kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Rabu Paing, 14 Mei 2008

 Ekuin


Bali Perlu Terapkan Angkutan Massal

Denpasar (Bali Post) -
Bali
perlu melakukan terobosan di sektor transportasi darat menyusul naiknya harga BBM serta tingkat kemacetan lalu lintas yang makin parah.
Kelambatan penanganan sektor transportasi ini bisa membuat kota macet total, karena tingginya pengguna angkutan. Ketua Organda Bali IK Edy Dharma Putra, S.E. mengatakan hal itu, Selasa (13/5) kemarin, menanggapi kondisi kendaraan di Bali.

Dikatakan, banyaknya volume kendaraan sudah tak sepadan dengan ruas jalan yang ada. Kondisi itu makin diperparah dengan makin tak terbendungnya penambahan kendaraan di Bali. Sementara upaya memperluas fasilitas jalan dinilai belum bisa mengatasi kondisi tersebut.

Untuk itu harus segera ada pemecahan masalah transportasi ini melalui pengurangan volume kendaraan di jalan-jalan padat khususnya. ''Salah satu solusi yang tepat yakni penggunaan angkutan massal,'' jelasnya.

Dikatakan, penggunaan angkutan massal bukan hal yang tak memungkinkan diterapkan. Sebab, arus penumpang cukup banyak serta fasilitasnya sudah ada. Di sejumlah kota besar, angkutan massal ini sudah diterapkan dalam rangka mengamankan kota serta upaya efisiensi baik itu BBM atau menekan polusi. ''Angkutan massal ini dapat mengurangi  dampak negatif kenaikan BBM,'' tambahnya.

Soal sarana penunjang untuk angkutan massal tersebut, tambah Edy Dharma Putra, saat ini sudah cukup memadai. Kendaraan umum jenis medium yang dinilai cocok bagi Bali sudah cukup tersedia termasuk fasilitas pendukung lainnya. ''Tinggal komitmen serta pengaturannya saja,'' jelasnya.

Ia menilai angkutan massal sebagaimana yang dikatakan Dirjen Perhubungan Darat akan memberi banyak keuntungan bila berhasil diterapkan.

 

Proyek Rintisan

Untuk itu, pemerintah daerah mesti bisa memacu terealisasinya angkutan ini untuk memberi kenyamanan bagi masyarakat maupun turis yang ada di Bali. Sebab, kroditnya jalan-jalan di Bali menjadi salah satu keluhan utama turis di Bali.

Ketua Organda Bali itu mengatakan sebenarnya untuk angkutan massal ini sudah berulangkali sempat dibahas di berbagai pertemuan yang melibatkan pemerintah setempat maupun yang terkait lainnya. Namun sampai sekarang sejumlah kawasan yang akan dijadikan proyek rintisan angkutan massal itu tak ada kepastiannya. Padahal ancaman kemacetan di sana-sini sudah semakin tak terhindarkan. Dalam sebuah pertemuan di Kuta belum lama ini sejumlah perwakilan negara asing yang berkantor di Bali menyampaikan traffic jam merupakan salah satu masalah penting yang perlu segera dipecahkan. (031)

 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)