DPRD Kecolongan
Dua
Proyek Besar
Tabanan
(Bali Post) -
DPRD Tabanan
kecolongan
dua
proyek besar
dalam
beberapa bulan
belakangan.
Setelah
proyek Vita Life Resort, di
Banjar
Wangaya Betan
Desa
Mangesta, Penebel
yang sebagian
mencaplok
lahan
pertanian subur
serta
berdekatan dengan
Pura
Luhur Batu Panes
dan
kini pembangunan
stan
pameran Indonesia Expo
di
objek wisata
Tanah Lot.
Sebelumnya,
proyek
pembangunan Vita Life Spiritual Healing World
Centre yang dikerjakan
oleh PT Bali
Permata
Indah, milik
beberapa investor
asing yang
dikomandani
Rony Tong
sebagai
presiden direktur,
baru
ramai dibicarakan
kalangan
Dewan
setelah Bupati
Tabanan N.
Adi
Wiryatama, Jumat
(18/4) lalu,
meletakkan
batu
pertama.
Dalam
pandangan
umum
anggota Dewan
pada
sidang paripurna LKPJ
beberapa
minggu
lalu, secara
resmi
Dewan baru
mempertanyakannya
kepada
Bupati.
Sebelumnya,
Fraksi
Partai Golkar
hendak
sidak ke
lokasi
proyek, tetapi
urung
dilakukan karena
permintaan
kepala
desa setempat.
Sementara
itu,
Komisi Gabungan
Rabu (21/2)
lalu,
melakukan sidak
ke
Tanah Lot.
Diketahui
pembangunan
stan
pameran Indonesia Expo yang
lokasinya
diperkirakan
hanya
seratus meter dari
Pura
Luhur Pekendungan
hampir
rampung.
Selain
itu,
ada pengerukan
tanah
persis pada
bibir
pantai membuat
kalangan
Dewan
terperanjat.
Ternyata,
proyek
itu mengambil
sempadan
pantai
dan mengubah
bentuk
alam. Pengakuan
Manajer
Badan Otorita
Tanah Lot, I Made
Sujana, 100
stan
pameran
itu akan
disewakan.
Pengerjaannya
kini
hampir rampung.
Ketua
DPRD Tabanan I
Wayan
Sukaja Kamis (22/5)
kemarin,
mengakui
dirinya
tidak tahu-menahu
dengan
keberadaan proyek
di
Tanah Lot tersebut.
Ia
juga
mengaku kaget
ketika
melintas dilihatnya
bangunan
berjejer
di
lokasi itu.
Sukaja
berharap,
segala
bentuk investasi
harus
menaati aturan.
Sementara
itu,
terkait proyek
di
Wangaya Betan,
Fraksi
Partai Golkar (F-PG)
mengaku
masih melakukan
kajian.
Salah
satu
anggota F-PG Ir. I
Nengah Manu
Mudhita, M.M.
Kamis
kemarin, mengaku
telah
menanyakan kepada
DKLH Tabanan
tentang
amdal dari
proyek
tersebut. Tetapi
ia
mengaku
mendapat jawaban,
amdal
belum turun.
Kecolongan
dua
proyek itu
disayangkan
oleh
banyak pihak
sebab
Dewan memiliki
fungsi
kontrol.
Jadi,
ke mana
Dewan
selama ini?
(kmb14)