''Data Base'' Kacau --
BLT Rawan
Dimanipulasi
Denpasar
(Bali Post) -
Bantuan
Langsung
Tunai (BLT)
sebagai
jurus meredam
gejolak
sosial cakupanya
kini
diperluas.
Padahal,
BLT sejak
petama kali
digulirkan
dikritik
para
ekonom karena
sifatnya
tak
mendidik masyarakat
dan
rawan dimanipulasi.
BLT juga
tidak
akan
membuat
publik bertahan
menghadapi
himpitan
ekonomi
karena sifatnya
bantuan
ini temporer.
Demikian
disampaikan
Rektor
Undiknas Prof. Dr.
I Gede
Sri Darma, S.T, M.M.,
Rabu (14/5)
kemarin.
BLT seolah-olah
menjadi
satu-satunya strategi
yang diyakini
pemerintah
untuk
mengatasi dampak
kenaikan
harga BBM.
''Sebagai
solusi
termporer BLT memang
realistis.
Namun
strategi
kompensasi
dengan
melakukan dikotomi
kaya-miskin
dan
golongan gaji
jelas
riskan bagi
upaya
mewujudkan ketahanan
ekonomi
publik,'' ujarnya.
Sri Darma
mengatakan, BLT
selain
rawan dimanipulasi
juga
memiliki potensi yang
terbuka
untuk diselewengkan.
Masalahnya,
dengan
jumlah penduduk yang
dominan
miskin dan
rendahnya
tingkat
kesiapan infrastruktur,
potensi
penyimpangan sangat
terbuka. ''Data base
pemerintah
tentang
kondisi warganya
amat
kacau.
Buktinya,
penataan KK
miskin
untuk program kesehatan
yang dirancang
relatif lama
juga
tetap kacau,''
ujarnya.
Ekonom
Unud Dr.
I Gusti
Wayan Murjanayasa,
M.Si.
mengakui
BLT sebagai
startegi yang paling
gampang
untuk digulirkan
pada
kondisi dilematis.
Namun,
strategi ini
tak
akan
begitu
efektif, karena
umumnya
strategi ini
berlangsung
temporer.
Setelah
situasi normal, BLT malah
meredup
dan
susah cairnya.
''Mestinya
sasaran
perbaikan ekonomi
diarahkan
untuk
benar-benar membuat
rakyat
miskin bertahan
menghadapi
krisis.
Menurutnya,
sistem
pendataan kependudukan
yang tak
begitu
bagus
akan membuat
penyaluran BLT
ini
rawan pembiasan.
Apalagi
birokrasi yang
akan
menjadi
perpanjangan tangan
pemerintah
melakukan
pendataan
tak
profesional. ''Yang
jelas
kanaikan BBM yang diimbangi
dengan
pemberian BLT tetap
riskan
dalam kondisi
krisis.
Masalahnya,
kini
sebagian besar
warga
sudah sangat
sulit
mengatur biaya
hidupnya,''
ujarnya.
(044)