Helikopter
Mendarat Darurat
di SMPN 2
Denpasar
Baling-baling Terlilit
Benang
Layang-layang
Denpasar
(Bali Post) -
Warga
di Jalan
Gunung Agung,
Denpasar
dikejutkan dengan
raungan
helikopter Sabtu (17/5) sore
kemarin. Ternyata,
helikopter milik
perusahaan
Derazona dengan
lambung PK-DBE
itu mendarat
darurat di
lapangan SMPN 2
Denpasar. Warga pun
sempat panik
karena suara
mesin helikopter
tersebut begitu
keras.
Untungnya,
kejadian itu
tidak sampai
menimbulkan
korban jiwa.
Empat penumpang
--dua lokal
dan dua
warga asing--
beserta kaptennya
selamat dalam
insiden tersebut.
Kejadian itu
merupakan musibah
yang kedua
kalinya dialami
helikopter milik
perusahaan
Derazona. Sebelumnya,
heli jenis
ini juga
jatuh di
daerah Lebih,
Gianyar.
Informasi
yang dihimpun Bali Post
Sabtu kemarin,
menyebutkan
penyebab terjadinya
pendaratan
darurat itu
lantaran baling-baling
heli terlilit
benang
layang-layang. Ketut
Suardana (37),
salah seorang
saksi yang
tinggal di
Banjar Semila
Jati, menyatakan
helikopter yang
dipiloti Gangsar
itu terbang
dari arah
barat.
Tepat
di atas
Lapangan Kompyang
Sujana,
helikopter tersebut
terlihat sudah
mengalami masalah.
Baling-balingnya
dililit benang
nilon layangan
warna putih.
''Saya lihat
terbangnya (helikopter-red)
makin merendah.
Ternyata, mencari
tempat pendaratan,''
kata pria
yang juga
berprofesi sebagai
satpam SMPN 2
Denpasar saat
ditemui di
lokasi kemarin.
Suardana
menyatakan
helikopter yang disewa Air Bali
itu mendarat
di lapangan
bola SMPN 2 Denpasar
pukul 16.30 wita.
Begitu mendarat
dan mesinya
dimatikan, benang
layang-layang
sepanjang 30 meter yang melilit
di baling-baling pun
mulai diputus.
Sementara,
keempat penumpang
beserta pilotnya
langsung keluar.
''Kebetulan
lapangan ini (lokasi
pendaratan-red)
kosong. Biasanya
anak-anak banyak
bermain bola di
sini,'' paparnya.
Saksi
lain, Yohanes,
juga menyatakan
hal yang sama.
Raungan
helikopter yang begitu
keras sempat
menjadi perhatian
warga. Bahkan,
begitu hendak
mendarat, debu
di lapangan
beterbangan. ''Helikopter
itu mendarat
dengan mulus,
tanpa masalah.
Kemungkinan
mesinnya kekurangan
tenaga karena
dililit benang,
pilotnya memilih
mencari tempat
pendaratan,''
ungkap saksi yang
tinggal di
Gang Yamuna,
Denpasar ini.
Yohanes
mengatakan benang
layang-layang yang
melilit itu
telah diputuskan
oleh petugas
teknisi Air Bali.
Benang itu
selanjutnya diamankan
sebagai barang
bukti. Sementara,
salah seorang
petugas Air Bali
mengungkapkan helikopter
itu rencananya
ke Sanur.
''Mereka dari
Tanah Lot dan
rencananya
terbang ke
Sanur,'' jelasnya.
Pantauan
Bali Post hingga
malam kemarin,
helikopter yang
disewa dari
perusahaan
Derazona oleh Air Bali
itu masih
nangkring di
TKP. Tampaknya,
helikopter tersebut
tidak bisa
diterbangkan hari
itu juga
karena mengalami
masalah. Bahkan,
kepala helikopter
ditutupi kain.
''Mungkin, besok
dievakuasi ke
Bandara Ngurah
Rai,'' ujar
petugas Air Bali yang
tidak mau
menyebutkan
namanya. (kmb21)