Realisasi Kompor Hemat Energi Dipertanyakan
Denpasar
(Bali Post) -
Nyaris setahun keinginan masyarakat Tabanan untuk menikmati kompor
hemat energi buatan Jerman tak kunjung terealisasi. Padahal warga
telah menyetorkan uang administrasi Rp 50 ribu sebagai ongkos
pengiriman. Akibatnya kini banyak warga bertanya-tanya ttentang
kepaatian proyek ini. Mereka mengaku takut aakah proyek itu fiktif
atau tidak karena tak adanya kepastian informasi.
---------
Sejumlah warga juga banyak menelepon redaksi Bali
Post untuk menanyakan proyek sosial dengan dalih menekan polusi
dan penggunaan BBM ini. Mereka mendesak para bupati yang telah
memberikan rekomendasi program ini bertanggung jawab atas janji
investor tersebut. Tingginya keluhan warga yang mempertanyakan
realisasi kompor hemat energi buatan Jerman ini direspons oleh
Ketua Yayasan Sinar Matahari selaku pengelola bantuan sosial yang
konon telah direkomendasikan PPB untuk mencegah pemanasan global.
' Kami akui ada kelambatan. Kami belum bisa
memenuhi target karena kesulitan administrasi,'' kilah Drs. I Gst.
A.A. Suarsiti, selaku Ketua Yayasan Sinar Matahari, Sabtu (3/5)
kemarin.
Bahkan, ia mengakui sedang konsultasi dengan
Asisten II Pemkab Tabanan untuk kepentingan penerimaan tim asal
Jerman yang akan memantau program ini. ''Kami belum bisa berjanji
kapan kompor akan tiba di Bali. Yang jelas uang yang dikumpulkan
dari masyarakat akan kami pertanggungjawabkan,'' ujarnya.
Salah satu hambatan, kata dia, pihaknya belum bisa
memenuhi calon penerima yang disyaratkan oleh investor harus
mencapai 30 ribu orang. Kini, pihaknya baru mengumpulkan 6.000
orang. ''Kami akan koordinasi denagn Asisten II untuk pemenuhan
target calon penerima. Caranya akan kami atur nanti,'' ujarnya.
Sebelumnya A.A. Suarsiti sempat menjamin bahwa
bantuan akan cair menjelang konferensi panas bumi. Pihaknya
bersama investor bahkan sempat menghadap gubernur Bali. Ternyata,
hingga kini kepastian realisasi kompor hemat energi tak kunjung
jelas. Warga yang telah mendaftarpun mempertanyakan nasib uang
mereka. (044)