kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Selasa Umanis, 13 Mei 2008

 Bali


Dukung
Bhisama Kesucian Pura, Ratusan Massa Demo
* Bupati dan DPRD Badung Pelesir ke Paris
 

Denpasar (Bali Post) -
Ratusan
masyarakat yang menamakan diri Masyarakat Peduli Kawasan Suci Bali berdemo di depan kantor DPRD Badung, Sempidi, Senin (12/5) kemarin. Massa yang dikoordinir Si Ketut Mandiranatha, S.H. itu juga melakukan demo ke DPRD Bali. Mereka dengan tegas menyatakan dukungan terhadap bhisama PHDI serta Perda Propinsi Bali No. 3 tahun 2005 tentang Radius Kesucian Pura.

Mereka memberikan deadline 21 hari untuk membuktikan keseriusan Dewan terutama terkait masalah Uluwatu. "Sebenarnya massa yang datang direncanakan berjumlah ribuan orang. Dari kalangan mahasiswa direncanakan 3.000 orang, dari masyarakat Jembrana sekitar 2.000 orang, belum lagi masyarakat lainnya. Namun saya sudah sarankan, jangan. Sebab percuma, Bupati dan Dewan Badung sedang melali (pelesir) ke Paris,'' ujarnya.

Massa tiba sekitar pukul 10.30 wita. Setelah sempat berorasi di depan gedung dan wantilan kantor DPRD, sekitar sepuluh orang perwakilan demonstran berkesempatan bertemu dengan belasan anggota DPRD Badung yang dipimpin Wakil Ketua Putu Karmaadi. Dalam kesempatan itu, Mandiranatha dan Tirta, perwakilan masyarakat Buleleng menyesalkan demo yang mendukung pemangkasan radius kesucian pura Uluwatu belum lama ini.

Mandiranatha juga mengaku tidak habis pikir terhadap pejabat Pemkab Badung yang mengawal pendemo di DPRD Bali. Perwakilan masyarakat ini juga menilai pemegang kebijakan di Badung otoriter. Bukannya memperbaiki kesalahan, pejabat justru mengubah peraturan. Selain itu, pejabat berkelit dengan menyebut pelanggaran di daerah lain. ''Seharusnya bongkar dong kalau punya nyali,'' tegas Mandiranatha.

Menanggapi tuntutan demonstran, Putu Karmaadi menyatakan, sebagai lembaga kontrol pemerintah, DPRD Badung akan memperjuangkan aspirasi masyarakat tersebut. Termasuk soal pejabat yang menggalang demonstrasi di DPRD Bali belum lama ini.

Di DPRD Bali, ratusan tokoh berpakaian adat putih itu diterima Ketua Komisi I DPRD Bali Made Arjaya. Saat menaiki tangga wantilan DPRD Bali, Mandiranatha menyanyikan lagu "Maju tak Gentar" yang liriknya telah dipelesetkan menjadi ''Maju tak gentar mengusir pejabat rakus, maju tak gentar mengusir calo tanah''. ''Saya sedih kawasan suci Uluwatu diinjak-injak demi kepentingan oknum pejabat rakus, kawasan Uluwatu dikapling-kapling untuk vila,'' tegasnya.

I.B. Purwa dan mantan Ketua DPRD Jembrana Wayan Mawa yang ikut demo meminta DPRD Bali tetap konsisten menegakkan bhisama PHDI pusat tentang Radius Kesucian Pura yakni 5 km untuk Pura Sad Kahyangan dan 2 km untuk pura Dang Kahyangan. Mereka juga minta Dewan menindak tegas pelanggaran sempadan pantai dan memberikan akses lebih luas kepada masyarakat Bali menggunakan pantai untuk kepentingan sosial keagamaan. Bahkan, mereka meminta agar DPRD Badung ditatar karena ikut membiarkan pelanggaran di kawasan suci dan membiarkan oknum pejabat menjadi calo CPNS, calo tanah sampai calo tower.

Ketua Komisi I DPRD Bali Arjaya sepakat dengan Mandiranatha untuk tetap konsisten menegakkan Perda Tata Ruang Bali. Dia juga berharap pelanggaran di kawasan suci segera ditertibkan pejabat terkait. (ded/029)

 

 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)