Pengaruh
Kenaikan
Harga BBM...
Harga
Kertas Koran
Naik
15-20 Persen
Jakarta (Bali Post) -
Kenaikan
harga BBM
sekitar 30
persen
dipastikan akan
menyebabkan
secara
akumulatif harga
kertas
koran per kilogram naik
15-20 persen.
Pelaksana
Harian
Sarikat Penerbit
Surat
Kabar, Asmono,
mengisyaratkan
hal itu
Jumat (23/5)
kemarin.
Dikatakannya,
ketika
pemerintah mengisyaratkan
harga BBM
akan
naik, sudah
terjadi
kenaikan harga
kertas
koran 13 persen.
Dia
menyebut April lalu
harga
kertas koran
sekitar
Rp 8.400/kg. Namun
dua
hari lalu,
tepatnya
Rabu (21/5),
saat
Menteri Keuangan Sri
Mulyani
menyatakan BBM akan
naik 30
persen sudah
terjadi
pelonjakan harga
kertas
standar menjadi
Rp 9.100 per kg.
Ia
melihat
kecenderungan harga
kertas
koran akan
terus
naik.
Setelah April naik 13
persen,
pada kuartal
kedua
tahun 2008 ini
akan
naik lagi 5-10
persen.
Diperkirakan potensi
kenaikan
harga
kertas koran
menjadi 15-20
persen. ''Ini
baru
perkiraan kami
di SPS,''
tegasnya.
Lantas
pengaruhnya
terhadap
harga
koran, Asmono
menyatakan
otomatis
mengalami
kenaikan
karena
kertas merupakan
bahan
bakunya. Malah
saat
ini harga
koran
eceran di Jakarta
sudah
mengalami kenaikan
antara
Rp 500 s.d. 1.500 per
eksemplar.
Sementara
langganan per
bulan
mengalami kenaikan
antara
Rp 20.000 - Rp
25.000. Isyarat
kenaikan
harga
kertas koran
ini
sudah disampaikan SPS
kepada
Wakil Presiden
Jusuf
Kalla, beberapa
waktu
lalu. Bahkan
tak
hanya kertas
koran,
majalah, buku
juga
akan mengalami
kenaikan.
Anggota
Dewan
Pers Leo Batubara
mengatakan,
ada dua
faktor
utama yang mempengaruhi
kenaikan
harga
kertas koran
di
dalam negeri,
yakni
terkait masalah
lingkungan
dan
energi seperti BBM.
Menurut Leo
Batubara,
bahan
baku kertas
koran
di dalam
negeri
dipasok dari
Amerika
Serikat. Kenyataannya
di
negeri tersebut
harga BBM
naik
serta penyediaan
bahan
baku kertas
menurun
tajam karena
adanya
protes pemerhati
lingkungan
terkait
penebangan pohon
pinus yang
menjadi
bahan baku
utama
kertas koran. ''Jadi,
karena
keterbatasan bahan
baku
serta harga BBM yang
terus
naik menyebabkan
harga
bahan baku
kertas
jadi naik,''
tambahnya.
Selain
faktor
tersebut, harga
kertas
koran juga
ditentukan
faktor
supplay dan demand.
Yang terjadi
saat
ini permintaan
kertas
oleh Cina
dan India
sangat
tinggi. Ini
juga
menjadi salah
satu
penyebab naiknya
harga
kertas koran
dari
produsen (AS - red).
Ditanya
berapa
kenaikan harga
kertas
koran di
dalam
negeri, Leo mengatakan
belum
bisa memprediksi
berapa
besarnya setelah
kenaikan April
lalu
sebesar 14 persen.
Namun,
ia memastikan
kenaikan
nanti
akan membuat
sebagian
besar
bisnis media cetak
akan
terempas. ''Kondisinya
sangat
membahayakan,'' ujarnya
tanpa
merinci lebih
jauh.
Dikatakannya,
dari
sekitar 900 media cetak
yang ada
di
Tanah Air hanya 30
persen yang
terbilang
sehat.
Sedangkan yang 70 persen
kondisinya
memprihatinkan.
Dengan
naiknya harga
kertas,
semua akan
kena
dampaknya, termasuk
yang sehat.
Bagi yang
sehat
memang lebih
ringan
dampaknya, seperti
untung
akan berkurang
karena
naiknya biaya
produksi.
Namun yang
lainnya
bisa terancam
produksinya
maupun
halaman korannya
bisa
menciut, termasuk
memperkecil
ukuran
koran. Apalagi media
cetak
tersebut sebagian
besar
di luar
Jawa,
sehingga harus
menambah
beban
transportasi yang akan
naik
secara signifikan
sejalan
dengan naiknya
harga BBM.
Untuk
mencegah
ambruknya media
tersebut, Leo
mengaku
sudah menemui
Menkominfo
maupun
Menkeu agar pajak
koran
dihapus alias dinolkan.
''Di India
tak ada
pajak
untuk media,'' jelasnya.
Sehingga, media
di
sana
berkembang
pesat.
Solusi lain mengatasi
kenaikan
harga
kertas yakni
menaikkan
iklan
dan terakhir
menaikkan
harga
koran. (029/031)