kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Kamis Kliwon, 22 Mei 2008  

 Bali


Proyek
Indonesia Expo Caplok Sempadan Pantai

Tabanan (Bali Post) -
Pimpinan
komisi dan sejumlah anggota DPRD Tabanan kecewa saat melakukan sidak proyek di areal objek wisata Tanah Lot, Kediri, Rabu (21/5) kemarin. Pasalnya, proyek Indonesia Expo itu sudah hampir rampung, tetapi Dewan tidak tahu-menahu.

Disayangkan, proyek yang dibangun di atas tanah pelaba pura tersebut mencaplok sempadan pantai serta melanggar bhisama radius kesucian pura.

Sidak gabungan komisi dipimpin Ketua Fraksi PDI-P IGM Suryantha Putra langsung menuju lokasi proyek PT Surya Giri Kencana, yang lokasinya berdekatan dengan Pura Luhur Pekendungan. Rombongan Dewan terkejut ketika menyaksikan gundukan tanah bekas pengerukan bibir tebing yang tadinya berupa bukit kecil pelindung deburan ombak. Selain itu, Suryantha Putra yang akrab dipanggil Sena ini ketika berkeliling di lokasi proyek kecewa karena bangunan terkesan kumuh, tidak bercirikan Bali sehingga tidak menarik.

Manajer Badan Otorita Tanah Lot (BOTL), I Made Sujana, menjelaskan proyek itu menggunakan lahan 1,8 hektar yang merupakan pelaba Pura Pukendungan, Batu Mejan dan Batu Bolong. Walau bukan merupakan proyek BOTL, pembangunan itu juga mendapat rekomendasi BOTL dan tetap terjadi koordinasi. Karcis masuk masuk tamu nantinya tetap melalui pintu objek wisata.

Sena memperkirakan jarak proyek dari lokasi pura hanya sekitar seratus meter. ''Kami lembaga Dewan sama sekali tidak diajak koordinasi,'' katanya. Sujana menjelaskan ide perluasan objek wisata datang dari propinsi dengan maksud membangun pasar UKM dari berbagai propinsi di Indonesia. Perluasan itu, kata dia, telah mendapat arahan dari Bupati Tabanan sebagai Ketua Umum BOTL. (kmb14)

 

 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)