kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Sabtu Pon, 10 Mei 2008

 Ekuin

 

Jelang Kenaikan Harga..
BBM Berpotensi Jadi Sasaran Spekulasi
 

Jakarta (Bali Post)-
Konsumsi
bahan bakar minyak (BBM) dalam sepekan terakhir di awal Mei sudah melonjak antara 5-18 persen. Tak ayal, PT Pertamina (Persero) berniat membatasi konsumsi BBM di seluruh daerah di Indonesia. Pasalnya, momen menjelang kenaikan harga, BBM berpotensi menjadi sasaran para spekulan untuk menggeruk keuntungan berlipat.

Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Achmad Faisal ditemui wartawan usai sholat Jumat di Jakarta, Jumat (9/5) kemarin, konsumsi BBM mengalami peningkatan cukup signifikan. Berdasarkan laporan jajarannya di unit-unit regional pemasaran, peningkatan konsumsi BBM bisa mencapai 12 persen. Karenanya, dia telah meminta seluruh manajer unit membatasi penjualan konsumsi BBM

''Kuotanya tidak kita kurangi, tetap seperti biasa. Tapi, kita minta mereka tidak melayani tambahan permintaan, kendati secara riil konsumsinya meningkat,'' ujarnya.

Anggota Komite Badan Pengatur Kegiatan Usaha (BPH) Hilir Migas Adi Subagyo menyatakan, peningkatan konsumsi BBM dalam tiga hari tidak terlepas dari kebijakan pemerintah yang berencana menaikkan harga BBM. Adi menduga kuat, momen seperti ini telah dimanfaatkan para spekulan untuk menggeruk keuntungan berlipat.

Adi menyatakan, tindak spekulasi memborong BBM, misalnya dengan membawa motor lengkap dengan derigen-derigen. Padahal, tindakan menimbun tersebut sudah dikategorikan melanggar hukum yakni UU Migas No 22/2001, Pasal 53, dengan ancanman pidana maksimal enam tahun dan denda Rp 60 milyar.

Ditambahkan, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Mabes Polri melakukan kerja sama, baik bersifat pencegahan maupun represif untuk menanggulangi tindak penyimpangan BBM bersubsidi lebih luas. ''Kami berharap pemda pun bersikap proaktif untuk mencegah agar hal-hal seperti ini tidak berdampak lebih luas,'' ujar Adi seraya menambahkan adalah inisiatif Polda setempat untuk menjaga sekaligus memonitor langsung SPBU.

VP Komunikasi Pertamina Wisnuntoro menyatakan, kenaikan permintaan BBM di SBPU bervariasi antara 5-18 persen dalam sepekan terakhir. Kenaikan tersebut terjadi di Surabaya, Jatim baik premium (P) dan solar (S) sebesar 18 persen. Daerah lain Medan (P/S 7 persen), Palembang (P/S 6 persen), Jakarta (premium 15persen dan solar 5 persen), Semarang (P/S=10 persen) dan Balikpapan (P/S 10persen).

Menurut Wisnuntoro, rata-rata nasional penjualan normal per hari premium 50.000 KL dan solar 37.000 KL. Dia berharap, masyarakat tidak perlu panik, karena stok BBM cukup, yakni premium 17 hari dan solar 20 hari. ''Kalau panik, SPBU malah diserbu dan habis,'' ujarnya.

Wisnuntoro menyatakan, permintaan konsumsi di SPBU yang dinilai tidak wajar akan diawasi. Misalkan, apabila suatu SPBU, konsumsinya 20 kl, tapi meningkat menjadi 40 kl. ''Ini tidak wajar, kita akan cek, kenapa naik,'' terangnya.

Sementara data Pertamina menunjukkan realisasi konsumsi bulan April 2008 untuk premium 1.606.302 kl, minyak tanah 739.683 kl, solar 1.011.163 kl. Sementara konsumsi Maret untuk premium 1.579.620 kl, minyak tanah 719.390 kl, solar 944.152 kl.(kmb1)

 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)