kembali ke halaman depan
bunga2.gif (1033 bytes)  Minggu Umanis, 18 Mei 2008 tarukan valas
 

DIMENSI


Waisak
, Wujud Kesempurnaan Praktik Dhamma

HANYA dalam hitungan hari, umat Buddha akan menyambut datangnya hari Waisak. Umat Buddha memperingati tiga peristiwa penting yang terjadi bulan Vesakha. Kelahiran Buddha Gotama sebagai Pangeran Siddharta di Taman Lumbini, Petapa Gotama mencapai Penerangan Sempurna pada usia 35 tahun di bawah pohon Bodhi di Bodhgaya, dan Buddha Gotama mangkat dalam kesempurnaan (Parinibbana) pada usia 80 tahun di Kusinara.

--------
 

Semua umat Buddha mengetahui tiga peristiwa penting itu. Namun, Waisak tentu bukan hanya sekadar mengenang kembali ketiga peristiwa penting itu. Waisak juga bukan sebuah perayaan yang penuh dengan kegembiraan yang berlebihan. Waisak seharusnya mengingatkan kembali perjuangan seorang umat manusia untuk membebaskan diri dari lingkaran samsara.

Seorang sammasambuddha lahir untuk yang terakhir kalinya setelah melalui perjalanan yang panjang dalam lingkaran kelahiran dan kematian. Setelah menjadi Buddha, mencapai Penerangan Sempurna, beliau membabarkan Dhamma kepada segenap lapisan masyarakat, tanpa memandang perbedaan yang ada, dan juga kepada para dewa. Beliau telah meninggalkan semua ajarannya, yang dapat mengantarkan setiap orang yang mempraktikkan ajaran itu untuk bisa mencapai kebebasan yang abadi.

Di zaman sekarang, ajaran Sang Buddha dapat diperoleh dengan mudah. Hanya dengan duduk di depan seperangkat komputer yang bisa tersambung dengan dunia maya, kita bisa mencari apa saja yang ada di berbagai belahan dunia. Dhamma tersajikan di layar monitor, bahkah dalam genggaman alat komunikasi. Demikian mudahnya untuk mendapatkan pengetahuan tentang Dhamma.

Dhamma juga bisa hadir di rumah Anda, di ruang yang pribadi sekali pun, melalui berbagai bentuk rekaman. Kita bisa mendengarkan ceramah Dhamma, membaca paritta, melihat rekaman kemegahan pelaksanaan sebuah ritual keagamaan, atau kegiatan lainnya. Dhamma bisa hadir di mana saja dan dalam bentuk apa saja. Demikian mudahnya kita menambah pengetahuan Dhamma.

Akibat kemudahan itu, makin banyak orang yang pintar secara intelektual. Mereka hafal semua ajaran Buddha, kisah-kisah yang pernah terjadi, para tokoh yang terlibat, dan sebagainya. Semuanya hanya sebatas mengetahui. Tidak jauh dengan anak sekolah yang hafal semua materi pelajaran dan memperoleh angka yang sempurna ketika ulangan umum.

Setelah memperoleh pengetahuan Dhamma, mengetahui dengan jelas, seseorang hendaknya bisa mempraktikkan dalam kehidupan ini. Banyak bagian Dhamma yang bisa dipraktikkan secara langsung dalam kehidupan ini dan pada saat ini, tanpa menunggu hari esok. Banyak perbuatan baik yang dapat dilakukan dalam kehidupan sekarang.

Sebagai umat awam, kita bisa mulai dengan melatih sila (kemoralan) dalam kehidupan sehari-hari. Berusaha untuk tidak membunuh, tidak mencuri, tidak melakukan perbuatan asusila dengan menjalani kehidupan keluarga yang bersih, tidak melakukan perbuatan buruk melalui ucapan, dan tidak mengkonsumsi makanan dan minuman yang dapat melemahkan kesadaran.

Latih diri Anda untuk tidak melekat, tidak serakah. Belajar untuk "melepas", memberikan apa yang bisa Anda berikan kepada yang membutuhkan. Kalau Anda punya uang, berikan uang kepada yang membutuhkan. Kalau Anda memiliki ketrampilan, tularkan ilmu itu kepada mereka yang ingin belajar. Berikan waktu Anda kepada mereka yang sakit atau kesepian. Banyak yang Anda miliki dan banyak yang bisa kita berikan kepada orang lain yang membutuhkan.

Renungkah kehidupan ini. Tidak ada orang yang bisa hidup mandiri, berdikari tanpa bantuan dari orang lain. Setiap orang membutuhkan orang lain, baik langsung maupun tidak langsung. Oleh karena itu, kembangkah sikap peduli dengan orang lain dan lingkungan. Berusaha untuk tidak membenci, mengembangkan cinta kasih antar-sesama makhluk hidup -- manusia, hewan, dan semua makhluk lainnya.

Luangkan waktu untuk membaca paritta dan bermeditasi. Meditasi akan melatih pikiran baik. Memiliki pikiran baik, akan menimbulkan perbuatan baik, menghasilkan kebiasaan baik, membentuk karakter yang baik. Kehidupan Anda akan menjadi lebih baik. Perbuatan baik akan menghasilkan kamma baik, mengundang kemunculan nasib baik.

Masih banyak hal yang bisa dilakukan dalam kehidupan ini. Lakukan sekarang, tidak perlu menunggu hari esok atau ketika usia sudah mulai lanjut. Lakukan sesuai dengan kemampuan yang Anda miliki. Para bodhisatta terus berjuang untuk menyempurnakan diri untuk bisa menjadi Buddha, mempraktikkan, melatih diri agar menjadi lebih baik dan makin baik.

Buddha Gotama telah mempraktikkan dan melatih diri dalam setiap kehidupan, menyempurnakan kebajikan yang bisa dilakukan. Inilah pelajaran yang penting di balik tercapainya Penerangan Sempurna. Tanpa praktik, usaha untuk melatih diri menuju yang lebih baik maka perjalanan kita untuk bebas dari lingkaran tumimbal lahir akan semakin panjang. Anda pasti tidak mengharapkan hal ini.

Selamat Hari Trisuci Waisak 2552.

(Dhana Putra)

 

 

ke atas

 
LIVE RADIO GLOBAL
Live Radio Global FM Kinijani

 

ACARA RADIO & TV

 

CUACA

www.bali-travelnews.com