kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Jumat Umanis, 23 Mei 2008

 Bali


DPRD Kecolongan Dua Proyek Besar
 

Tabanan (Bali Post) -
DPRD Tabanan kecolongan dua proyek besar dalam beberapa bulan belakangan.
Setelah proyek Vita Life Resort, di Banjar Wangaya Betan Desa Mangesta, Penebel yang sebagian mencaplok lahan pertanian subur serta berdekatan dengan Pura Luhur Batu Panes dan kini pembangunan stan pameran Indonesia Expo di objek wisata Tanah Lot.

Sebelumnya, proyek pembangunan Vita Life Spiritual Healing World Centre yang dikerjakan oleh PT Bali Permata Indah, milik beberapa investor asing yang dikomandani Rony Tong sebagai presiden direktur, baru ramai dibicarakan kalangan Dewan setelah Bupati Tabanan N. Adi Wiryatama, Jumat (18/4) lalu, meletakkan batu pertama. Dalam pandangan umum anggota Dewan pada sidang paripurna LKPJ beberapa minggu lalu, secara resmi Dewan baru mempertanyakannya kepada Bupati. Sebelumnya, Fraksi Partai Golkar hendak sidak ke lokasi proyek, tetapi urung dilakukan karena permintaan kepala desa setempat.

Sementara itu, Komisi Gabungan Rabu (21/2) lalu, melakukan sidak ke Tanah Lot. Diketahui pembangunan stan pameran Indonesia Expo yang lokasinya diperkirakan hanya seratus meter dari Pura Luhur Pekendungan hampir rampung. Selain itu, ada pengerukan tanah persis pada bibir pantai membuat kalangan Dewan terperanjat. Ternyata, proyek itu mengambil sempadan pantai dan mengubah bentuk alam. Pengakuan Manajer Badan Otorita Tanah Lot, I Made Sujana, 100 stan pameran itu akan disewakan. Pengerjaannya kini hampir rampung.

Ketua DPRD Tabanan I Wayan Sukaja Kamis (22/5) kemarin, mengakui dirinya tidak tahu-menahu dengan keberadaan proyek di Tanah Lot tersebut. Ia juga mengaku kaget ketika melintas dilihatnya bangunan berjejer di lokasi itu. Sukaja berharap, segala bentuk investasi harus menaati aturan.

Sementara itu, terkait proyek di Wangaya Betan, Fraksi Partai Golkar (F-PG) mengaku masih melakukan kajian. Salah satu anggota F-PG Ir. I Nengah Manu Mudhita, M.M. Kamis kemarin, mengaku telah menanyakan kepada DKLH Tabanan tentang amdal dari proyek tersebut. Tetapi ia mengaku mendapat jawaban, amdal belum turun. Kecolongan dua proyek itu disayangkan oleh banyak pihak sebab Dewan memiliki fungsi kontrol. Jadi, ke mana Dewan selama ini? (kmb14)

 

 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)