Perbekel
Joanyar
Gantung Diri
di
Kebun Anggur
Diduga
tak
Kuat Hadapi
Beban
Kerja ----
Singaraja
(Bali Post) -
Diduga
karena
tak kuat
menanggung
beban
menjadi perbekel,
Nyoman
Wirasa (36), yang baru
lima
bulan
dilantik jadi
Perbekel
Desa
Joanyar Kecamatan
Seririt,
Buleleng,
nekat
mengakhiri hidupnya.
Wirasa
ditemukan
meninggal
setelah
gantung diri
di
sebuah kebun
anggur,
Jumat (2/5) kemarin.
Mayat
perbekel yang dilantik
pada 9
Desember 2007 lalu
itu
ditemukan pertama
kali sekitar
pukul 05.00
wita
oleh Nyoman
Pastika (38),
warga
Dusun Padma Sari.
Saat
itu, Pastika
sedang
lewat di
depan
gubuk
dan kaget
melihat
sesosok mayat
ditemukan
dalam
kondisi tergantung
dengan
tali plastik
biru.
Ia
kemudian
mengabarkan
penemuan
itu
kepada aparat
desa
untuk selanjutnya
dilaporkan
ke
Polsektif Seririt.
Kapolsektif
Seririt AKP I
Ketut
Naya seizin
Kapolres
Buleleng AKBP Rudolf A.
Rodja
mengatakan dari
hasil
pemeriksaan medis
dipastikan
Wirasa
memang meninggal
akibat
gantung diri.
Selain
tidak
adanya tanda-tanda
kekerasan,
di
tubuh Perbekel
Joanyar
itu juga
ditemukan
ciri-ciri yang
menunjukkan
bahwa yang
bersangkutan
memang
meninggal akibat
bunuh
diri.
Namun
hingga
Jumat kemarin,
polisi
belum mengetahui
secara
rinci motif atau
penyebab
Wirasa
nekat melakukan
aksi
bunuh diri.
Informasi
yang dikumpulkan
dari
keluarga Wirasa
menyebutkan
selama
hidupnya Wirasa
dikenal
sebagai lelaki
tertutup
dan
pendiam.
Namun
belakangan,
ia
kerap
mengeluh kepalanya
sakit
ketika datang
dari
menjalankan tugas
di
kantor desa.
Setiap
pulang dari
kantor
desa,
Wirasa mengeluh
sakit
kepala dan
sering
bercerita kepada
tetangganya
bahwa
ia tak
kuat
menjadi perbekel,
kata
Putu Sumiasa (56),
mertua
Wirasa.
Selain
mengeluh
tentang
beban kerja,
Wirasa yang
pernah
menjabat sebagai
Ketua Ranting PDI-P
Joanyar
itu juga
kerap
mengatakan hal-hal
yang berkaitan
dengan
kematian kepada
tetangga-tetangganya.
Bahkan
awal
pekan lalu,
Wirasa
pernah mencoba
gantung
diri di
sebuah
kandang di
samping
rumahnya.
Namun
percobaan
bunuh
diri itu
dipergoki
oleh
mertuanya.
Melihat
menantunya
seperti
itu, Sumiasa
mengaku
pernah membawa
Wirasa
berobat ke
balian.
Saat
itu,
balian memang
membenarkan
bahwa
Wirasa sedang
diliputi
beban
berat.
Untuk
itulah,
Sumiasa terus
mengawasi
menantunya yang
selain
menjadi perbekel
juga
masih bekerja
di
sawah.
Pada
Kamis (1/5)
malam,
Wirasa ternyata
tidak
pulang dari
sawah
dan ditemukan
sudah
menjadi mayat
pada
keesokan harinya.
Mayat
Wirasa
langsung dikuburkan
Jumat
siang kemarin.
(kmb15)