Sidang
Paripurna
Panas--
F-PDIP dan F-Golkar
Tuding
Proyek Winasa
Gagal
Negara (Bali Post) -
Rapat
paripurna
di DPRD
Jembrana dengan
agenda membahas
tanggapan
atas
laporan keterangan
pertanggungjawaban (LKPJ)
Bupati
Jembrana Winasa
Senin (5/5)
kemarin
berlangsung panas.
Serangan
eksekutif
dengan
membongkar dugaan
penyimpangan
anggaran DPRD
Jembrana
tahun 2007
terkait
dana
reses,
bintek dan
kunker,
dibalas Fraksi PDIP
dan
Fraksi Golkar.
Mereka
balas menyerang
eksekutif
dengan
menuding banyak
ketidakberesan
dari
berbagai kebijakan
dan
proyek-proyek yang dibangun
tahun 2007 yang
terindikasi
melanggar
hukum.
Dalam
rapat yang
dipimpin
Ketua DPRD I Made
Kembang
Hartawan dan
Ketua
Fraksi PDIP I Nyoman
Suheng
Kusumayasa, diungkapkan
dari
hasil penelusuran F-PDIP
banyak
ditemukan kegiatan
yang dilakukan unit-unit
di
eksekutif maupun
proyek-proyek yang
menggunakan
dana
APBD yang besar
belum
terlaksana sesuai
perencanaan
dan
belum tertib
hukum.
Ketua
Fraksi
Golkar, Ketut
Subadi
juga mengatakan
proyek-proyek yang
dibuat
Bupati Winasa
dengan
dana puluhan
milyar
rupiah dari APBD,
seperti
kapal Jimbarsegara,
Galangan
Kapal,
comreyor, pabrik
pakan
ternak, pabrik
cokelat,
pabrik
pupuk organik,
prosesing
daging,
Jimbarwana Transport, pasar
hewan
sampai twin tower, adalah
proyek yang
gagal.
Sumber
kegagalannya
akibat
lemahnya perencanaan
dan
sumber daya
pengelolanya
sehingga
tidak
bermanfaat untuk
masyarakat.
Menurut
Subadi
semua proyek yang
gagal
tersebut terkesan
dipaksakan
untuk
mendongkrak popularitas
politik.
Subadi
juga
mengatakan Fraksi
Golkar
menyarankan agar dihentikan
untuk
mengurangi beban APBD
dan
lembaga pengelolanya
diproses
secara
hukum.
Sementara
Ketua
Komisi C I Ketut
Wirata
Winaya juga
menambahkan
kebijakan owner
etimate (OE) yang
diterapkan
eksekutif
dalam
pelaksanaan proyek
terindikasi
terjadi
pelanggaran hukum
pidana.
Di mana
dalam
pelaksanaanya melahirkan
korupsi
gaya
baru
lantaran ditengarai
pelaksanaannya
bernuansa KKN.
Tidak
semua
fraksi memojokkan
eksekutif.
Ketua
Fraksi
Nasional Demokrat
Bangsa (FNDB)
Ketut
Subanda kemarin
tampak
membela eksekutif.
Subanda
menyampaikan
kebijakan
dan program
atau
proyek yang belum
berjalan
dengan
baik agar disempurnakan.
Demikian
juga
sumber daya
manusianya
perlu
ditingkatkan sehingga
pengelolaannya
bisa
berjalan sesuai
dengan
harapan. (kmb)