kembali ke halaman depan
bunga2.gif (1033 bytes)  Minggu Umanis, 18 Mei 2008 tarukan valas
 

BERITA


Rusuh, Demo Tolak Pilkada di NTB

Mataram (Bali Post) -
Aksi
demo massa KPI (Komisi Pemilihan Independen) NTB dan FS-NTB (Federasi Serikat Nelayan Tani Buruh Indonesia) menolak Pilkada NTB yang berlangsung Sabtu (17/5) kemarin, berakhir rusuh. Bentrok dengan polisi tak bisa dihindari, karena massa memaksa masuk ke kantor KPUD setempat. Tiga warga luka-luka dalam insiden tersebut.

Aksi massa KPI yang mendatangi KPUD NTB Sabtu kemarin, merupakan yang kesekian kalinya. Pukul 11.20 wita, sedikitnya seribu warga yang diangkut menggunakan truk dan sejumlah kendaraan umum, masuk ke Jalan Langko dan berhenti di depan kantor KPUD NTB. Massa yang diangkut truk dan sejumlah kendaraan umum di bawah komando L. Ranggalawe langsung menggelar orasi.

Tuntutan massa yakni menunda Pilgub NTB dan ikutkan calon independen. Sambil berorasi, massa yang memadati pintu gerbang KPUD terus memaksa masuk. L. Ranggalawe (calon independen) dan Sri Seodarjo (Sekjen KPI NTB) serta M. Taufiq Budiman S.H., (Ketua Presidium FS-NTB Indonesia) pun mengambil alih komando massa.

Dalam orasinya, mereka menuding KPUD NTB telah melanggar konstitusi dan UUD 1945. Jika Pilgub NTB tetap berlangsung, maka hasilnya cacat hukum. ''Puluhan milyar dana untuk Pilgub ini telah disia-siakan KPUD NTB, karena proses pemilihan ini melanggar Undang-undang,'' teriaknya.

Selanjutnya, L. Ranggalawe mengajak seluruh massa masuk dan menduduki gedung KPUD. Satu komando, mari kita masuk kawan-kawan, teriak Ranggalawe. Setelah berorasi, Mendengar perintah tersebut, massa yang terdiri dari pemuda dan orang tua mencoba merangsek masuk. Sekitar satu SSK Samapta Polres Mataram dan Polda NTB dan pasukan Brimob yang bersiaga di depan gerbang tersebut.

Kendati dihalau, massa terus memaksa masuk. Sampai akhirnya bentrokan pun tak bisa dihindari. Polisi yang dilengkapi senjata pentungan terus menghalau massa sembari memukul massa yang terus memaksa dengan pentungan. Aksi pun rusuh, hingga massa kocar-kacir tak terkendali. Insiden itu mengakibatkan tiga peserta aksi luka-luka.

Mustafa (30) salah seorang demonstran asal Desa Bilalande, Lombok Tengah mengalami bocor di bagian keningnya terkena pentungan. Sri Soedardjo pingsan dan para korban kemudian dilarikan ke RSU Mataram.

''Pesta demokrasi sudah tercoreng, ketika aspirasi harus dihadapi dengan tameng dan pentungan,'' cetus Taufiq Budiman. Emosi massa pun terpancing, hingga akhirnya massa ikut menghujat aparat.

Taufiq Budiman, selanjutnya memprotes tindakan polisi kepada Kapolres Mataram, AKBP Drs. Triyono BP yang memimpin pengamanan. Kapolres menanggapi bahwa apa yang dilakukan anggotanya akibat massa sudah tak terkendali.

Taufiq yang sudah terlihat emosi tak puas atas jawaban Triyono, langsung melapor ke Mapolda NTB. Diantar sebagian massa Taufik mendatangi pos siaga Polda NTB guna membuat laporan tindak pidana. Sementara secara berangsur massa yang terkosentrasi di depan Kantor KPUD NTB akhirnya membubarkan diri. (use/kmb)

 

 

ke atas

 
LIVE RADIO GLOBAL
Live Radio Global FM Kinijani

 

ACARA RADIO & TV

 

CUACA

www.bali-travelnews.com