Usai
Pesta
Miras, Pelajar
Digilir
Tabanan
(Bali Post) -
Perilaku
bejat
dilakukan dua ABG
yang berstatus
pelajar, R (18)
dan S (18), yang
menggilir
seorang
cewek ABG berinisial
P (17), siswa
salah
satu SMK swasta
di
Tabanan.
Bahkan,
R dua kali
menyetubuhi
korban yang
baru
dikenalnya lewat SMS
hari
itu.
Saat
diperiksa
polisi, R
dan S
mengaku tidak
memerkosa.
Berbeda
dengan
pengakuan korban yang
melaporkan
kasus
ini ke
polisi
dengan kasus
pemerkosaan.
Hingga
Kamis (1/5)
tadi
malam, pihak
kepolisian
masih
memeriksa kedua
tersangka.
Kasat
Reskrim AKP
Beny
Murjayanto, SIK.
saat
mendampingi
Pahumas
Kompol IWG Suwahyu
seizin
Kapolres Tabanan
menyatakan
pihaknya
telah
meminta keterangan
dua
pelajar dan
satu
pemuda berinisial D
tersebut.
Hingga
tadi
malam, polisi
masih
memeriksa dan
mengamankan
kedua
pemuda yang berstatus
pelajar SMK
swasta
di Tabanan
tersebut.
Turut
diamankan, D yang
diduga
berniat melakukan
hal
serupa meskipun
tak
kesampaian. ''Karena
dilaporkan
setelah
lima hari,
kami
harus melakukan
penanganan
dengan
sangat hati-hati,''
terang
Beny.
Kasus
itu
sebenarnya terjadi
Jumat (25/4)
lalu,
di sebuah
kamar
kos yang
ditempati D,
Jalan KS
Tubun,
Tabanan.
Namun,
korban yang
berasal
dari daerah
Penebel
dan didampingi
orangtuanya
itu
baru melapor
ke
Polres Tabanan,
Rabu (30/4) sore
lalu.
Dalam
pemeriksan petugas,
korban yang
juga
pelajar kelas I
mengaku
telah disetubuhi
secara
bergilir oleh R
dan S
di dalam
kamar
kos D,
sekitar
pukul 21.00 wita.
Menurut
keterangan
korban,
awalnya
ia berkenalan
dengan R yang
mengaku
bernama Yuda
lewat SMS.
Jumat
lalu, R datang
ke
kos
korban
di dekat
Pasar OB
Tabanan.
Namun
karena
satu urusan, R
batal
mengajaknya jalan-jalan.
Sekitar
pukul 18.00
wita, R
kembali mengirimkan
SMS dan
mengajak korban
jalan-jalan.
Akhirnya R
menjemput P
di
tempat kosnya
lalu
dibawa ke
tempat
kos D,
dan di
tempat
itu sudah
ada
teman-teman R yang sedang
pesta
minuman keras (miras).
Keterangan
dua
pelaku berbeda
dengan
korban.
Hanya,
kompak
mengatakan bahwa R
telah
melakukan persetubuhan
dengan
korban sebanyak
dua kali.
Kejadian
itu
berlangsung sekitar
pukul 21.00
wita.
Pertama
ketika
mereka berdua
di
dalam kamar
dan
kedua setelah
keduanya
sempat
menenggak miras
dan
kembali ke
dalam
kamar.
Di
dalam
kamar ternyata
telah
ada pemilik
kamar D,
tetapi
mereka tetap
melakukannya
dan
menyaksikan adegan
itu.
Bukan
Pertama
Setelah
R merampungkan
nafsu
bejatnya, beberapa
saat S
masuk kamar
serta
melakukan hal
serupa.
Setelah
itu,
giliran D minta
jatah
namun tidak
kesampaian
karena
korban tidak
berdaya.
Setelah
itu
mereka tidur.
Korban
diantar
pulang keesokan
harinya,
Sabtu (26/5)
lalu,
pukul 05.30 wita.
Dari pemeriksaan,
korban
juga mengaku
bukan
pertama kalinya
melakukan
begituan,
tetapi
pernah dengan
pacarnya
lebih
dari satu kali.
Ia
juga
tidak asing
dengan
miras. Setelah
kejadian
itu,
ia
tidak
masuk sekolah.
Korban
bercerita
pada
salah seorang
temannya,
kemudian
temannya
menyampaikan
kepada
kepada guru BP. Guru BP
akhirnya menghubungi
orangtua
korban,
sehingga kasus
itu
sampai ke
polisi.
(upi)