kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Jumat Kliwon, 2 Mei 2008

 Bali


Usai Pesta Miras, Pelajar Digilir

Tabanan (Bali Post) -
Perilaku
bejat dilakukan dua ABG yang berstatus pelajar, R (18) dan S (18), yang menggilir seorang cewek ABG berinisial P (17), siswa salah satu SMK swasta di Tabanan. Bahkan, R dua kali menyetubuhi korban yang baru dikenalnya lewat SMS hari itu.

Saat diperiksa polisi, R dan S mengaku tidak memerkosa. Berbeda dengan pengakuan korban yang melaporkan kasus ini ke polisi dengan kasus pemerkosaan. Hingga Kamis (1/5) tadi malam, pihak kepolisian masih memeriksa kedua tersangka.

Kasat Reskrim AKP Beny Murjayanto, SIK. saat mendampingi Pahumas Kompol IWG Suwahyu seizin Kapolres Tabanan menyatakan pihaknya telah meminta keterangan dua pelajar dan satu pemuda berinisial D tersebut. Hingga tadi malam, polisi masih memeriksa dan mengamankan kedua pemuda yang berstatus pelajar SMK swasta di Tabanan tersebut. Turut diamankan, D yang diduga berniat melakukan hal serupa meskipun tak kesampaian. ''Karena dilaporkan setelah lima hari, kami harus melakukan penanganan dengan sangat hati-hati,'' terang Beny.

Kasus itu sebenarnya terjadi Jumat (25/4) lalu, di sebuah kamar kos yang ditempati D, Jalan KS Tubun, Tabanan. Namun, korban yang berasal dari daerah Penebel dan didampingi orangtuanya itu baru melapor ke Polres Tabanan, Rabu (30/4) sore lalu. Dalam pemeriksan petugas, korban yang juga pelajar kelas I mengaku telah disetubuhi secara bergilir oleh R dan S di dalam kamar kos D, sekitar pukul 21.00 wita.

Menurut keterangan korban, awalnya ia berkenalan dengan R yang mengaku bernama Yuda lewat SMS. Jumat lalu, R datang ke kos korban di dekat Pasar OB Tabanan. Namun karena satu urusan, R batal mengajaknya jalan-jalan. Sekitar pukul 18.00 wita, R kembali mengirimkan SMS dan mengajak korban jalan-jalan. Akhirnya R menjemput P di tempat kosnya lalu dibawa ke tempat kos D, dan di tempat itu sudah ada teman-teman R yang sedang pesta minuman keras (miras).

Keterangan dua pelaku berbeda dengan korban. Hanya, kompak mengatakan bahwa R telah melakukan persetubuhan dengan korban sebanyak dua kali. Kejadian itu berlangsung sekitar pukul 21.00 wita. Pertama ketika mereka berdua di dalam kamar dan kedua setelah keduanya sempat menenggak miras dan kembali ke dalam kamar. Di dalam kamar ternyata telah ada pemilik kamar D, tetapi mereka tetap melakukannya dan menyaksikan adegan itu.

 

Bukan Pertama

Setelah R merampungkan nafsu bejatnya, beberapa saat S masuk kamar serta melakukan hal serupa. Setelah itu, giliran D minta jatah namun tidak kesampaian karena korban tidak berdaya. Setelah itu mereka tidur. Korban diantar pulang keesokan harinya, Sabtu (26/5) lalu, pukul 05.30 wita.

Dari pemeriksaan, korban juga mengaku bukan pertama kalinya melakukan begituan, tetapi pernah dengan pacarnya lebih dari satu kali. Ia juga tidak asing dengan miras. Setelah kejadian itu, ia tidak masuk sekolah. Korban bercerita pada salah seorang temannya, kemudian temannya menyampaikan kepada kepada guru BP. Guru BP akhirnya menghubungi orangtua korban, sehingga kasus itu sampai ke polisi. (upi)

 

 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)