kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Sabtu Umanis, 3 Mei 2008

 Bali


Perbekel
Joanyar Gantung Diri di Kebun Anggur
Diduga
tak Kuat Hadapi Beban Kerja ---- 

Singaraja (Bali Post) -
Diduga
karena tak kuat menanggung beban menjadi perbekel, Nyoman Wirasa (36), yang baru lima bulan dilantik jadi Perbekel Desa Joanyar Kecamatan Seririt, Buleleng, nekat mengakhiri hidupnya.

Wirasa ditemukan meninggal setelah gantung diri di sebuah kebun anggur, Jumat (2/5) kemarin. Mayat perbekel yang dilantik pada 9 Desember 2007 lalu itu ditemukan pertama kali sekitar pukul 05.00 wita oleh Nyoman Pastika (38), warga Dusun Padma Sari. Saat itu, Pastika sedang lewat di depan gubuk dan kaget melihat sesosok mayat ditemukan dalam kondisi tergantung dengan tali plastik biru. Ia kemudian mengabarkan penemuan itu kepada aparat desa untuk selanjutnya dilaporkan ke Polsektif Seririt.

Kapolsektif Seririt AKP I Ketut Naya seizin Kapolres Buleleng AKBP Rudolf A. Rodja mengatakan dari hasil pemeriksaan medis dipastikan Wirasa memang meninggal akibat gantung diri. Selain tidak adanya tanda-tanda kekerasan, di tubuh Perbekel Joanyar itu juga ditemukan ciri-ciri yang menunjukkan bahwa yang bersangkutan memang meninggal akibat bunuh diri. Namun hingga Jumat kemarin, polisi belum mengetahui secara rinci motif atau penyebab Wirasa nekat melakukan aksi bunuh diri.

Informasi yang dikumpulkan dari keluarga Wirasa menyebutkan selama hidupnya Wirasa dikenal sebagai lelaki tertutup dan pendiam. Namun belakangan, ia kerap mengeluh kepalanya sakit ketika datang dari menjalankan tugas di kantor desa. Setiap pulang dari kantor desa, Wirasa mengeluh sakit kepala dan sering bercerita kepada tetangganya bahwa ia tak kuat menjadi perbekel, kata Putu Sumiasa (56), mertua Wirasa.

Selain mengeluh tentang beban kerja, Wirasa yang pernah menjabat sebagai Ketua Ranting PDI-P Joanyar itu juga kerap mengatakan hal-hal yang berkaitan dengan kematian kepada tetangga-tetangganya. Bahkan awal pekan lalu, Wirasa pernah mencoba gantung diri di sebuah kandang di samping rumahnya. Namun percobaan bunuh diri itu dipergoki oleh mertuanya. Melihat menantunya seperti itu, Sumiasa mengaku pernah membawa Wirasa berobat ke balian. Saat itu, balian memang membenarkan bahwa Wirasa sedang diliputi beban berat. Untuk itulah, Sumiasa terus mengawasi menantunya yang selain menjadi perbekel juga masih bekerja di sawah. Pada Kamis (1/5) malam, Wirasa ternyata tidak pulang dari sawah dan ditemukan sudah menjadi mayat pada keesokan harinya. Mayat Wirasa langsung dikuburkan Jumat siang kemarin. (kmb15)

 

 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)