kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Selasa Umanis, 13 Mei 2008

 Bali


Enam
Karyawan Pabrik Pengalengan Ikan ''Kerauhan''
Saat
Potong Kambing untuk Selamatan ------- 

Negara (Bali Post) -
Enam
pegawai pabrik pengalengan ikan di lingkungan Ketapang Muara, Pengambengan, Negara kerauhan saat diadakan pemotongan kambing untuk acara selamatan Senin (12/5) kemarin.

Pihak perusahaan memutuskan memulangkan ratusan karyawan lain agar tidak timbul ketidaknyamanan. Wartawan tidak diperkenankan masuk ke area pabrik oleh satpam penjaga gerbang pabrik dengan alasan tidak ada kejadian.

Para karyawan yang menunggu jemputan truk perusahaan di depan pabrik juga tidak berani memberikan komentar. Mereka mengaku pulang cepat karena ikan yang akan diproduksi sedikit.

Tetapi, kejadian itu akhirnya dibenarkan oleh salah satu korban kerauhan yang ditemui di rumahnya. Menurut Nining Sugiati (35), salah seorang karyawan bagian pengisian, kejadian kesurupan hingga enam orang ini baru kali ini terjadi. Pagi kemarin, perusahaan melakukan pemotongan kambing untuk selamatan, karena sebelumnya di lokasi tersebut sering kejadian aneh seperti para karyawan pemotongan ikan sering pingsan dan mesin-mesin baru rusak. Namun saat dilakukan pemotongan kambing, tiba-tiba salah satu karyawan, Diana Wahyuningsih (14), berteriak histeris kerauhan disusul lima karyawan lainnya.  

Diana saat ditemui di rumahnya yang dalam keadaan lemas mengaku tidak mengingat dengan jelas kejadiannya. Tetapi dia merasakan seperti ada yang menuntunnya. Gadis berkulit putih ini mengaku sudah dua tahun bekerja di pabrik yang terletak di Jl. Gatotkaca 88, Pengambengan ini. Selain Diana, lima karyawan yang kerauhan adalah Mang Ayu, Fatmawati, Komang Sari, Ida, dan Damanhuri.

Manajer Personalia PT Indocitra Jaya Samudera, Made Witanya Semara, Senin kemarin, saat ditemui di rumah Diana, membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, kejadian ini di luar kuasa pihak perusahaan, tetapi perusahaan sudah melakukan upaya-upaya untuk mencegah agar kejadian serupa tidak terulang. Sebelumnya, pihaknya sudah berusaha mencegah dengan cara Hindu dan Islam, mengingat keyakinan para karyawan berbeda. ''Tiap hari memberi pengaci dan tiap purnama dan tilem dilakukan sembahyang, dan tiap tahun juga dilakukan doa tahlilan,'' ujarnya. (sur)

 

 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)