Bali Perlu
Terapkan
Angkutan
Massal
Denpasar
(Bali Post) -
Bali
perlu
melakukan terobosan
di
sektor transportasi
darat
menyusul naiknya
harga BBM
serta
tingkat kemacetan
lalu
lintas yang makin
parah.
Kelambatan
penanganan
sektor
transportasi ini
bisa
membuat
kota
macet total,
karena
tingginya pengguna
angkutan.
Ketua
Organda Bali IK Edy
Dharma Putra, S.E.
mengatakan
hal itu,
Selasa (13/5)
kemarin,
menanggapi
kondisi
kendaraan di Bali.
Dikatakan,
banyaknya volume
kendaraan
sudah
tak sepadan
dengan
ruas jalan yang
ada.
Kondisi
itu
makin diperparah
dengan
makin tak
terbendungnya
penambahan
kendaraan
di
Bali.
Sementara
upaya
memperluas fasilitas
jalan
dinilai belum
bisa
mengatasi kondisi
tersebut.
Untuk
itu
harus segera
ada
pemecahan masalah
transportasi
ini
melalui pengurangan
volume kendaraan
di
jalan-jalan padat
khususnya.
''Salah
satu
solusi yang tepat
yakni
penggunaan angkutan
massal,''
jelasnya.
Dikatakan,
penggunaan
angkutan
massal
bukan hal yang
tak
memungkinkan diterapkan.
Sebab,
arus
penumpang cukup
banyak
serta fasilitasnya
sudah
ada. Di
sejumlah
kota
besar,
angkutan massal
ini
sudah diterapkan
dalam
rangka mengamankan
kota
serta
upaya efisiensi
baik
itu BBM atau
menekan
polusi. ''Angkutan
massal
ini dapat
mengurangi
dampak
negatif
kenaikan BBM,'' tambahnya.
Soal
sarana
penunjang untuk
angkutan
massal
tersebut, tambah
Edy Dharma
Putra,
saat ini
sudah
cukup memadai.
Kendaraan
umum
jenis medium yang dinilai
cocok
bagi
Bali
sudah
cukup tersedia
termasuk
fasilitas
pendukung
lainnya.
''Tinggal
komitmen
serta
pengaturannya saja,''
jelasnya.
Ia
menilai
angkutan massal
sebagaimana yang
dikatakan
Dirjen
Perhubungan Darat
akan
memberi banyak
keuntungan
bila
berhasil diterapkan.
Proyek
Rintisan
Untuk
itu,
pemerintah daerah
mesti
bisa memacu
terealisasinya
angkutan
ini
untuk memberi
kenyamanan
bagi
masyarakat maupun
turis yang
ada di
Bali.
Sebab,
kroditnya jalan-jalan
di Bali
menjadi salah
satu
keluhan utama
turis
di Bali.
Ketua
Organda Bali
itu
mengatakan sebenarnya
untuk
angkutan massal
ini
sudah berulangkali
sempat
dibahas di
berbagai
pertemuan yang
melibatkan
pemerintah
setempat
maupun yang
terkait
lainnya.
Namun
sampai sekarang
sejumlah
kawasan yang
akan
dijadikan
proyek
rintisan angkutan
massal
itu tak
ada
kepastiannya.
Padahal
ancaman
kemacetan di
sana-sini
sudah
semakin tak
terhindarkan.
Dalam
sebuah pertemuan
di Kuta
belum lama
ini
sejumlah perwakilan
negara
asing yang berkantor
di Bali
menyampaikan traffic jam
merupakan
salah
satu masalah
penting yang
perlu
segera dipecahkan.
(031)