Gempa
di Cina--
Pencarian
Korban
Masuki Fase
Kritis
Cina
-
Harapan
tim
penyelamat
menemukan
korban
selamat dari
gempa
bumi hebat yang
meninggalkan
korban
tewas atau
hilang 50.000
orang
makin tipis. Para
ahli
mengatakan operasi
pencarian
dan
penyelamatan memasuki
fase paling
serius
empat hari
setelah
gempa 7,9
skala Richter yang
menggetarkan
bumi
Cina dan
peluang
menemukan korban
selamat
makin sulit.
Saat
militer
terus meningkatkan
bantuan
dengan mengerahkan
lebih
banyak tentara
dan
pesawat, ancaman
baru
muncul dari dam-dam
serta
tempat penampungan
air yang retak.
Televisi
nasional
menyebutkan
pemerintah
menemukan "situasi
berbahaya"
pada 400
lebih
penampungan air -- dua
berukuran
sangat
besar -- di
lima
propinsi
bencana.
Skala
bencana
gempa mengerikan
makin
jelas saat
tim
penyelamat
mendaki
kawasan episentrum
pedalaman yang
mana
seluruh
kota
rata dengan
tanah
membuat korban
sulit
diperkirakan. Dari
keterangan resmi
pemerintah
sementara,
jumlah
korban mencapai
19.500 jiwa
lebih
lebih dari 72 jam
pascagempa
dan 10
juta orang
merasakan
dampaknya.
"Dengan
keadaan
gedung rata dengan
tanah
dan banyak
orang
terkubur di
dalamnya,
masalah
ini sangat
sulit.
Jika
ada
korban selamat
di
tengah kondisi
seperti
ini, faktor
keajaibanlah yang
bisa
menyelamatkannya," tandas
Zhang Zhoushu,
wakil
direktur Pusat
Pencegahan
Bencana
Gempa Bumi
Cina,
Kamis (15/5) kemarin.
Negeri
tirai
bambu menolak
sebagian
besar
tawaran pengiriman
tenaga
penyelamat asing,
namun
menerima satu
tim
Jepang yang
terbang
dengan anjing-anjing
pelacak.
"Sebagian
besar
orang diselamatkan
dalam
tiga atau
empat
hari pertama,"
jelas Willie
McMartirn,
direktur
lembaga
amal International Rescue Corps
Inggris,
di
Hongkong tempat
timnya
mencoba mendapatkan
izin
untuk masuk
ke Cina.
"Korban
bisa
bertahan sampai 15
hari,
namun ini
jika
kita membicarakan
tentang
keajaiban dan
keajaiban
tidak
seringkali terjadi."
Untuk
mengatasi
keadaan yang
ada,
Cina untuk
pertama
kalinya meminta
kepada
masyarakatnya menyumbang
ribuan
cangkul, palu
dan
alat penarik
karena
petugas tidak
menggunakan
mesin
berat penghancur
beton.
Petugas
lebih
banyak menggunakan
tangan
untuk mengangkat
puing
beton mencari
korban.
Perdana
Menteri
Wen memerintahkan
30.000 tentara
dan 90
helikopter menuju
areal
menambah kekuatan,
saat
militer mulai
menjatuhkan
bantuan
udara besar
pertama
berupa puluhan
ribu
paket makanan,
baju
dan selimut.
(ton/afp)