pemilik warung lesehan malah mukanya cemberut karena air
laut yang membesar membanjiri tempat usahanya.
(kmb20/dar)