kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Selasa Wage, 6 Mei 2008

 Ekuin


Kerajinan
Kayu, Primadona Ekspor dari Bali 

Denpasar (Bali Post) -
Ekspor
aneka barang kerajinan Bali sampai saat ini menduduki nilai tertinggi dibandingkan empat jenis mata dagangan dari Bali yang diekspor ke luar negeri. Sementara ekspor mata dagangan dari hasil pertanian berupa buah-buahan sampai saat ini nihil. Demikian data yang disampaikan Kadis Perindustrian dan Perdagangan Bali Drs. IGN Suteja kepada wartawan, baru-baru ini.

Data Maret untuk ekspor hasil industri, total nilai ekspor 16.216.006,77 dolar AS, turun dibandingkan Februari yang mencapai 16.372.200 dolar AS. Kontribusi tersebut diperoleh dari ekspor TPT yang nilainya mencapai 11.422.534 pada Maret 2008. Hasil industri ini memberi kontribusi 39,33 persen terhadap total nilai ekspor.

Sementara hasil kerajinan kayu yang menjadi primadonanya ekspor Bali memberi kontribusi hampir 49 persen dari nilai total ekspor Bali pada Maret 2008. Nilai itu diperoleh dari hasil ekspor 17 jenis kerajinan yang total nilainya mencapai 20.173.774 dolar AS. Nilai ekspor Maret naik dibandingkan Februari yang hanya 15.421.592 dolar AS.

Kontribusi terbesar diperoleh dari penjualan hasil kerajinan kayu yang volumenya mencapai 4 juta pcs lebih dengan nilai 6.399.062 dolar AS. Kadis Perindag Bali Sutedja mengatakan ekspor terbesar masih ke Eropa dan Amerika, serta sejumlah negara Asia lainnya.

Sekretaris Asephi Bali Weda Argawa, S.E. mengatakan ekspor kerajinan kayu dari Bali cukup bagus. Bahkan, cenderung meningkat setiap tahunnya. ''Kendala kami selaku eksportir masih terbentur soal pengiriman yang harus melalui Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya,'' jelasnya.

Sementara dua jenis mata dagangan lainnya yang diekspor Bali seperti hasil perkebunan dan hasil pertanian tergolong masih rendah. Tiga mata dagangan komoditi perkebunan seperti kakao, kopi dan vanili pada Maret hanya memberi kontribusi 0,06 persen dengan nilai 26.335 dolar AS. Ekspor kakao baik bulan Februari maupun Maret bahkan nihil.

Hal sejenis juga terjadi pada ekspor hasil pertanian khususnya komoditi buah-buahan yang juga nyaris nihil. Di bulan Februari tak ada ekspor sama sekali. Maret nilai ekspor hanya 98.224 dolar AS. Ekspor hasil pertanian masih diselamatkan dari berbagai hasil laut berupa ikan. Di sektor ini ikan tuna yang ekspornya turun tajam di bulan Maret, menyelamatkan ekspor Bali karena masih bisa memberi pemasukan 3.223.919 dolar AS.

Pada Februari nilai ekspor tuna mencapai 6.788.142 dolar AS. Secara keseluruhan ekspor hasil pertanian Maret mencapai 4.627.464 dengan kontribusi 11,22 persen dari nilai total ekspor Bali. Sedangkan ekspor untuk mata dagangan lain-lain tercatat nilainya 191.471 atau 0,46 dari nilai total ekspor. (031) 

 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)