Dukung
Bhisama
Kesucian Pura,
Ratusan
Massa Demo
* Bupati
dan DPRD
Badung
Pelesir ke Paris
Denpasar
(Bali Post) -
Ratusan
masyarakat yang
menamakan
diri
Masyarakat Peduli
Kawasan
Suci Bali berdemo
di
depan
kantor DPRD Badung,
Sempidi,
Senin (12/5)
kemarin.
Massa
yang dikoordinir
Si
Ketut Mandiranatha,
S.H. itu
juga
melakukan demo ke
DPRD Bali.
Mereka
dengan
tegas menyatakan
dukungan
terhadap
bhisama PHDI
serta
Perda Propinsi Bali
No. 3 tahun 2005
tentang Radius
Kesucian
Pura.
Mereka
memberikan deadline 21
hari
untuk membuktikan
keseriusan
Dewan
terutama terkait
masalah
Uluwatu.
"Sebenarnya
massa
yang datang
direncanakan
berjumlah
ribuan
orang.
Dari kalangan
mahasiswa
direncanakan 3.000
orang,
dari masyarakat
Jembrana
sekitar 2.000
orang,
belum lagi
masyarakat
lainnya.
Namun
saya
sudah sarankan,
jangan.
Sebab
percuma,
Bupati
dan Dewan
Badung
sedang melali (pelesir)
ke
Paris,''
ujarnya.
Massa
tiba
sekitar pukul 10.30
wita.
Setelah
sempat berorasi
di
depan gedung
dan
wantilan
kantor DPRD,
sekitar
sepuluh orang
perwakilan
demonstran
berkesempatan
bertemu
dengan belasan
anggota DPRD
Badung yang
dipimpin
Wakil
Ketua Putu
Karmaadi.
Dalam
kesempatan
itu,
Mandiranatha dan
Tirta,
perwakilan masyarakat
Buleleng
menyesalkan demo yang
mendukung
pemangkasan radius
kesucian
pura
Uluwatu belum lama
ini.
Mandiranatha
juga
mengaku tidak
habis
pikir terhadap
pejabat
Pemkab Badung yang
mengawal
pendemo
di DPRD Bali.
Perwakilan
masyarakat
ini
juga menilai
pemegang
kebijakan
di
Badung otoriter.
Bukannya
memperbaiki
kesalahan,
pejabat
justru mengubah
peraturan.
Selain
itu, pejabat
berkelit
dengan
menyebut pelanggaran
di
daerah lain. ''Seharusnya
bongkar dong
kalau
punya nyali,''
tegas
Mandiranatha.
Menanggapi
tuntutan
demonstran,
Putu
Karmaadi menyatakan,
sebagai
lembaga kontrol
pemerintah, DPRD
Badung
akan
memperjuangkan
aspirasi
masyarakat
tersebut.
Termasuk
soal
pejabat yang menggalang
demonstrasi
di DPRD Bali
belum lama
ini.
Di
DPRD Bali, ratusan
tokoh
berpakaian adat
putih
itu diterima
Ketua
Komisi I DPRD Bali Made
Arjaya. Saat
menaiki
tangga wantilan DPRD
Bali, Mandiranatha
menyanyikan
lagu "Maju
tak
Gentar" yang liriknya
telah
dipelesetkan menjadi
''Maju
tak gentar
mengusir
pejabat
rakus, maju
tak
gentar mengusir
calo
tanah''. ''Saya
sedih
kawasan suci
Uluwatu
diinjak-injak demi
kepentingan
oknum
pejabat rakus,
kawasan
Uluwatu dikapling-kapling
untuk
vila,''
tegasnya.
I.B. Purwa
dan
mantan Ketua DPRD
Jembrana
Wayan
Mawa yang ikut demo
meminta DPRD Bali
tetap
konsisten menegakkan
bhisama PHDI
pusat
tentang Radius Kesucian
Pura
yakni 5 km untuk
Pura Sad
Kahyangan
dan 2 km
untuk
pura Dang Kahyangan.
Mereka
juga
minta Dewan
menindak
tegas
pelanggaran sempadan
pantai
dan memberikan
akses
lebih luas
kepada
masyarakat
Bali
menggunakan
pantai
untuk kepentingan
sosial
keagamaan.
Bahkan,
mereka
meminta agar DPRD Badung
ditatar
karena ikut
membiarkan
pelanggaran
di
kawasan suci
dan
membiarkan oknum
pejabat
menjadi calo CPNS,
calo
tanah sampai
calo tower.
Ketua
Komisi I DPRD Bali
Arjaya
sepakat dengan
Mandiranatha
untuk
tetap konsisten
menegakkan
Perda
Tata Ruang Bali.
Dia
juga
berharap pelanggaran
di
kawasan suci
segera
ditertibkan pejabat
terkait.
(ded/029)