kembali ke halaman depan
bunga2.gif (1033 bytes)  Minggu Pahing, 4 Mei 2008 tarukan valas
 

BERITA


Proyek-proyek Besar Mangkrak di Bali
Dari RPH Temesi hingga Embung Puragae

Sejumlah proyek besar di Bali kini tergolong mangkrak. Pergantian bupati juga berlalu, sejumlah proyek tetap mangkrak. Alasannya, faktor dana hingga tak matangnya perencanaan. Padahal proyek ini sangat strategis bagi masyarakat dan menggunakan uang rakyat lagi. Proyek apa saja itu?

---

SETELAH mangkrak lebih dari empat bulan, proyek pembangunan Pusat Pendaratan Ikan (PPI) di Karangdadi, Kusamba, Dawan, kembali digelontor dana Rp 3,3 milyar melalui APBD Klungkung 2008. Namun, dengan alokasi anggaran itu, belum menjamin proyek yang dikerjakan secara bertahap sejak 2006 tersebut akan tuntas tahun ini. Karena terganjal kondisi tanah.

Sebelumnya, karena kendala teknis (kesulitan pemasangan sheet file), dengan anggaran yang sama (Rp 3,3 milyar), pembangunan dermaga PPI sampai saat ini masih mangkrak. Puluhan batang sheet file (beton pancang) yang rencananya dipasang sebagai dinding kolam pelabuhan ikan, dibiarkan menumpuk begitu saja di lokasi. Membuat besi beton bagian dari struktur kolam pelabuhan aus dan karatan.

Pemasangan batang sheet file sudah diupayakan sejak Oktober-November 2007. Berbagai metode dipakai, di antaranya metode vibro (getar), sedot dan hummer set (dengan pemukulan). Termasuk upaya niskala, dengan menghaturkan banten pecaruan dan matur piuning. Tetapi tak berhasil. ''Kontraktor menyerah. Sekarang alat berat sudah diangkut semua,'' ujar warga yang ditemui di lokasi PPI.

Kasubdin Bina Usaha Dinas Peternakan, Perikanan dan Kelautan (PPK), Putu Suarta, membantah kalau proyek PPI mangkrak. ''Tidak mangkrak. Malah, tahun ini segera dilakukan pemancangan,'' tandasnya.

 

RPH Temisi

Di Gianyar, proyek mangkrak yang menjadi sorotan publik hingga kini adalah Rumah Potong Hewan (RPH) Temesi. Dua dinasti pemerintahan berlalu, RPH Temesi tak juga beroperasi. Selain proyek mangkrak, proyek mubazir juga ada di Gianyar. Terminal di Stadion Dipta merupakan salah satu contoh dari proyek yang kini belum ada kejelasan akan tindak lanjutnya.

Di RPH Temesi, dikabarakan akan ada investor baru. Sejauh mana akan kesanggupannya untuk bisa membawa RPH Temesi beroperasi belum diketahui secara pasti. Kadis Peternakan Gianyar Dewa Raka Jaya, Sabtu (3/5) kemarin, belum bisa dihubugi berkenaan dengan keberadaan RPH.

Optimisme berjalannya RPH Temesi juga sempat dipercayakan kepada pemerintahan A.A. Gede Agung Bharata. Hal ini dengan kedatangan investor ke RPH Temesi. Akan tetapi hingga berakhir, RPH juga belum berjalan. Bahkan, Ketua DPRD Agus Mahayastra sempat pasang badan terkait belum berjalannya RPH yang menghabiskan dana milyaran rupiah ini. Saling tuding terhadap keberadaan proyek RPH ini pun terjadi dan malah mencari kambing hitam, bukan solusi.

Demikian pula sebelum Pilkada Gianyar. Keberadaan RPH menjadi bahan politik dari Tjok Ace. Kritikan pedas dilontarkannya atas mangkraknya RPH temesi. Lantas setelah menjabat Bupati? Belum ada tanda-tanda akan berjalannya RPH temesi.

Bupati Tjok. Ace maupun Wakil Sutanya sempat berkunjung ke RPH Temesi. Ia mengatakan telah ada investor baru untuk menggantikan PT Tri Nimpuna yang sebelumnya sebagai investor RPH. Rencananya, Mei atau juni ini di RPH tersebut akan dilakukan uji coba pemotongan sapi. Mungkin uji coba ini akan dilakukan 5 - 10 ekor per hari dari kapasitas yang dibuat 100 ekor per hari.

 

Delapan Proyek

Di Karangasem setidaknya terdapat delapan proyek atau bangunan pariwisata yang mangkrak sampai kini. Ketua Komisi II DPRD Karangasem Gede Dana menyampaikan, Sabtu kemarin di Amlapura, pihaknya bakal membahas hal itu dalam rapat panitia khusus Dewan. Nantinya, hal itu disampaikan dalam laporan keterangan pertanggungjawaban Bupati Karangasem tahun 2007.

Menurut Gede Dana, buruknya perencanaan sejak awal menjadi biang kerok mangkraknya proyek-proyek itu. Proyek yang mangkrak itu, embung di Puragae di Rendang, Karangasem airnya tinggal sedikit akibat membran atau plastik penahan airnya robek. Proyek bantuan propinsi Bali senilai sekitar Rp 2 milyar itu, diakui Bupati Karangasem I Wayan Geredeg karena perencanaannya tak bagus. Embung itu dibangun begitu saja dengan membendung alur sungai, sehingga endapan lumpur tinggi. Berbagai benda yang dihanyutkan banjir masuk embung dan itulah menyebabkan membran embung robek. Sampai saat ini belum ada rencana kapan embung itu bakal diperbaiki.

Pasar hewan di Desa Pempatan, Rendang yang dibangun tahun 2006 juga sampai saat ini belum dimanfaatkan alias mangkrak. Proyek senilai Rp 600 juta di atas lahan seluas enam hektar itu sepi akibat hari pasaran bersamaan dengan pasar hewan Bebandem. Di samping itu, lokasi pasar itu berada di jalur sepi.

Bupati Karangasem Wayan Geredeg berencana membangun lagi pasar umur di lokasi sepi itu, dengan harapan pasar hewan ramai dan bermanfaat. Di objek wisata Amed, ada dua proyek mangkrak yakni wantilan objek wisata Tirta Jemeluk dan Pusat Pelelangan Ikan (PPI) Amed. Wantilan di Jemeluk dibangun tahun 2003 dengan dana ratusan juta rupiah, tetapi sampai kini tak dimanfaatkan. Pihak Desa Pakraman Culik sempat diberikan kepercayaan mengelola wantilan itu, namun akhirnya pihak desa angkat tangan akibat sepinya wisatawan.

Dua hotel milik Pemkab karangasem yakni Bukit Putung Bar and Restoran, serta Hotel Balina di Banjar Buitan, Manggis, Karangasem dikontrakkan kepada seorang investor. Namun sampai kini tak bisa disewakan, padahal bangunannya sudah hancur dan sudah tak layak dikomersialkan apalagi disewakan kepada wisman.

Terakhir, proyek pipanisasi air bersih dari sumber air Desa Ababi ke desa-desa di Seraya sampai kini tak jelas kabarnya. Sejumlah warga Desa Seraya terus mempertanyakan kelanjutan proyek senilai Rp 5 milyar itu.

Direktur PDAM Karangasem Gede Putu Kertia, S.E. mengatakan pekerjaan fisik proyek itu dikerjakan pihak Dinas PU Karangasem. Sebenarnya pipanisasi sudah dilakukan dan sudah tuntas namun akhirnya masyarakat Desa Ababi tak mengizinkan menyedot lagi air mereka dengan alasan sawah di wilayah subak mereka kering kekurangan air. (bal/dar/bud)

 

 

ke atas

 
LIVE RADIO GLOBAL
Live Radio Global FM Kinijani

 

ACARA RADIO & TV

 

CUACA

www.bali-travelnews.com