kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Jumat Kliwon, 2 Mei 2008

 Bali


Masih Misterius ---
Keberadaan
Siswi SMKN 5 di Malaysia

Denpasar (Bali Post) -
Keberadaan
siswi SMKN 5 Denpasar Putu Ayu Astrini yang mengikuti Praktik Kerja Industri (Prakerin) di sebuah Resort World BHD di kawasan Genting Island, Malaysia masih misterius. Kepala SMKN 5 Denpasar Drs. I Wayan Darya Kusuma, M.Pd. ketika dihubungi Bali Post, Kamis (1/5) kemarin, mengaku belum mengetahui keberadaan anak didiknya yang dilaporkan melarikan diri menjelang kepulangannya ke Tanah Air setelah menuntaskan Prakerin.

Diduga, siswi kelas II Tata Boga spesifikasi restoran itu nekat tak mau pulang ke Tanah Air lantaran terjebak cinta lokasi dengan pemuda Malaysia yang sempat bekerja di resort tempat siswa bersangkutan melaksanakan Prakerin selama enam bulan penuh. "Saya belum mendapatkan informasi terkait keberadaan anak itu dari KBRI," kata Darya Kusuma yang mengaku dibuat pusing tujuh keliling dengan ulah nekat yang dilakukan anak didiknya itu.

Dia mengaku tetap proaktif mencari informasi dari pihak KBRI guna mengetahui perkembangan terkini keberadaan siswi tersebut. Yang membuat pihaknya sangat prihatin, izin tinggal siswi itu di Malaysia sudah habis per 24 April 2008. Dengan kata lain, status siswi itu kini over stay sehingga bisa dikategorikan sebagai imigran gelap.

"Siswa kami sudah mengikuti Prakerin ke Malaysia sejak 2005. Pada 2005 dan 2006, jumlah siswa yang berangkat masing-masing lima orang. Sedangkan 2007 lalu tercatat 30 orang siswa mengikuti program ini yang berangkat dalam dua tahap. Siswa bermasalah ini masuk rombongan tahap kedua yang semestinya sudah pulang ke Tanah Air, 21 April lalu," katanya dan menambahkan, untuk 2008 tercatat tiga orang siswa SMKN 5 Denpasar mengikuti program ini bergabung dengan siswa-siswa SMKN 3 Denpasar, di mana sampai saat ini masih mengikuti Prakerin di Malaysia.

Rabu (30/4) lalu, Darya Kusuma atas inisiatif sendiri melaporkan permasalahan ini kepada Kasubdin Pendidikan Menengah Umum dan Pendidikan Menengah Kejuruan Dinas Pendidikan Propinsi Bali Drs. IGK Ngurah Widiartha, M.Sc. Pada kesempatan itu, Darya Kusuma berjanji akan tetap memantau perkembangan kasus itu dengan mengintensifkan komunikasi dan koordinasi dengan pihak KBRI di Malaysia.

 

Sayangkan Pengawasan Agen PKL

Di sisi lain, pihak keluarga sangat menyayangkan pengawasan yang dilakukan pihak agen PKL. "Kini, keluarga hanya pasrah dan menunggu adanya berita soal Ayu," ujar Wayan Munjuk, lelaki tua yang merupakan kakek Ayu di rumahnya Banjar Batan Ancak, Desa Mas, Ubud, Gianyar.

Bagaimanan pun, menurutnya tanggung jawab siswa di Malaysia menjadi tanggung jawab pihak sekolah yang menyerahkannya kepada agen PKL. Di mata sang kakek, cucunya ini mempunyai kemauan yang besar dalam menimba pendidikan, khususnya pengalaman kerja ke luar negeri. Hal inilah yang membuat adik ayahnya (Ketut Sujendra) berusaha mencarikan modal Rp 6 juta untuk keberangkatannya. "Sampai sekarang kami masih berutang untuk keberangkatan Ayu," katanya. (ian/dar)

 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)