kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Sabtu Kliwon, 17 Mei 2008  

 Mancanegara


Bom
Bunuh Diri Tewaskan Sembilan Orang

Kolombo -
Sedikitnya
sembilan orang tewas dan 95 lainya luka-luka setelah sebuah bom meledak Jumat (16/5) kemarin di dekat kediaman Presiden Sri Lanka di ibu kota Sri Lanka, Kolombo. Juru bicara militer setempat, Brigadir Udaya Nanayakkara, menyatakan tujuh polisi dan dan dua orang lainya termasuk si pelaku tewas saat si pengebom yang mengendarai sebuah sepeda motor menabrakkan dirinya ke sebuah bus yang ditumpangi oleh petugas kepolisian.

Ledakan bom tersebut terdengar hingga ke seluruh penjuru kota dan juga mencederai sedikitnya 62 warga sipil, 30 polisi, dan 3 orang tentara. "Motor tersebut dikendarai oleh anggota LTTE (Liberation Tigers of Tamil Eelam) atau pemberontak Macan Tamil yang melakukan bom bunuh diri," ujar Nanayakkara.

Mobil yang ditumpangi oleh Menteri Olah Raga Sri Lanka Gamini Lokuge juga berada di lokasi ledakan, namun Lakoge berhasil lolos tanpa cedera.

Serangan tersebut terjadi di luar sebuah kuil Buddha yang berada di daerah perdagangan di Kolombo, sebuah daerah yang dijaga ketat oleh polisi dan tentara Sri Lanka. Di wilayah tersebut terdapat kediaman Presiden Mahinda Rajapakse, Hotel bintang lima Hilton dan Galadary Hotels, serta kompleks perkantoran World Trade center. "Gedung ini serasa berguncang dan tiba-tiba muncul asap hitam. Kami masih sangat terkejut karena insiden tersebut," ujar Dayan Gunasekera yang bekerja tepat di seberang jalan dari tempat terjadinya ledakan.    

Presiden Rajapakse mengungkapkan, serangan tersebut semakin menguatkan keinginannya untuk menarik perjanjian damai yang dimediatori oleh Norwegia dan akan menggunakan kekuatan militer untuk menghentikan sepak terjang para pemberontak tersebut. "Serangan berdarah yang telah berulang kali terjadi memerlukan tindakan yang sesegera mungkin untuk melawan semua tindak terorisme tersebut," kata Presiden dengan berapi-api.

LTTE tidak serta merta menyatakan bertanggung jawab atas insiden tersebut, namun dalam website mereka TamilNet.com terdapat keterangan yang menyatakan bahwa serangan tersebut ditujukan untuk para anggota polisi.

Pemerintahan Sri Lanka telah mengeluarkan dana lebih dari 1,5 milyar dolar dalam usahanya untuk menghantikan konflik yang terjadi sejak 1972 silam yang telah menewaskan puluhan ribu orang. Pemberontak berusaha memisahkan wilayah utara dan timur Sri Lanka yang merupakan basis dari etnis Tamil dari negara Sri Lanka. Pemberontak yang menamakan dirinya LTTE sering menerjunkan satuan yang mereka sebut ''macan Hitam'' yang merupakan pasukan khusus yang dilatih untuk melakukan bom bunuh diri dan serangan kemarin merupakan serangan katiga ynag terjadi dalam seminggu terakhir. (gie/afp)

 

 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)