Piala
Uber Kembali
ke
Cina
Jakarta
(Bali Post) -
Indonesia gagal
lagi.
Setelah
tim Thomas
gagal melaju
ke final, tim
Piala Uber
Indonesia harus
mengakui keunggulan
juara bertahan
Cina dengan
skor 0-3 dalam
final yang dimainkan
Sabtu (17/5)
malam kemarin
di Istora
Senayan, Jakarta.
Tim
putri Cina
memboyong kembali
Piala Uber
untuk ke-11
kalinya ke
negerinya setelah
tunggal kedua
(partai ketiga)
Lu Lan menekuk
tunggal kedua
Indonesia, Ardiyanti
Firdasari 21-12, 21-10.
Angka
pembuka
kemenangan tim
Cina
dipersembahkan Xi Xingpang yang
menundukkan Maria Kristin, 21-10,
21-14. Pasangan Yang
Wei/Zhang Jiewen
meski sempat
kalah di
set kedua
memperbesar kemenangan
tim
Cina setelah
mengalahkan ganda
utama Indonesia,
Liliyana Natsir/Vita Marisa,
21-15, 19-21, 21-16.
Pertarungan
ketat pada
partai kedua
ini sempat
memberi harapan
bagi kubu
Indonesia.
Lilyana/Vita
telah menunjukkan
perjuangan yang
luar biasa.
Mereka
terus memberi
perlawanan, meski
kalah kelas.
Pasangan
Cina yang mereka
hadapi adalah
ganda peringkat
satu dunia,
sementara Lilyana/Vita
berperingkat
sembilan.
Di
set pertama,
Pasangan Cina
memang tampil
bagus dan
Lilyana/Vita
kesulitan melawan
mereka. Namun,
sebenarnya
kesalahan sendiri yang
membuat Indonesia
jauh tertinggal
dan hanya
mampu meraih
angka 15, setelah
pasangan Cina
menyelesaikan set
ini.
Namun
di set kedua
Lilyana/Vita
bangkit. Mereka
tampil apik
dan terus
menekan.
Meski
persaingan meraih
poin sangat
ketat, tapi
Lilyana/Vita
mampu mengungguli
mereka dengan
skor 21-19 dan
memaksa rubber-set.
Sayang, di
set ketiga
Lilyana/Vita kembali start
lambat.
Mereka
bahkan sempat
tertinggal 2-11.
Dalam
keadaan itu,
mereka tetap
tak putus
asa.
Lilyana/Vita
terus mencoba
mengejar dan
akhirnya mampu
menyamakan
kedudukan menjadi 14-14.
Bahkan,
Lilyana/Vita
sempat unggul 16-15.
Sayangnya,
mereka terkunci
di angka
ini.
Pasangan
Yang Wei/Zhang
Jiewen terus
melaju.
Akhirnya, sebuah smash
mengakhiri
perjuangan Lilyana/Vita.
Meski
begitu, permainan
mereka sudah
cukup memuaskan.
Tim Uber
Indonesia yang
hanya ditargetkan
lolos ke
semifinal ternyata
mampu ke
final.
Bahkan,
mereka
menunjukkan perjuangan
maksimal,
sehingga penonton pun
puas termasuk
Presiden Susilo
Bambang Yudhoyono
dan Nyonya
Ani SBY yang
menyaksikan langsung
pertandingan
tersebut di
Istora Senayan.
Kondisi
ini kontras
dengan sehari
sebelumnya,
ketika tim
Piala Thomas
dipecundangi Korea Selatan (Korsel)
di semifinal.
Bagi tim
putri Cina,
ini merupakan
Piala Uber
yang ke-11 kalinya
mereka rebut
mulai tahun 1984, 1986, 1988,
1990, 1992 dan
hanya putus 1994
dan 1996 yang
direbut tim Indonesia.
Pada
tahun 1998, Cina
kembali merebut
lambang supremasi
kejuaraan dunia
bulu tangkis
beregu putri
itu yang kemudian
berlanjut tahun
2000, 2002, 2004, 2006, dan 2008.
(035)