kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Kamis Kliwon, 22 Mei 2008  

 Nusantara


Presiden Mempersilakan Demo

Jakarta (Bali Post) -
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menilai wajar unjuk rasa menolak rencana kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM. Meski demikian, ia meminta demonstrasi dilakukan secara tertib dan jangan anarkis. ''Kalau tidak tertib, anarkis, justru menambah persoalan, mengganggu pihak lain dan merusak apa yang telah kita bangun bertahun-tahun,'' kata Presiden Yudhoyono usai menerima Presiden Hongaria, Rabu (21/5) kemarin.

Tema unjuk rasa, menurut Presiden, sejak 10 tahun lalu hingga saat ini masih sama. ''Tema unjuk rasa yang diangkat mahasiswa intinya sama yaitu mengingatkan agar reformasi terus dilanjutkan. Ada agenda reformasi yang belum rampung dari tujuh isu yang biasa disampaikan para pengunjuk rasa, meski ada 1-2 yang mesti dibicarakan secara gamblang karena memang data dan faktanya belum tentu sama,'' tegasnya.

Unjuk rasa bertema pangan dan energi, menurut Presiden, mengingatkan bahwa semua memahami duduk persoalan isu tersebut. Para elite, ekonom, dan politisi yang juga ikut melakukan protes dan aksi-aksi politik sebenarnya juga paham persoalan krisis pangan dan energi ini. Karena itu, Presiden mengingatkan bahwa mereka sesungguhnya menjadi bagian dari solusi.

Protes, sekali lagi, wajar. Demonstrasi itu keniscayaan demokrasi. ''Tetapi, marilah kita bersama-sama mencerdaskan kehidupan bangsa,'' ajak Presiden.

Tahun ini, menurut Presiden, adalah tahun politik dan tiap isu bisa dijadikan sarana untuk mencapai politik tertentu. ''Memang politik adalah politik dan saya tahu ini tahun politik, tahun depan tahun pemilu. Tetapi, mesti ada kontrol hati nurani, kontrol pikiran kita semua sehingga semua yang kita lakukan bermanfaat bagi rakyat,'' ingatnya. (kmb4)

  

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)