kembali ke halaman depan
bunga2.gif (1033 bytes)  Minggu Pahing, 4 Mei 2008 tarukan valas
 

BERITA


Realisasi Kompor Hemat Energi Dipertanyakan

Denpasar (Bali Post) -
Nyaris setahun keinginan masyarakat Tabanan untuk menikmati kompor hemat energi buatan Jerman tak kunjung terealisasi. Padahal warga telah menyetorkan uang administrasi Rp 50 ribu sebagai ongkos pengiriman. Akibatnya kini banyak warga bertanya-tanya ttentang kepaatian proyek ini. Mereka mengaku takut aakah proyek itu fiktif atau tidak karena tak adanya kepastian informasi.

---------

 

Sejumlah warga juga banyak menelepon redaksi Bali Post untuk menanyakan proyek sosial dengan dalih menekan polusi dan penggunaan BBM ini. Mereka mendesak para bupati yang telah memberikan rekomendasi program ini bertanggung jawab atas janji investor tersebut. Tingginya keluhan warga yang mempertanyakan realisasi kompor hemat energi buatan Jerman ini direspons oleh Ketua Yayasan Sinar Matahari selaku pengelola bantuan sosial yang konon telah direkomendasikan PPB untuk mencegah pemanasan global.

' Kami akui ada kelambatan. Kami belum bisa memenuhi target karena kesulitan administrasi,'' kilah Drs. I Gst. A.A. Suarsiti, selaku Ketua Yayasan Sinar Matahari, Sabtu (3/5) kemarin.

Bahkan, ia mengakui sedang konsultasi dengan Asisten II Pemkab Tabanan untuk kepentingan penerimaan tim asal Jerman yang akan memantau program ini. ''Kami belum bisa berjanji kapan kompor akan tiba di Bali. Yang jelas uang yang dikumpulkan dari masyarakat akan kami pertanggungjawabkan,'' ujarnya.

Salah satu hambatan, kata dia, pihaknya belum bisa memenuhi calon penerima yang disyaratkan oleh investor harus mencapai 30 ribu orang. Kini, pihaknya baru mengumpulkan 6.000 orang. ''Kami akan koordinasi denagn Asisten II untuk pemenuhan target calon penerima. Caranya akan kami atur nanti,'' ujarnya.

Sebelumnya A.A. Suarsiti sempat menjamin bahwa bantuan akan cair menjelang konferensi panas bumi. Pihaknya bersama investor bahkan sempat menghadap gubernur Bali. Ternyata, hingga kini kepastian realisasi kompor hemat energi tak kunjung jelas. Warga yang telah mendaftarpun mempertanyakan nasib uang mereka. (044)

 

 

ke atas

 
LIVE RADIO GLOBAL
Live Radio Global FM Kinijani

 

ACARA RADIO & TV

 

CUACA

www.bali-travelnews.com