kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Kamis Kliwon, 22 Mei 2008  

 Ekonomi


Gerombolan
Kera Porakporandakan Tanaman Palawija

Semarapura (Bali Post) -
Adakalanya
keberadaan gerombolan kera menjadi objek wisata yang menjadi pusat perhatian wisatawan. Contohnya di Sangeh. Namun, gerombolan kera yang satu ini beda. Malah memusingkan warga. Seperti yang dialami warga Desa Pikat, Dawan, Klungkung. Gerombolan kera telah memporak-porandakan tanaman palawija mereka, terutama pisang dan kelapa.

Salah seorang warga Nyoman Siki, Rabu (21/5) kemarin menuturkan, gerombolan kera diketahui sejak setahun lalu. Populasinya mencapai 50 ekor yang tersebar di sejumlah lokasi, di antaranya Bukit Munting, Bukit Muag dan Pura Dalem setempat. ''Keberadaannya benar-benar meresahkan kami. Tanaman palawija kami seperti pisang, kelapa dan lainnya rusak,'' ujar Siki.

Namun, sejauh ini warga belum menemukan cara yang ampuh untuk mengusir gerombolan kera tersebut. Paling hanya memasang perangkap dan membungkus buah pisang atau kelapa dengan plastik. Apalagi saat musim kemarau, kondisinya makin parah. Karena kelaparan, kera-kera itu masuk ke areal pura dan kuburan untuk mendapatkan makanan dari sisa-sisa banten. ''Syukurlah, sejauh ini belum sampai masuk ke pekarangan rumah,'' tambahnya.

Hal itu dibenarkan prajuru setempat, Nyoman Sudiarta. Keberadaan kera yang hidup secara liar itu sudah pada tahap mengkhawatirkan. Namun, dia mengaku tak sampai hati harus membunuh binatang dimaksud. Di samping khawatir akan terjadi sesuatu secara niskala. Beberapa waktu lalu sesama prajuru sempat terbersit menjadikan kera-kera tersebut untuk atraksi wisata. Namun, tentunya sangat membutuhkan biaya yang besar.

Sementara itu, dari data pertanian di Pemkab Klungkung, Desa Pikat menghasilkan pisang sekitar 1.681 ton per tahun dari 8.006 pohon pisang. Sedangkan kelapa, hasil produksinya mencapai 6.938,84 ton per tahun dari luas tanam 184,05 hektar.(kmb20)

 

 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)