Bom
Bunuh
Diri Tewaskan
Sembilan
Orang
Kolombo
-
Sedikitnya
sembilan
orang
tewas
dan 95
lainya luka-luka
setelah
sebuah bom
meledak
Jumat (16/5) kemarin
di
dekat kediaman
Presiden Sri Lanka
di ibu
kota
Sri Lanka, Kolombo.
Juru
bicara militer
setempat,
Brigadir
Udaya
Nanayakkara, menyatakan
tujuh
polisi dan
dan dua
orang
lainya termasuk
si
pelaku
tewas saat
si
pengebom yang mengendarai
sebuah
sepeda motor menabrakkan
dirinya
ke sebuah bus yang
ditumpangi
oleh
petugas kepolisian.
Ledakan
bom
tersebut terdengar
hingga
ke seluruh
penjuru
kota
dan
juga mencederai
sedikitnya 62
warga
sipil, 30 polisi,
dan 3
orang tentara. "Motor
tersebut
dikendarai
oleh
anggota LTTE (Liberation Tigers of Tamil
Eelam)
atau pemberontak
Macan Tamil yang
melakukan
bom
bunuh diri,"
ujar
Nanayakkara.
Mobil yang ditumpangi
oleh
Menteri Olah Raga Sri
Lanka Gamini
Lokuge
juga berada
di
lokasi ledakan,
namun
Lakoge berhasil
lolos
tanpa cedera.
Serangan
tersebut
terjadi
di luar
sebuah
kuil Buddha yang berada
di
daerah perdagangan
di
Kolombo, sebuah
daerah yang
dijaga
ketat oleh
polisi
dan tentara Sri
Lanka.
Di
wilayah tersebut
terdapat
kediaman
Presiden
Mahinda
Rajapakse, Hotel bintang
lima
Hilton dan
Galadary Hotels,
serta
kompleks perkantoran
World Trade center. "Gedung
ini
serasa berguncang
dan
tiba-tiba muncul
asap
hitam.
Kami
masih
sangat terkejut
karena
insiden tersebut,"
ujar
Dayan Gunasekera yang
bekerja
tepat di
seberang
jalan
dari tempat
terjadinya
ledakan.
Presiden
Rajapakse
mengungkapkan,
serangan
tersebut
semakin
menguatkan keinginannya
untuk
menarik perjanjian
damai yang
dimediatori
oleh
Norwegia dan
akan
menggunakan
kekuatan
militer
untuk menghentikan
sepak
terjang para
pemberontak
tersebut.
"Serangan
berdarah yang
telah
berulang kali terjadi
memerlukan
tindakan yang
sesegera
mungkin
untuk melawan
semua
tindak terorisme
tersebut,"
kata
Presiden dengan
berapi-api.
LTTE tidak
serta
merta menyatakan
bertanggung
jawab
atas insiden
tersebut,
namun
dalam website mereka
TamilNet.com terdapat
keterangan yang
menyatakan
bahwa
serangan tersebut
ditujukan
untuk
para anggota
polisi.
Pemerintahan
Sri Lanka telah
mengeluarkan
dana
lebih dari 1,5
milyar
dolar dalam
usahanya
untuk
menghantikan konflik
yang terjadi
sejak 1972
silam yang
telah
menewaskan puluhan
ribu
orang.
Pemberontak
berusaha
memisahkan
wilayah
utara dan
timur
Sri Lanka yang
merupakan basis
dari
etnis Tamil dari
negara Sri Lanka.
Pemberontak yang
menamakan
dirinya LTTE
sering
menerjunkan satuan
yang mereka
sebut ''macan
Hitam'' yang
merupakan
pasukan
khusus yang dilatih
untuk
melakukan bom
bunuh
diri dan
serangan
kemarin
merupakan serangan
katiga
ynag terjadi
dalam
seminggu terakhir.
(gie/afp)