Waisak,
Wujud
Kesempurnaan Praktik
Dhamma
HANYA
dalam hitungan
hari, umat
Buddha akan
menyambut
datangnya hari
Waisak.
Umat Buddha
memperingati tiga
peristiwa penting
yang terjadi
bulan Vesakha.
Kelahiran Buddha
Gotama sebagai
Pangeran
Siddharta di
Taman Lumbini,
Petapa Gotama
mencapai
Penerangan Sempurna
pada usia
35 tahun di
bawah pohon
Bodhi di
Bodhgaya, dan
Buddha Gotama
mangkat dalam
kesempurnaan (Parinibbana)
pada usia
80 tahun di
Kusinara.
--------
Semua
umat Buddha
mengetahui tiga
peristiwa penting
itu.
Namun,
Waisak tentu
bukan hanya
sekadar mengenang
kembali ketiga
peristiwa penting
itu.
Waisak
juga bukan
sebuah perayaan
yang penuh dengan
kegembiraan yang
berlebihan.
Waisak
seharusnya
mengingatkan kembali
perjuangan
seorang umat
manusia untuk
membebaskan diri
dari lingkaran
samsara.
Seorang
sammasambuddha
lahir untuk yang
terakhir kalinya
setelah melalui
perjalanan yang
panjang dalam
lingkaran
kelahiran dan
kematian.
Setelah menjadi
Buddha, mencapai
Penerangan Sempurna,
beliau
membabarkan Dhamma
kepada segenap
lapisan
masyarakat, tanpa
memandang
perbedaan yang ada,
dan juga
kepada para
dewa.
Beliau
telah
meninggalkan semua
ajarannya, yang
dapat mengantarkan
setiap orang
yang mempraktikkan
ajaran itu
untuk bisa
mencapai
kebebasan yang abadi.
Di
zaman sekarang,
ajaran Sang Buddha
dapat diperoleh
dengan mudah.
Hanya dengan
duduk
di
depan
seperangkat komputer yang
bisa tersambung
dengan dunia
maya, kita
bisa mencari
apa saja
yang ada di
berbagai belahan
dunia. Dhamma
tersajikan di
layar monitor,
bahkah dalam
genggaman alat
komunikasi.
Demikian
mudahnya untuk
mendapatkan
pengetahuan tentang
Dhamma.
Dhamma
juga bisa
hadir di
rumah Anda,
di ruang
yang pribadi
sekali pun, melalui
berbagai bentuk
rekaman.
Kita bisa
mendengarkan
ceramah Dhamma,
membaca paritta,
melihat rekaman
kemegahan
pelaksanaan sebuah ritual
keagamaan, atau
kegiatan lainnya.
Dhamma bisa
hadir di
mana saja
dan dalam
bentuk
apa saja.
Demikian
mudahnya kita
menambah
pengetahuan Dhamma.
Akibat
kemudahan itu,
makin banyak
orang yang pintar
secara
intelektual.
Mereka
hafal semua
ajaran Buddha,
kisah-kisah yang pernah
terjadi, para
tokoh yang
terlibat, dan
sebagainya.
Semuanya
hanya sebatas
mengetahui.
Tidak
jauh dengan
anak sekolah
yang hafal semua
materi pelajaran
dan memperoleh
angka yang
sempurna ketika
ulangan umum.
Setelah
memperoleh
pengetahuan Dhamma,
mengetahui dengan
jelas, seseorang
hendaknya bisa
mempraktikkan
dalam kehidupan
ini.
Banyak
bagian Dhamma
yang bisa
dipraktikkan secara
langsung dalam
kehidupan ini
dan pada
saat ini,
tanpa menunggu
hari esok.
Banyak
perbuatan baik
yang dapat
dilakukan dalam
kehidupan
sekarang.
Sebagai
umat awam,
kita bisa
mulai dengan
melatih sila
(kemoralan) dalam
kehidupan
sehari-hari.
Berusaha
untuk tidak
membunuh, tidak
mencuri, tidak
melakukan
perbuatan asusila
dengan menjalani
kehidupan
keluarga yang bersih,
tidak melakukan
perbuatan buruk
melalui ucapan,
dan tidak
mengkonsumsi
makanan dan
minuman yang
dapat melemahkan
kesadaran.
Latih
diri Anda
untuk tidak
melekat, tidak
serakah.
Belajar untuk
"melepas",
memberikan apa
yang bisa Anda
berikan kepada
yang membutuhkan.
Kalau
Anda punya
uang, berikan
uang kepada
yang membutuhkan.
Kalau
Anda memiliki
ketrampilan,
tularkan ilmu
itu kepada
mereka yang ingin
belajar.
Berikan
waktu Anda
kepada mereka
yang sakit atau
kesepian.
Banyak yang Anda
miliki dan
banyak yang bisa
kita berikan
kepada orang
lain yang
membutuhkan.
Renungkah
kehidupan ini.
Tidak ada
orang yang bisa
hidup mandiri,
berdikari tanpa
bantuan dari
orang lain.
Setiap orang
membutuhkan orang
lain, baik
langsung maupun
tidak langsung.
Oleh karena
itu, kembangkah
sikap peduli
dengan orang
lain dan
lingkungan.
Berusaha
untuk tidak
membenci,
mengembangkan cinta
kasih
antar-sesama makhluk
hidup -- manusia,
hewan, dan
semua makhluk
lainnya.
Luangkan
waktu untuk
membaca paritta
dan bermeditasi.
Meditasi
akan
melatih pikiran
baik. Memiliki
pikiran baik,
akan
menimbulkan
perbuatan baik,
menghasilkan
kebiasaan baik,
membentuk
karakter yang baik.
Kehidupan Anda
akan
menjadi lebih
baik. Perbuatan
baik
akan
menghasilkan kamma
baik, mengundang
kemunculan nasib
baik.
Masih
banyak hal
yang bisa
dilakukan dalam
kehidupan ini.
Lakukan sekarang,
tidak perlu
menunggu hari
esok atau
ketika
usia sudah
mulai lanjut.
Lakukan
sesuai dengan
kemampuan yang
Anda miliki.
Para
bodhisatta terus
berjuang untuk
menyempurnakan
diri untuk
bisa menjadi Buddha,
mempraktikkan,
melatih diri agar
menjadi lebih
baik dan
makin baik.
Buddha
Gotama telah
mempraktikkan dan
melatih diri
dalam setiap
kehidupan,
menyempurnakan kebajikan yang
bisa dilakukan.
Inilah
pelajaran yang
penting di
balik tercapainya
Penerangan
Sempurna. Tanpa
praktik, usaha
untuk melatih
diri menuju
yang lebih baik
maka perjalanan
kita untuk
bebas dari
lingkaran
tumimbal lahir
akan
semakin panjang.
Anda
pasti tidak
mengharapkan hal
ini.
Selamat
Hari Trisuci
Waisak 2552.
(Dhana
Putra)