Kerajinan
Kayu,
Primadona Ekspor
dari Bali
Denpasar
(Bali Post) -
Ekspor
aneka
barang kerajinan Bali
sampai
saat ini
menduduki
nilai
tertinggi dibandingkan
empat
jenis mata
dagangan
dari Bali yang
diekspor
ke luar
negeri.
Sementara ekspor
mata
dagangan dari
hasil
pertanian berupa
buah-buahan
sampai
saat ini
nihil.
Demikian data yang
disampaikan Kadis
Perindustrian
dan
Perdagangan Bali Drs. IGN
Suteja kepada
wartawan,
baru-baru
ini.
Data Maret
untuk
ekspor hasil
industri, total
nilai
ekspor 16.216.006,77 dolar
AS, turun
dibandingkan
Februari yang
mencapai 16.372.200
dolar AS.
Kontribusi
tersebut
diperoleh
dari
ekspor TPT yang nilainya
mencapai 11.422.534
pada
Maret 2008. Hasil
industri
ini
memberi kontribusi
39,33 persen
terhadap total
nilai
ekspor.
Sementara
hasil
kerajinan kayu yang
menjadi
primadonanya ekspor
Bali memberi
kontribusi
hampir 49
persen
dari nilai total
ekspor Bali
pada
Maret 2008. Nilai
itu
diperoleh dari
hasil
ekspor 17 jenis
kerajinan yang total
nilainya
mencapai 20.173.774
dolar AS.
Nilai
ekspor Maret
naik
dibandingkan Februari
yang hanya 15.421.592
dolar AS.
Kontribusi
terbesar
diperoleh
dari
penjualan hasil
kerajinan
kayu yang
volumenya
mencapai 4
juta
pcs lebih
dengan
nilai 6.399.062 dolar
AS. Kadis
Perindag Bali
Sutedja
mengatakan ekspor
terbesar
masih
ke Eropa
dan
Amerika, serta
sejumlah
negara Asia
lainnya.
Sekretaris
Asephi Bali
Weda
Argawa, S.E. mengatakan
ekspor
kerajinan kayu
dari Bali
cukup
bagus. Bahkan,
cenderung
meningkat
setiap
tahunnya. ''Kendala
kami
selaku eksportir
masih
terbentur soal
pengiriman yang
harus
melalui Pelabuhan
Tanjung
Perak, Surabaya,'' jelasnya.
Sementara
dua
jenis mata
dagangan
lainnya yang
diekspor Bali
seperti
hasil perkebunan
dan
hasil pertanian
tergolong
masih
rendah. Tiga
mata
dagangan komoditi
perkebunan
seperti
kakao, kopi dan
vanili
pada Maret
hanya
memberi kontribusi
0,06 persen
dengan
nilai 26.335 dolar
AS. Ekspor
kakao
baik bulan
Februari
maupun
Maret bahkan
nihil.
Hal sejenis
juga
terjadi pada
ekspor
hasil pertanian
khususnya
komoditi
buah-buahan yang
juga
nyaris nihil.
Di
bulan Februari
tak ada
ekspor
sama sekali.
Maret
nilai ekspor
hanya 98.224
dolar AS.
Ekspor
hasil pertanian
masih
diselamatkan dari
berbagai
hasil
laut berupa
ikan.
Di sektor
ini
ikan tuna yang ekspornya
turun
tajam di
bulan
Maret, menyelamatkan
ekspor Bali
karena
masih bisa
memberi
pemasukan 3.223.919 dolar
AS.
Pada
Februari
nilai
ekspor tuna mencapai
6.788.142 dolar AS.
Secara
keseluruhan ekspor
hasil
pertanian Maret
mencapai 4.627.464
dengan
kontribusi 11,22 persen
dari
nilai total ekspor
Bali. Sedangkan
ekspor
untuk mata
dagangan lain-lain
tercatat
nilainya 191.471
atau 0,46
dari
nilai total ekspor.
(031)