Pohon
Versus Papan
Reklame
Mana
yang lebih
bermanfaat bagi
kepentingan
masyarakat banyak,
sebatang pohon
atau sebatang
papan reklame?
Pertanyaan ini
muncul karena
akhir-akhir ini
banyak
bermunculan papan-papan
reklame di
pinggir jalan
dengan
mengorbankan atau
menebang pohon
peneduh yang
sebelumnya sudah
ada. Seperti
salah satu
contoh di
Jalan Sutomo
Denpasar.
---
Untuk
jawaban
pertanyaan ini
tentunya ada
beragam pendapat.
Bagi masyarakat
umum yang
notabene masyarakat
kecil lagi
miskin pasti
jawabannya lebih
memilih
memelihara pohon
daripada
memelihara sebatang
papan reklame.
Karena mereka
tahu kalau
pohon-pohon
tersebut banyak
manfaatnya antara
lain menyehatkan,
menyejukkan, menahan
banjir, dan
jangan lupa
bahkan dunia
memberikan
perhatian yang serius
mengenai dampak
pemanasan global yang
baru-baru ini
dibicarakan oleh
negara-negara di
dunia.
Lebih-lebih
Bali
- Indonesia mendapat
penghormatan
dunia karena
konferensi
tersebut diadakan
di Nusa
Dua, Bali.
Janganlah ketika
konferensi sedang
berlangsung saja
kita
menggebu-gebu melestarikan
lingkungan,
tetapi setelah seminar
bubar, bubar
pulalah wacana
tersebut seperti
ditelan bumi,
sing ada apa
de.
Keuntungan
apa yang dapat
diambil dari
reklame tersebut,
kecuali menambah
pemanasan global,
polusi, generasi
muda kita
dan anak-anak
tidak lagi
akan dapat
melihat keindahan
rembulan di
kala purnama,
bintang-bintang yang
bertebaran di
kala langit
yang cerah karena
sudah ditutupi
reklame yang
seolah-olah berkompetisi
saling menjulang
tinggi, setinggi
kekuatannya
sehingga tak
seorang pun mampu
mengalahkannya.
Itulah
realitas di
lapangan. Kalau
tidak sekarang
dibenahi, lalu
kapan lagi
kita
mengimplementasikan falsafah
Tri Kaya Parisuda
tersebut?
I Made
Rasan
Br. Petangan
Gede -
Ubung
Kaja
Denpasar
Barat