kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Jumat Wage, 16 Mei 2008   

 Mancanegara


Gempa
di Cina--
Pencarian
Korban Masuki Fase Kritis

Cina -
Harapan
tim penyelamat menemukan korban selamat dari gempa bumi hebat yang meninggalkan korban tewas atau hilang 50.000 orang makin tipis. Para ahli mengatakan operasi pencarian dan penyelamatan memasuki fase paling serius empat hari setelah gempa 7,9 skala Richter yang menggetarkan bumi Cina dan peluang menemukan korban selamat makin sulit.

Saat militer terus meningkatkan bantuan dengan mengerahkan lebih banyak tentara dan pesawat, ancaman baru muncul dari dam-dam serta tempat penampungan air yang retak.

Televisi nasional menyebutkan pemerintah menemukan "situasi berbahaya" pada 400 lebih penampungan air -- dua berukuran sangat besar -- di lima propinsi bencana.

Skala bencana gempa mengerikan makin jelas saat tim penyelamat mendaki kawasan episentrum pedalaman yang mana seluruh kota rata dengan tanah membuat korban sulit diperkirakan. Dari keterangan resmi pemerintah sementara, jumlah korban mencapai 19.500 jiwa lebih lebih dari 72 jam pascagempa dan 10 juta orang merasakan dampaknya.

"Dengan keadaan gedung rata dengan tanah dan banyak orang terkubur di dalamnya, masalah ini sangat sulit. Jika ada korban selamat di tengah kondisi seperti ini, faktor keajaibanlah yang bisa menyelamatkannya," tandas Zhang Zhoushu, wakil direktur Pusat Pencegahan Bencana Gempa Bumi Cina, Kamis (15/5) kemarin. 

Negeri tirai bambu menolak sebagian besar tawaran pengiriman tenaga penyelamat asing, namun menerima satu tim Jepang yang terbang dengan anjing-anjing pelacak"Sebagian besar orang diselamatkan dalam tiga atau empat hari pertama," jelas Willie McMartirn, direktur lembaga amal International Rescue Corps Inggris, di Hongkong tempat timnya mencoba mendapatkan izin untuk masuk ke Cina. 

"Korban bisa bertahan sampai 15 hari, namun ini jika kita membicarakan tentang keajaiban dan keajaiban tidak seringkali terjadi."

Untuk mengatasi keadaan yang ada, Cina untuk pertama kalinya meminta kepada masyarakatnya menyumbang ribuan cangkul, palu dan alat penarik karena petugas tidak menggunakan mesin berat penghancur beton. Petugas lebih banyak menggunakan tangan untuk mengangkat puing beton mencari korban. 

Perdana Menteri Wen memerintahkan 30.000 tentara dan 90 helikopter menuju areal menambah kekuatan, saat militer mulai menjatuhkan bantuan udara besar pertama berupa puluhan ribu paket makanan, baju dan selimut. (ton/afp)

 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)