Indonesia
Gagal
Penuhi
Ambisi
Jakarta (Bali Post) -
Dukungan
sekitar 8.000
penonton yang
memadati
Istora
Gelora Bung Karno,
Senayan, Jakarta
ternyata
belum
mampu mengantarkan
tim
Indonesia ke final
Piala Thomas. Sony
Dwi
Kuncuro
dkk.
secara tragis
dipermalukan
tim
Korsel 3-0 di
babak semifinal yang
dimainkan
Jumat (16/5)
kemarin.
Dengan
kekalahan
ini
ambisi
Indonesia untuk
dapat
merebut Piala Thomas
ke-14 kalinya
akhirnya
kandas.
Kekalahan
tim
Merah
Putih diawali Sony
Dwi
Kuncoro yang main di
partai
pertama. Peringat
ke-6 dunia
ini
menyerah tiga set
12-21, 21-12, 16-21 atas
tunggal
pertama Korsel Park
Sung Hwan.
Harapan
Indonesia
untuk
bisa menyamakan
kedudukan
melalui
pasangan Markis Kido/Hendra
Setiawan
juga
gagal.
Pasangan
nomor
satu dunia
ini
ditundukkan pasangan
Korsel Jung
Jae Sung/Lee Yong
Dae 19-21, 21-15, 10-21.
Taufik
Hidayat yang
diharapkan
menghidupkan
peluang
tim Indonesia
juga
gagal. Peraih
medali
emas Olimpiade 2004
itu tak
berdaya
dan menyerah
dua set
langsung 13-21, 14-21 oleh
tunggal
kedua Korsel Lee Hyun
Il.
Indonesia
pun gagal
ke final
Piala Thomas
dan
kini harapan
tim
tuan
rumah itu
akan
bertumpu pada
tim
putri yang akan
berlaga
di final Piala
Uber,
Sabtu (17/5) malam
ini
melawan juara
bertahan
Cina.
Bagi Indonesia ini
merupakan
kekalahan
pertama
dari sembilan kali
pertemuannya
dengan
tim
Korsel
di ajang
Piala Thomas.
Tim Indonesia yang sudah 13
kali merebut
Piala Thomas
terakhir
mengalahkan
tim
Korsel 4-1
pada
tahun 1998 di
Hongkong (babak
semifinal).
Di
final yang akan
dimainkan
Minggu (18/5)
malam
besok, tim
Korsel
menantang juara
bertahan
Cina.
Cina
sendiri
ke final setelah
berjuang
keras
mengalahkan
Malaysia 3-2
pada semifinal.
(035)