Terjawab,
Penyebab
Kebakaran
Toko
Sepatu Gucci
* Akibat
Elpiji
Bocor
Denpasar
(Bali Post) -
Berbagai
spekulasi
sempat
beredar terkait
penyebab
kebakaran
toko
sepatu Gucci di
Kompleks
Pertokoan
Kertha
Wijaya, Jalan
Diponegoro
Denpasar.
Setelah
tim Lab
Forensik
melakukan
penyelidikan
selama lima
hari,
akhirnya penyebab
kebakaran
terjawab
sudah.
Kalabfor
Denpasar
Kombes
Pol. Ir. Muhibin A.K.,
Selasa (13/5)
kemarin
membeberkan penyebab
pasti
kebakaran yang mengakibatkan
empat
orang (tiga
anak
dan ibunya-red)
tewas.
Kombes
Muhibin
menyatakan, kebakaran
yang menimpa
toko
sepatu Gucci itu
murni
kecelakaan. ''Tidak
ada
sabotase atau
tindak
kriminal lain.
Kebakaran
itu
murni kecelakaan,''
ungkap
Kombes Muhibin
didampingi
Kapoltabes
Denpasar AKBP I
Gede Alit
Widana
di Mapoltabes.
Perwira
yang baru
datang
dari Washington
DC,
Amerika
Serikat ini
menjelaskan,
penyebab
kebakaran
tersebut
akibat
mosel regulator
elpiji
milik korban
mengalami
kebocoran.
Tak
hanya
itu, rice cooker yang
terpasang (nyala)
juga
ikut memicu
terjadinya
insiden
kebakaran. Artinya,
rice cooker yang menyala
akan
menimbulkan
panas. ''Gas yang
bocor
dan adanya
hawa
panas pada
satu
ruangan,
akan
berpotensi
timbulnya
percikan
api,''
jelasnya.
Kombes
Muhibin
menyebutkan, percampuran
gas bocor
dan
hawa panas
itulah
menyebabkan fong
(stop kontak
listrik-red)
longgar.
Sehingga,
menimbulkan
letupan
atau percikan
api
dan
menjilat barang-barang
yang ada
di
sekitarnya. Lantaran
bocoran gas
telah
menyebar,
api
dengan
cepat merembet
ke
tempat lainnya.
''Api
pertama kali
muncul
dari fong
listrik
di dapur
lantai
dua.
Tepatnya,
pada
fong di
mana rice cooker
itu
dicolokkan.
Selanjutnya
api
merembet
pada
dua arah
yakni
ke bawah
dan ke
tempat
lokasi ditemukannya
keempat
mayat korban,''
tegasnya.
Di
samping
bocoran gas telah
menyebar
di
setiap ruangan,
juga
karena banyaknya
barang yang
mudah
terbakar di
dalam
toko.
Hal itu
menyebabkan
apinya
bergerak cepat
dan
meluluhlantakkan seisi
ruangan.
Sehingga,
keempat
korban (Ernie Jong,
Cathrine
Ersan, Janice
Surya
dan Juan Asher Erliminto-red)
terjebak
api.
Kenapa
keempat
korbannya tidak
bisa
menyelamatkan diri?
Menurut
analisa
Kombes Muhibin,
saat
korban tertidur
lelap,
elpiji telah
mengalami
kebocoran.
Para
korban
tidak menyadari
dirinya
sudah keracunan.
Begitu
adanya kobaran
api,
secara
otomatis mereka
langsung
bangun
dan panik.
''Sebenarnya
kondisi
mereka sudah
setengah
sadar
saat mereka
bangun.
Tetapi
mereka
tidak mengetahui
dirinya
sudah keracunan gas.
Ketika
para korban
terjebak
api,
kondisi
mereka semakin
lemas
dan akhirnya
pingsan,
terbakarlah
keempat
korban itu,''
urainya.
Selain
itu,
struktur bangunan
toko
juga sebagai
penghambat
untuk
menyelamatkan diri.
Dari lantai
satu ke
lantai
dua, hanya
terdapat
satu
jalan keluar
yakni
melalui tangga.
Begitu
juga
semua jendela
dilengkapi
dengan
terali besi.
''Saat
api
sudah membesar
di
lantai bawah,
mereka
sudah tidak
punya
jalan keluar,''
imbuhnya.
(jay)