kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Rabu Paing, 14 Mei 2008

 Bali


Terjawab
, Penyebab Kebakaran Toko Sepatu Gucci
* Akibat Elpiji Bocor

Denpasar (Bali Post) -
Berbagai
spekulasi sempat beredar terkait penyebab kebakaran toko sepatu Gucci di Kompleks Pertokoan Kertha Wijaya, Jalan Diponegoro Denpasar. Setelah tim Lab Forensik melakukan penyelidikan selama lima hari, akhirnya penyebab kebakaran terjawab sudah.

Kalabfor Denpasar Kombes Pol. Ir. Muhibin A.K., Selasa (13/5) kemarin membeberkan penyebab pasti kebakaran yang mengakibatkan empat orang (tiga anak dan ibunya-red) tewas. Kombes Muhibin menyatakan, kebakaran yang menimpa toko sepatu Gucci itu murni kecelakaan. ''Tidak ada sabotase atau tindak kriminal lain. Kebakaran itu murni kecelakaan,'' ungkap Kombes Muhibin didampingi Kapoltabes Denpasar AKBP I Gede Alit Widana di Mapoltabes.

Perwira yang baru datang dari Washington DC, Amerika Serikat ini menjelaskan, penyebab kebakaran tersebut akibat mosel regulator elpiji milik korban mengalami kebocoran. Tak hanya itu, rice cooker yang terpasang (nyala) juga ikut memicu terjadinya insiden kebakaran. Artinya, rice cooker yang menyala akan menimbulkan panas. ''Gas yang bocor dan adanya hawa panas pada satu ruangan, akan berpotensi timbulnya percikan api,'' jelasnya.

Kombes Muhibin menyebutkan, percampuran gas bocor dan hawa panas itulah menyebabkan fong (stop kontak listrik-red) longgar. Sehingga, menimbulkan letupan atau percikan api dan menjilat barang-barang yang ada di sekitarnya. Lantaran bocoran gas telah menyebar, api dengan cepat merembet ke tempat lainnya. ''Api pertama kali muncul dari fong listrik di dapur lantai dua. Tepatnya, pada fong di mana rice cooker itu dicolokkan. Selanjutnya api merembet pada dua arah yakni ke bawah dan ke tempat lokasi ditemukannya keempat mayat korban,'' tegasnya.

Di samping bocoran gas telah menyebar di setiap ruangan, juga karena banyaknya barang yang mudah terbakar di dalam toko. Hal itu menyebabkan apinya bergerak cepat dan meluluhlantakkan seisi ruangan. Sehingga, keempat korban (Ernie Jong, Cathrine Ersan, Janice Surya dan Juan Asher Erliminto-red) terjebak api.

Kenapa keempat korbannya tidak bisa menyelamatkan diri? Menurut analisa Kombes Muhibin, saat korban tertidur lelap, elpiji telah mengalami kebocoran. Para korban tidak menyadari dirinya sudah keracunan. Begitu adanya kobaran api, secara otomatis mereka langsung bangun dan panik. ''Sebenarnya kondisi mereka sudah setengah sadar saat mereka bangun. Tetapi mereka tidak mengetahui dirinya sudah keracunan gas. Ketika para korban terjebak api, kondisi mereka semakin lemas dan akhirnya pingsan, terbakarlah keempat korban itu,'' urainya.

Selain itu, struktur bangunan toko juga sebagai penghambat untuk menyelamatkan diri. Dari lantai satu ke lantai dua, hanya terdapat satu jalan keluar yakni melalui tangga. Begitu juga semua jendela dilengkapi dengan terali besi. ''Saat api sudah membesar di lantai bawah, mereka sudah tidak punya jalan keluar,'' imbuhnya. (jay)

 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)