Enam
Karyawan
Pabrik
Pengalengan Ikan ''Kerauhan''
Saat
Potong
Kambing untuk
Selamatan -------
Negara (Bali Post) -
Enam
pegawai
pabrik pengalengan
ikan di
lingkungan
Ketapang
Muara,
Pengambengan, Negara
kerauhan saat
diadakan
pemotongan
kambing
untuk acara
selamatan
Senin (12/5)
kemarin.
Pihak
perusahaan
memutuskan
memulangkan
ratusan
karyawan lain agar
tidak
timbul ketidaknyamanan.
Wartawan
tidak
diperkenankan masuk
ke area
pabrik oleh
satpam
penjaga gerbang
pabrik
dengan alasan
tidak
ada kejadian.
Para karyawan yang
menunggu
jemputan
truk
perusahaan
di
depan
pabrik
juga tidak
berani
memberikan komentar.
Mereka
mengaku pulang
cepat
karena ikan yang
akan
diproduksi
sedikit.
Tetapi,
kejadian
itu
akhirnya dibenarkan
oleh
salah satu
korban
kerauhan yang ditemui
di
rumahnya.
Menurut
Nining
Sugiati (35), salah
seorang
karyawan bagian
pengisian,
kejadian
kesurupan
hingga
enam orang
ini
baru kali ini
terjadi.
Pagi
kemarin,
perusahaan
melakukan
pemotongan
kambing
untuk selamatan,
karena
sebelumnya di
lokasi
tersebut sering
kejadian
aneh
seperti para
karyawan
pemotongan
ikan
sering pingsan
dan
mesin-mesin baru
rusak.
Namun
saat dilakukan
pemotongan
kambing,
tiba-tiba
salah
satu karyawan, Diana
Wahyuningsih (14),
berteriak
histeris
kerauhan
disusul
lima
karyawan
lainnya.
Diana saat
ditemui
di rumahnya yang
dalam
keadaan lemas
mengaku
tidak mengingat
dengan
jelas kejadiannya.
Tetapi
dia
merasakan seperti
ada yang
menuntunnya.
Gadis
berkulit
putih
ini mengaku
sudah
dua tahun
bekerja
di pabrik yang
terletak
di Jl.
Gatotkaca 88,
Pengambengan
ini.
Selain Diana,
lima
karyawan yang
kerauhan
adalah
Mang Ayu,
Fatmawati,
Komang Sari, Ida,
dan
Damanhuri.
Manajer
Personalia PT
Indocitra
Jaya
Samudera, Made Witanya
Semara,
Senin kemarin,
saat
ditemui di
rumah Diana,
membenarkan
kejadian
tersebut.
Menurutnya,
kejadian
ini di
luar
kuasa pihak
perusahaan,
tetapi
perusahaan sudah
melakukan
upaya-upaya
untuk
mencegah agar kejadian
serupa
tidak terulang.
Sebelumnya,
pihaknya
sudah
berusaha mencegah
dengan
cara Hindu
dan Islam,
mengingat
keyakinan
para
karyawan berbeda.
''Tiap
hari
memberi pengaci
dan
tiap purnama
dan
tilem dilakukan
sembahyang,
dan
tiap tahun
juga
dilakukan doa
tahlilan,''
ujarnya.
(sur)