kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Sabtu Pahing, 24 Mei 2008

 Nusantara


Pengaruh
Kenaikan Harga BBM...
Harga
Kertas Koran Naik 15-20 Persen

Jakarta (Bali Post) -
Kenaikan
harga BBM sekitar 30 persen dipastikan akan menyebabkan secara akumulatif harga kertas koran per kilogram naik 15-20 persen. Pelaksana Harian Sarikat Penerbit Surat Kabar, Asmono, mengisyaratkan hal itu Jumat (23/5) kemarin.

Dikatakannya, ketika pemerintah mengisyaratkan harga BBM akan naik, sudah terjadi kenaikan harga kertas koran 13 persen. Dia menyebut April lalu harga kertas koran sekitar Rp 8.400/kg. Namun dua hari lalu, tepatnya Rabu (21/5), saat Menteri Keuangan Sri Mulyani menyatakan BBM akan naik 30 persen sudah terjadi pelonjakan harga kertas standar menjadi Rp 9.100 per kg.

Ia melihat kecenderungan harga kertas koran akan terus  naik. Setelah April naik 13 persen, pada kuartal kedua tahun 2008 ini akan naik lagi 5-10 persen. Diperkirakan potensi kenaikan harga kertas koran menjadi 15-20 persen. ''Ini baru perkiraan kami di SPS,'' tegasnya.

Lantas pengaruhnya terhadap harga koran, Asmono menyatakan otomatis mengalami kenaikan karena kertas merupakan bahan bakunya. Malah saat ini harga koran eceran di Jakarta sudah mengalami kenaikan antara Rp 500 s.d. 1.500 per eksemplar. Sementara langganan per bulan mengalami kenaikan antara Rp 20.000 - Rp 25.000. Isyarat kenaikan harga kertas koran ini sudah disampaikan SPS kepada Wakil Presiden Jusuf Kalla, beberapa waktu lalu. Bahkan tak hanya kertas koran, majalah, buku juga akan mengalami kenaikan.

Anggota Dewan Pers Leo Batubara mengatakan, ada dua faktor utama yang mempengaruhi kenaikan harga kertas koran di dalam negeri, yakni terkait masalah lingkungan dan energi seperti BBM. Menurut Leo Batubara, bahan baku kertas koran di dalam negeri dipasok dari Amerika Serikat. Kenyataannya di negeri tersebut harga BBM naik serta penyediaan bahan baku kertas menurun tajam karena adanya protes pemerhati lingkungan terkait penebangan pohon pinus yang menjadi bahan baku utama kertas koran. ''Jadi, karena keterbatasan bahan baku serta harga BBM yang terus naik menyebabkan harga bahan baku kertas jadi naik,'' tambahnya.

Selain faktor tersebut, harga kertas koran juga ditentukan faktor supplay dan demand. Yang terjadi saat ini permintaan kertas oleh Cina dan India sangat tinggi. Ini juga menjadi salah satu penyebab naiknya harga kertas koran dari produsen (AS - red).

Ditanya berapa kenaikan harga kertas koran di dalam negeri, Leo mengatakan belum bisa memprediksi berapa besarnya setelah kenaikan April lalu sebesar 14 persen. Namun, ia memastikan kenaikan nanti akan membuat sebagian besar bisnis media cetak akan terempas. ''Kondisinya sangat membahayakan,'' ujarnya tanpa merinci lebih jauh.

Dikatakannya, dari sekitar 900 media cetak yang ada di Tanah Air hanya 30 persen yang terbilang sehat. Sedangkan yang 70 persen kondisinya memprihatinkan. Dengan naiknya harga kertas, semua akan kena dampaknya, termasuk yang sehat. Bagi yang sehat memang lebih ringan dampaknya, seperti untung akan berkurang karena naiknya biaya produksi. Namun yang lainnya bisa terancam produksinya maupun halaman korannya bisa menciut, termasuk memperkecil ukuran koran. Apalagi media cetak tersebut sebagian besar di luar Jawa, sehingga harus menambah beban transportasi yang akan naik secara signifikan sejalan dengan naiknya harga BBM.

Untuk mencegah ambruknya media tersebut, Leo mengaku sudah menemui Menkominfo maupun Menkeu agar pajak koran dihapus alias dinolkan. ''Di India tak ada pajak untuk media,'' jelasnya. Sehingga, media di sana berkembang pesat. Solusi lain mengatasi kenaikan harga kertas yakni menaikkan iklan dan terakhir menaikkan harga koran. (029/031)

 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)