kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Senin Wage, 26 Mei 2008

 Bali


Sumur
Warga Mengering--
Prajuru
Adat Panggil Pengusaha Teh Sosro

Gianyar (Bali Post) -
Akibat
menurunnya debit air yang ada di sekitar perusahaan teh Sosro Kemenuh, Minggu (25/5) kemarin, prajuru adat Desa Kemenuh, Sukawati, memanggil pengusaha teh tersebut. Selain masalah debit air, pertemuan yang berlangsung di wantilan Pura Pemuteran Kemenuh juga disampaikan berkenaan dengan hasil evaluasi perjanjian kedua pihak yang dalam hal ini banyak terjadi ketimpangan.

Pertemuan prajuru yang mewakili masyarakat adat Kemenuh, menyangkut empat poin dari 16 isi perjanjian yang ada selama ini. Di antaranya penggunaan air bawah tanah (ABT), tenaga kerja, lingkungan/limbah, dan perluasan bangunan pihak perusahaan. Untuk penurunan debit air, Bendesa Kemenuh I.B. Putu Alit mengatakan akibat adanya penggunaan ABT oleh perusahaan Sosro. Seperti debit air yang ada di sumur warga serta pancoran yang ada di pura setempat.

Sumur salah satu warga, Budiana dengan kedalaman 15 meter terjadi penurunan. Sehingga dilakukan penggalian hingga kedalaman 17 meter. Kini malah sumurnya kering. Dalam kesepakatan yang dibuat tahun 2003, penggunaan ABT dialihkan menggunakan air permukaan dalam jangka waktu 10 tahun. Demikian pula halnya terhadap pengisian tenaga kerja yang kini belum ada 60 persen sebagaimana perjanjian. Alit mengatakan mereka baru menggunakan 40 persen tenaga dari Kemenuh (57 orang).

Berkenaan dengan lingkungan, perjanjian perusahaan yang tidak akan membuang limbah ke sungai Petanu, dalam operasionalnya ada indikasi limbah pabrik dalam waktu tertentu dibuang ke sungai Petanu. Hal ini dari adanya sejumlah perubahan bebatuan, serta air yang dipakai oleh warga di bagian hilir. Demikian pula halnya dengan kesepakatan perluasan bangunan pabrik lebih ditekankan untuk senantiasa berkonsultasi dengan prajuru adat. ''Nyatanya dalam perluasan yang ada di sebelah areal kuburan desa hal itu tidak dilakukan sehingga ada kesulitan bagi desa dalam pelaksanaan ngaben,'' jelasnya.    

Sementara itu pihak manajemen yang diwakili oleh General Manager, Harjianto dan personalia Sukanta mengatakan akan mengakomodir semua yang disampaikan oleh prajuru dalam pertemuan tersebut. Terutama, dalam masalah penggunaan air permukaan untuk industri. Sedangkan I.B. Minaka, salah satu prajuru yang juga duduk di DPRD Gianyar menyoroti lemahnya pengawasan pemerintah atas pelaksanaan operasional perusahaan teh Sosro yang beroperasi sejak tahun 2002. (kmb16)

 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)