kembali ke halaman depan
bunga2.gif (1033 bytes)  Minggu Umanis, 18 Mei 2008 tarukan valas
 

BERITA


Piala
Uber Kembali ke Cina

Jakarta (Bali Post) -
Indonesia gagal lagi.
Setelah tim Thomas gagal melaju ke final, tim Piala Uber Indonesia harus mengakui keunggulan juara bertahan Cina dengan skor 0-3 dalam final yang dimainkan Sabtu (17/5) malam kemarin di Istora Senayan, Jakarta.

Tim putri Cina memboyong kembali Piala Uber untuk ke-11 kalinya ke negerinya setelah tunggal kedua (partai ketiga) Lu Lan menekuk tunggal kedua Indonesia, Ardiyanti Firdasari 21-12, 21-10.

Angka pembuka kemenangan tim Cina dipersembahkan Xi Xingpang yang menundukkan Maria Kristin, 21-10, 21-14. Pasangan Yang Wei/Zhang Jiewen meski sempat kalah di set kedua memperbesar kemenangan tim Cina setelah mengalahkan ganda utama Indonesia, Liliyana Natsir/Vita Marisa, 21-15, 19-21, 21-16.

Pertarungan ketat pada partai kedua ini sempat memberi harapan bagi kubu Indonesia. Lilyana/Vita telah menunjukkan perjuangan yang luar biasa. Mereka terus memberi perlawanan, meski kalah kelas. Pasangan Cina yang mereka hadapi adalah ganda peringkat satu dunia, sementara Lilyana/Vita berperingkat sembilan.

Di set pertama, Pasangan Cina memang tampil bagus dan Lilyana/Vita kesulitan melawan mereka. Namun, sebenarnya kesalahan sendiri yang membuat Indonesia jauh tertinggal dan hanya mampu meraih angka 15, setelah pasangan Cina menyelesaikan set ini.

Namun di set kedua Lilyana/Vita bangkit. Mereka tampil apik dan terus menekan. Meski persaingan meraih poin sangat ketat, tapi Lilyana/Vita mampu mengungguli mereka dengan skor 21-19 dan memaksa rubber-set. Sayang, di set ketiga Lilyana/Vita kembali start lambat. Mereka bahkan sempat tertinggal 2-11.

Dalam keadaan itu, mereka tetap tak putus asa. Lilyana/Vita terus mencoba mengejar dan akhirnya mampu menyamakan kedudukan menjadi 14-14. Bahkan, Lilyana/Vita sempat unggul 16-15. Sayangnya, mereka terkunci di angka ini. Pasangan Yang Wei/Zhang Jiewen terus melaju. Akhirnya, sebuah smash mengakhiri perjuangan Lilyana/Vita.

Meski begitu, permainan mereka sudah cukup memuaskan. Tim Uber Indonesia yang hanya ditargetkan lolos ke semifinal ternyata mampu ke final. Bahkan, mereka menunjukkan perjuangan maksimal, sehingga penonton pun puas termasuk Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Nyonya Ani SBY yang menyaksikan langsung pertandingan tersebut di Istora Senayan.

Kondisi ini kontras dengan sehari sebelumnya, ketika tim Piala Thomas dipecundangi Korea Selatan (Korsel) di semifinal. Bagi tim putri Cina, ini merupakan Piala Uber yang ke-11 kalinya mereka rebut mulai tahun 1984, 1986, 1988, 1990, 1992 dan hanya putus 1994 dan 1996 yang direbut tim Indonesia. Pada tahun 1998, Cina kembali merebut lambang supremasi kejuaraan dunia bulu tangkis beregu putri itu yang kemudian berlanjut tahun 2000, 2002, 2004, 2006, dan 2008. (035)

 

 

ke atas

 
LIVE RADIO GLOBAL
Live Radio Global FM Kinijani

 

ACARA RADIO & TV

 

CUACA

www.bali-travelnews.com